Guyonan Yang Nggak Lucu

image

Ini kan gugatan ke mahkamah tinggi, urusan ngatur negara… kok ya berantakan banget. Emang sih, biasa dalam gugatan itu ada perbaikan, tapi ini kan menggugat level PRESIDEN… yang rapi doooong…

Saya sih kalo jadi hakim MK, tersinggung berat nih… masak ngajuin berkas banyak salah ketik, oiiii… periksa oiiii. Nulis blog atau update status kalau salah nulis aja malu cing… ini gugatan ke MK lho… urusan negara, serius napa? Untung saya bukan hakim MK.
Saya juga akan tersinggung jika saya salah seorang yang menjadi bagian dari 60 juta orang pemilih, masak suara saya dijadikan bagian dari guyonan nasional… tidak menghargai dah… Untung saya bukan bagian dari 60 juta yang memilih Bapak.

Tapi saya tetap tersinggung sih, sebagai warga negara Indonesia yang punya harapan besar pada negeri ini. Anda nyaris jadi pemimpin negeri ini, lho… dari 240 juta manusia di Indonesia, Anda yang terpilih menjadi salah satu kandidat Presiden. Kok ngurusin negara dianggep main-main tho…dijadikan guyonan nasional yang gak lucu.
Saya tersinggung, karena tim Anda kok ya kebangetan merendahkan rakyat yang benar-benar pengen negara ini jadi lebihbaik, diaduk-aduk opininya, diselewengkan fakta-faktanya.
Gugatan acak kadul, menghabiskan waktu aparat negara yang dibiayai oleh pajak rakyat, kok seenaknya sendiri sih… asal protes memuaskan emosi aja atau apa? Betul-betul bikin marah deh…

Trus abis ini, sibuk ngeng-ngeng karena merasa dizalimi di sosial media, oiii… oiii…
Salah seorang mentor di kantor saya dulu pernah bilang gini, “Ruth, to survive in this company don’t let anyone point his finger to you because of your mistake.”
Saya yang sebenarnya udah ngantuk karena udah hampir sejam dimarahin jadi sebel, ini maksudnya nyuruh saya selalu menyangkal apapun-nggak mau disalahin aja pokoknya, atau apa sih? Tapi yang keluar dari mulut saya malah, “how?”
Lalu dijawab, “do not make any mistake. That is the only rule.”
Jadiii ya Pak, jangan menjerumuskan diri sendiri lebih dalam deh. Stop it here.
Benerin gugatannya dengan baik, rapih… biar kalau memang ada kecurangan, rakyat juga tau… jangan cuma abab aja.

Udah ah, makan siang yuk… saya lapar.

Cin(T)a the Movie, God is a Director

Saya mendapati ‘rame-rame’ film ini beberapa bulan yang lalu melalui halaman Facebook saya mengenai update status seorang teman, yang memposting link trailer film. Awalnya saya malas untuk meng-klik link itu, dengan pemikiran, halaaah… paling-paling gitu aja. Songong banget, padahal nulis aja gak becus. Continue reading “Cin(T)a the Movie, God is a Director”