Semua Salah SBY

Di suatu siang yang terik, di halte Transjak.
Tini *ngomel*: “Ini bis-nya lama gara-gara polisi tuh…mereka nilang orang di jalur bis, jadi macet ke belakangnya… Bukan dipinggirin ato buruan kek… polisi gak pernah naik transjak sih…gak tau pegelnya nunggu”
Tono: “Harusnya polisi naik bis biar gak bis-nya bisa cepet”
Tini: “Naik bis biasa aja yuk”

Laaaaamaaaaaa

Tini: “Kok lama sih, taksi aja yuk”

Laaaaaaamaaaaaa

Tini: “Kok lama semuanya sik?!?”
Tono: “Ini pasti salah polisi deh… Coba dia naik bis… Coba dia naik taksi”
Tini: “Semua salah pemerintah!”
Tono: “Bukan, semua salah SBY!”

Iga Penyet

Suatu ketika di sebuah warung iga penyet.

Tini: “Tono, lihat deh mbak-mbak pegawai  yang lagi antar piring ke situ itu, kasian yaaa…jalannya meyeyek gitu…kayak idupnya susaaaah banget… kenapa ya? Mbok yang giras gitu loh”

Tono: “Tadi iga-nya abis, trus pas dia ke dapur langsung ditarik sama juragannya, ‘ayo kamu tengkurep, mana gergaji’ langsung diblekrek punggungnya, trus digergaji iganya, trus digoreng trus dia disuruh nganterin ke meja yang pesen. Makanya dia susah…”

Tini: “Emang kasian banget yaa…”

Sehati

Suatu ketika.

Ibunya Tini: “Apa kabar, nduk?”

Tini: “Lagi flu, mah…”

Ibunya Tini: “Hooo… poooodho… aku ya lagi flu, beberapa hari ini sentrap-sentrup terus…”

Di lain waktu.

Ibunya Tini: “Sehat, nduk?”

Tini: “Sehat mah, cuma sakit perut aja…buang air besar terus”

Ibunya Tini: “Hooo… poooodho! Aku ya murus-murus terus…wis sampek lemes awakku

Waktu yang lain lagi.

Ibunya Tini: “Gimana nduk, sehat?”

Tini: “Sehat mah…cuma sakit leher salah tidur”

Ibunya Tini: “Hooooo…pooodho! Aku ya tengengen… sampai sekarang ini lo, masih belum bisa noleh”

Semalam.

Ibunya Tini: “Sehat nduk?”

Tini: “Aku lagi gatel-gatel nih mah”

Ibunya Tini: “Hoooooo ya poooodho! Aku lo gatel-gatel sampai ledes tangan sama kakiku digaruk, lha trus tak lulur mariii tho nduk. Udah dilulur, itu blongkote ciblok kabeh palingane yo… dadi mari

Ini emak kok kompak bener sih sama anaknyaa… lagian, anaknya juga kok adaaaa aja sih penyakitnyaaa… 😆

Sinetron Sop Kambing

Suatu malam di tenda warung Sop Kaki Kambing Tiga Saudara.

Tini: “Di dekat rumah ada juga warung lumayanan, tapi dagingnya kadang masih bau kambing, yang nyegrak di tenggorokan gitu. Kuah lebih light sih… tapi aku lebih suka yang di sini, ketang; lebih gurih… tapi otaknya lebih enak daripada di sini, nama warungnya Sudi Mampir. Lucu yaa…”

Tono: “Sudi mampir, ora sudi nyekolahke (mau mampir tapi ngak mau nyekolahin)… jadi otaknya masih gurih, gak dipake mikir”

Tini: “…”

Tono: “Kalau yang di sini, sekolahnya homeschooling karena tiap hari mesti kejar tayang merumput, trus ketemu pemain bola, trus pacaran”

Tini: “Jadi, otaknya Nikita Willy gak enak?”