Afghanistan dan pengejar layang-layang

The Kite Runner

Baru baca sampai halaman 264, tapi meski baru setengah, mataku sudah bengkak akibat menangis sesenggukan membaca separuh pertama buku ini. Aku memang drama queen, maunya sih dancing queen… tapi ya apa boleh buat… yg penting ada queen-nya… :mrgreen:
Yak.. pokus kembali ke Kite Runner.

Selama ini, aku tidak tertarik untuk mengenal Afghanistan, karena terlalu pilu, perang terus menerus dan terkenal sekali sebagai kawah candradimukanya para teroris, maaf, aku memang gak ngerti apa-apa soal ini, memang suka menyimpulkan aja. Nah, karena itulah aku menghindari apapun soal Afghanistan, termasuk cerita yang bersetting Afghanistan, takut sedih. Entah kenapa, buku ini menarik hati, ya sutralah embat aja… daaaan… beneran kan…. bikin nangis… Ceritanya, soal persahabatan… antara Amir & Hassan, majikan dan pelayan. Hassan adalah pelayan Amir. Meski bersahabat, Amir tidak pernah menganggap Hassan temannya, meski ya… ia satu-satunya teman yang paling mengerti Amir… aduuh… bahasaku berlibet.
Aku nangis sesenggukan ketika Amir, melihat Hassan diperkosa dan Amir memutuskan untuk lari, menjadi ‘pengkhianat’. Cara penceritaan Khaled Hosseini yang tersusun rapilah yang bisa membuat airmata itu berderai-derai. Emosi dibangun dengan apik sekali. Salut! Aku sering menangis karena baca buku dan nonton film, tapi belum pernah nangis sekejer ini, bahkan menuliskannya lagi… membuat airmata mengambang di pelupuk mata *tsaah*, aku mengingat nyeri dan kekosongan yang berasa berat yang menekan tenggorokan ketika membacanya. Aku juga menangis waktu Hassan & Ali ayahnya, pergi meninggalkan rumah Amir karena ‘difitnah’ oleh amir yang tak tahan berdekatan dengan Hassan, mengingat ia telah ‘mengkhianati’ pelayan setianya itu, waktu Amir melempari Hassan dengan buah delima, berharap Hassan menghukumnya karena meninggalkannya. Waktu Ayah amir akan meninggal dan melakukan kewajiban terakhirnya menikahkan Amir … Baba membasahi rambutnya dan menyisirnya ke belakang. Aku menolongnya mengenakan kemeja putih bersih dan mengikatkan dasinya, mau tak mau melihat kekosongan selebar 5 cm di antara kerah baju dan leher Baba. Aku memikirkan betapa besar ruangan yang akan menjadi kosong karena ditinggalkan oleh Baba jika saatnya tiba nanti, dan aku segera mengalihkan pikiranku. Baba tidak akan meninggal. Tidak sekarang. … dan tangisku semakin meledak. Lalu berhenti baca karena lelah menangis… hiahahahaha emang, aku berlebihan… tapi sekarang mataku bengkak, sebengkak-bengkaknya.
Aku baru sampai halaman 264, belum tahu apa yang akan terjadi pada Amir yang nuraninya tersiksa karena tidak berani menyuarakan ketidakadilan dan hinaan yang terjadi atas pelayan setianya. Apakah Amir bertemu kembali dengan Hassan dan meminta maaf kepadanya atau tidak, aku juga tidak tahu. Nanti kalau sudah selesai baca aku cerita lagi. Review yang beneran… :mrgreen:

Tapi yang mengganggu sekarang adalah: nurani, rasa bersalah yang merupakan indikator hati nurani masih berfungsi dengan baik. Hati nurani yang menjadi satu-satunya harta dari mahluk hidup yang disebut manusia.
Seorang senior pernah berkata padaku, “berbuat dosa, berbuat jahat itu adalah kebiasaan me-non aktifkan hati nurani. Saat pertama berbuat dosa, pasti nurani kita berteriak-teriak dan meminta kita untuk berhenti melakukan kesalahan dan bertobat, tapi kebebalan membuat kita menulikan ‘telinga’ dari jeritan hati nurani dan lama kelamaan, kita memang sudah tidak bisa mendengarnya berteriak-teriak lagi”.
Hmm… memang iya… alah bisa karena biasa. Kebodohan untuk terus hidup dalam kesalahan karena kita ‘menulikan’ telinga kita. Dan Amir berusaha menulikan telinganya, berusaha membohongi hati nuraninya bahwa Hassan adalah pengorbanan, tapi dia tahu, dia menderita seuumur hidupnya. Nuraninya masih berfungsi dengan baik.

Aduuh… kok aku sedih lagi… juga merasa bersalah ini, karena mencuri waktu kerja dengan blogging… hiahahahaha berarti nuraniku sebagai buruh teladan masih bekerja dengan baik.

laki-laki yang ini…


*menenangkan deburan jantung yang gegap gempita*
Ini adalah laki-laki yang bikin aku terkiwir-kiwir, Tommy Simatupang teaaa…. Beneeer kaan? Nggak guaaaanteng uleng-ulengan, tapi bikin meleleh… astagaa… kenapa perut melilit yaaa?! hihihihihi…. pejimana aku bisa nyanyi dangdut dengan gaya tarian sinchan kalau deg-degan dan mules tralala bejini?!

Oke… oke… jadi sebenernya siapa si Tommy Simatupang indang?
Thomas Aquino Arif Setiawan Simatupang was born in Yogyakarta, Indonesia, but he grew up also in Germany and the Netherlands. He mainly plays guitar and drums but also picks up other instruments quite often. May it be for his own projects, or for other bands and musicians. 2001 saw the Indonesian German, like so many young musicians, searching for his identity in Berlin where he spent much time playing Jazz music before meeting other young songwriters and learned to “hear” good english lyrics. Now the 27-year old writes himself “Tomi” and is continuing his search for identity in his birth-city where he learns about traditonal Javanese culture including music, farming and education.

Kemarin ditanya sama Dhyta, “kalo giginya gimana?”, naaa… giginya… seingatku sih oke kok. Yang penting gak tonggos ampun-ampunan :mrgreen: , lagipula untuk laki-laki ini, gigi jadi bukan prioritas, tangannya lentik! Waktu main sitar, yaoloooh….. pokonya… oke daaah!
Aduuuh…. knapa kmaren ngebahas si laki-laki ini ya? *nepuk-nepuk kepala biar agak waras* Dhyta Purplerebel, lo kudu tanggung jawab!!
Semalem aku mimpiin Tommy… huhuhuhuhu… bukannya aku tak cinta lagi sama Mas Ken, tapi laki-laki bergigi bagus (meski gak yakin, tapi kalopun gak juga gpp), bertangan lentik, malu-malu dan kurus seperti Tommy ini memang bikin termehe-mehe jahe abis-abisan…

Dan, si Tommy ini keren banget deh… cek ke Myspace-nya Tommy dan site-nya film dokumenter(?) Berlin Song, yang akan rilis September ini di Jerman.


Ini albumnya Tommy, Blame It On Your Monkey… errr… katanya lebih macho kalo gondrong, tapi bejini pun sutra bikin tante kelepek-kelepek

All Tommy’s pics & information about him, taken from Berlin Song website

kutumbamba

Beberapa hari yang lalu, ada yang ngirim imel minta di-vote. Trus aku bilang, pasang iklan baris di blog aku aja… sapa tau ada yang nge-vote… eh, mau tuh dese… hiahahahahaha dan aku kelupaan menistakan dese… hihihihi….
Tapi tanpa dese minta, sebagai bentuk kesetiakawanan banci tampil, inilah kami saksiken dan tampilken, miss markutumbaba… tolong di vote yaaa…. klik saja link ini….
sejauh ini, baru 142 orang yang vote (yang punya poto entah udah berapa kali, kalo aku udah lima kali…)
mari ibu-ibu, bapak-bapak, om dan tante… vote yaaa…
ayoooo kaaak… di-vote kaaaaak…. siiiis… ayo siis… vote…

——————————————————————————————————————
Subject: Re: VOTE FOR MIH
Date: Tue, 15 Jul 2008 14:25:28 +0700
From: Ms. Martha
To: Ruth Wijaya

hahahahahaaa…boleh tuh masukin ke blog luh, lumayannn iklan baris gratis..nah biayanya nanti dah kalo gw jadi menang tuh laptop, gw bisa jadi editor tulisan luh sebagai bayarannyah….

Luh hari ini dah vote gwl agih blm?.. inga..inga…vote martha, ting…!!

salam,
PEMILU
>
> —– Original Message —–
> From: Ruth Wijaya
> To: Ms. Martha
> Sent: Tuesday, July 15, 2008 2:15 PM
> Subject: Re: VOTE FOR MIH
>
> neek… vote lo bukannya baru 136… hihihihi elo udin 100x, berarti penonton cuma 36x doang dooong… hiahahahahahaha jablay kurang laku… *ciiih*
> elu mau gw promosiin di blog gw yg gak penting itu gak? lumayan neek… nambah2 10-20 voter (kalo mereka berminat)
> biaya pasang iklannya murah kok (dibandingin ame beli hp gituuu)
> setubuh?
>
> salam,
> makelar iklan baris
>
> Ms. Martha wrote:
>> hahahaha gw aja serem ngeliat poto gw kaya kutumbaba..tapi teknik itu menurut gw berhasil, sangat eye catchi, sapah tau mereka langsung ngevote gw..
>>
>> btw thx for the vote, kalo bisa lu vote dah 10x or lebih dari 10x..hahah..gw sendiri aja udah ngevote sampe 100x..hahahah niat kencan barang christian sugiono..
>>
>> salam,
>> titi jablay
>>
>> —– Original Message —–
>> From: Ruth Wijaya
>> To: Ms. Martha
>> Sent: Tuesday, July 15, 2008 8:58 AM
>> Subject: Re: VOTE FOR MIH
>>
>> udin gw vote, 2x malah…
>> tapi kok gw liat lo kaya dukun ya Tha?
>>
>> salam,
>> tukang susuk
>>
>> Ms. Martha wrote:
>>> EPRIBODIH, PLS VOTE FOR ME DONG..KLIK LINK DIBAWAH INI AND VOTE AS MUCH AS YOU CAN…PLZ. I HOPE I CAN WIN THE HP LAPTOP. THIS IS CAN HELP MAKE MY DREAM COME TRUE TO BE A WRITTER.
>>>
>>> http://h30435.www3.hp.com/myhpmini/foto.php?id=190
>>>
>>> Salam,
>>> THE NEXT AYU UTAMI

senasib

Lagi nonton film Legally Blondie 2, si Tini asek ngegoler sambil ngemil chitato rasa sapi bakar, si Tono masuk ruangan trus duduk di samping si Tini sambil ikutan nyomot chitato. Entah kenapa, si Tini mendadak kumat isengnya, kemudian memasang muka merajuk dan menmbunyikan suara merengek.
Tini: “Tono, aku lagi sedih….”
Tono: “Kenapa?”
Tini (makin merajuk): “Aku sedih… karena nggak ada yang nyium aku… nggak ada yang peluk aku… nggak ada yang mau jadi cowok aku…”
Tono (memasang muka tak kalah sedih): “Kita senasib”

Bilangan Fu

Hari Minggu, 20 Juli 2008 kemarin, adalah launching novel terbaru Ayu Utami, yang berjudul Bilangan Fu di Graha Bakti Budaya Taman Ismail Marzuki. Novelnya sendiri sih sebenarnya sudah ada di toko buku sejak akhir Juni, malah malam itu, aku sudah selesai baca… hihihihi berasa penting, tamat baca pas ketemu sama pengarang idola *tsaaah* yaoooloh… tapi beneran lo, aku deg-deg-an… udah gitu, di acara itu banyak banget orang keren yang bikin aku nggak bisa ngomong, salah satunya FX Rudy Gunawan, huaaaa… padahal udah dikenalin sama temen dan tadinya mau ‘jualan’ The Patchwork…. tapi lidahku kelu tak bisa berkata-kata… ya sutralah…

Acara launchingnya kereeeen…. sumprita nggak rugi datengnya *ya iyalaaah*. Acaranya yang utama adalah pembacaan petilan novel Bilangan Fu oleh seniman Landung Simatupang. WOW!!!!! He was great! Sumprita, aku terpesona. Selain terspona oleh Landung Simatupang, aku juga terkiwir-kiwir sama Tomi Simatupang… hiahahahaha dasar!!! Eh, tapi ini serius, sepanjang acara pembacaan, aku memang konsentrasi pada pembacaan Landung, tapi pemandangan indah berupa Tomi Simatupang, yang duduk di area pemusik, sangat-sangat tidak bisa dilewatkan, apalagi ketika Tomi memainkan alat musik sitar. Dia tidak ganteng maaak… tapi dia seksi maaaak….. *sambil nyanyi-nyanyi dangdut* dan satu-satunya penyesalan terbesar malam itu adalah tidak menyapa Tomi Simatupang ketika acara ramah tamah seusai acara pembacaan. Sumpah aku nyesel! Aaaaa… harusnya aku sapa, basa-basi apa gitu ya…

Sutralah, back to Bilangan Fu.

Novelnya sendiri, berkisah seputar dunia panjat tebing, ada Yuda yang selalu bertaruh soal apa saja dan selalu menang. Namun, yuda menemu kekalahannya ketika bertaruh dengan Parang Jati. Sosok Yuda digambarkan sebagai pemuda bebas, yang semau gue, yang tidak pernah peduli pada keadaan sekitar, termasuk peduli pada wanita kecuali dia suka sekali menunjukan bahwa dia laki-laki yang perkasa. Yuda, saat itu memiliki kekasih bernama Marja, yang sebanding dengannya, dalam hal kekuatan. Hm… ini bermakna ganda. Berlawanan dengan Yuda, Parang Jati adalah sosok yang sangat terkontrol, sangat peduli pada dunia. Tidak suka suka berkonfrontasi kecuali jika itu berkaitan dengan alam dan mahluk hidup. Jati, Yuda dan Marja. Ada cinta segitiga. Hm… jangan berharap ada uraian jelas tentang Marja & Jati yang berselingkuh dari Yuda. Aku tidak menemukannya di bagian manapun. Ketiganya, saling menyukai dengan tulus, Yuda kepada Jati, Yuda kepada Marja, Marja kepada Jati, Marja kepada Yuda, Jati kepada Yuda dan Jati kepada Marja. Mereka adalah tiga partikel dalam sebuah atom, O3, mereka seperti ozon.
Dan aku jatuh cinta pada Jati, sejak semula tokoh ini muncul. Aduuuuh…..tapi Yuda juga lovable… jadi bingung deh… aku suka siapa… hiahahahahaha
Ceritanya, mengambil setting di pegunungan Watugunung, di bagian selatan pulau Jaw, yang dekat ke Yogya. Agak mistis, dan kata seorang teman novel Ayu yang ini cukup lucu… well, memang ada humor di sana-sini, tapi aku melihatnya sebagai ironi, lelucon dengan pesan serius. Ada monster ubur-ubur dan moluska yang kena rabies.
Akhir ceritanya bagaimana? Hmm… baca aja sendiri… nanti kalau aku jelasin disini malah jadi spoiler lagi….
Soal pemilihan kata-kata, aku lebih suka Saman, tapi Bilangan Fu punya daya tariknya sendiri.

Udaaah… sana beli ajaaa…..

klarifikasi gak penting

Posting pencuri-pencuri di dunia maya, mendapat tanggapan dari desiran.blogspot.com yang mengkin tersinggung dengan isi posting aku. Well, aku tidak hendak meminta maaf, hapus ya hapus aja…. dianggap nggak layak tampil juga nggak apa-apa…. aku masih bisa jadi banci tampil di blog aku sendiri kok… *meski kagak ada yang baca*
Cuma ada beberapa hal yang aku ingin jelaskan buat orang yang otaknya gak nyampe dengan gaya aku bercerita *halah*

Pertama, posting aku di pencuri-pencuri di dunia maya itu, adalah bentuk keprihatinan aku. Copy-Paste yang aku alami, sangat tidak parah dibandingkan dengan kasus copy-paste blogger yang lainnya. Ini copy paste yang sangat biasa saja, kesalahan si pengcopy-paste cuma satu, yaitu tidak mencantumkan credit atau sumber darimana dia mengambil posting itu. Silahkan saja copy-paste, tapi ingatlah untuk selalu mencantumkan sumbernya. Aku tadi berkunjung *tsaaah* ke desiran, yang sekarang cukup beradab untuk mencantumkan sumbernya. Good job om, giiituuuu dong…
Kedua, mungkin bahasa aku memang kasar dan nggak punya aturan, sehingga menimbulkan komen yang cukup panas, eeeits… bukan aku yang panas, tapi pemilik blog desiran… setiap kata mengandung umpatan dan sarkasme, halus tapi berniat marah. Yup, kerasa kook hawanya… Tapi siapa yang peduli sama bahasa kasarku? Ini blog aku, ya seterah aku kaleee mau nulis apa aja… oke, memang ini wilayah umum, tapi sah-sah saja buat aku untuk menulis apa yang menjadi keprihatinanku dengan gayaku.
Ketiga, aku tidak hendak menghakimi. Tolong diingat, dicatat, digaris bawahi sekali lagi *aduuh… gimana sih caranya edit underline?* bahwa posting di bawah ini bukanlah sarana untuk menghakimi. Ya, aku protes kenapa posting aku digunakan / ditampilkan tanpa ijinku, tapi aku tidak menghakimi anda para tukang kopas. Apa? Judul? ooh…. kalau anda baca blog ini dari jaman beheula, selalu ada ketidaknyambungan antara judul dan isi… biasa… strategi marketing, bungkusnya aje yang heboh, isinya mah… biasa aja… Posting aku, ya! Berisi protes, keprihatinan dan himbauan bagi siapa saja yang berniat copy-paste dari blog siapa saja, untuk selalu mencantumkan sumbernya. Itu saja. Ocehan lain, nggak penting. Memang belum ada aturannya, tapi itu bisa saja kita mulai dari diri kita sendiri. Menjadi penulis blog alias blogger *aduuuh… aku tuh agak malu pakai istilah blogger, kesannya kelas kakap, padahal nggak penting* yang punya manner, punya etika untuk menghargai tulisan orang lain, sekacrut apapun itu. Dan ini juga berisi himbauan untuk jangan malu menampilkan tulisan sendiri yang meskipun kacrut, tapi hasil karya diri sendiri. Siapa yang bisa melarang kekacrutan tulisan kita? wong kita nyampah di blog sendiri kok….
Keempat, well… ini agak personal… barangsiapa nggak punya logika panjang untuk mengartikan kata demi kata di semua posting nggak penting di blog ini, lebih baik… jangan baca, soalnya pasti bakal bikin kesel trus akan muncul penyesalan “halah… gak penting….” Lhoh… emang gak penting. Dan jangan mudah berburuk sangka jika anda masuk ke blog aku. Haram hukumnya. Dunia ini om, nggak ada warna hitam dan nggak ada warna putih, adanya abu-abu… sebab hitam dan putih itu bukan warna, hitam itu adalah keadaan dimana suatu bidang menyerap semua cahaya dan tidak memantulkannya lagi sedangkan putih adalah keadaan yang sebaliknya, cahaya dipantulkan seluruhnya. Dan abu-abu, bukan percampuran hitam dan putih, tapi beberapa warna… ada biru, ada merah, ada kuning juga… hm… sepertinya aku jago?! Nggak… ini guneman sok tau aja… tapi kalo penasaran aku bisa tanyain ke orang lab nanti resep bikin warna abu-abu, kasih tau warna Pantone-nya aja…

Yaaah sutralah….
Enjoy your day eperibodeh… semoga ada yang nraktir makan siang enak hari ini…. tanggal tua begini, kayanya ditraktir tuuuh…. nikmat banget…. :mrgreen: *ya iyalaaaaah… kagak tgl tua juga sedep*

pencuri-pencuri di dunia maya

Baca postingan dari neng Miund yang ini. Gileeee…. untuk kesekian kalinya kasus plagiatorisme *halah… bener gak sih nulisnya?* emh, peniruan tanpa ijin *maksa kudu bahasa Indonesia neeh* dihadapi oleh blogger. Dan kasus ini nggak cuma dihadapi oleh neng Miund aje, ada banyak blogger lain yang ocehan di blognya di copy paste oleh pihak lain yang tidak bertanggung jawab. Hmm.. aku nggak mau bilang yang kopipas itu blogger, karena dia bisanya cuma ngopi blog orang lain kok… bukan bikin tulisan sendiri, nge-blog sendiri… kalau mau ikutan go-blog jangan goblog dooong… *halah*
Eh, aku mengangkat topik ini bukan karena aku temen deket & kenal Miund ya *padahal pengen kenalan…plaaak* aku cuma seneng aja baca-baca di blog Miund, tapi memang kebangetan tuh orang-orang yang suka copy-paste. Menurut komen di posting itu, Okke sepatu merah juga sering di-copy-paste tulisannya. Dulu Ndoro Kakung pernah gambarnya tiba-tiba masuk buku tanpa ijin, tapi kasusnya udah kelar deh… maap, males buka-buka link lagi… tapi kayanya banyak yang tau. Seorang teman, James, ngasih tau kalo dia males sekarang pasang hasil karya di blog, karena ada salah satu hasil karya dia, diakui oleh seseorang dari Thailand dan dese dapet kerjaan gara-gara hasil karya James yang diakui sama dia, whooooaaaaa…. napsu banget aku dengernya….

Kenapa sih, kalau nggak kreatip dan nggak bisa menulis dengan baik, hadapi saja kenyataan bahwa blognya garing dan gak penting?
Terima aja bahwa go-blog itu, suka-suka aja…. mau nulis apa aja seterah… mau salah mau bener, mau penting mau nggak… ada yang baca atau gak ada yang baca…. *jangaaan duuuooong…. pan aku pengen pamer* ya pokonya… having fun aja…. nggak usah maksa blog hitnya harus tinggi, harus banyak yg nge-link… trus demi mencapai target itu, merasa tulisan biasa aja trus nyolong tulisan di blog orang lain. Jangan gilaaa dong…..Terima nasib aja…. Kayak blog ini misalnya, sumpaaaah… ini blog nggak penting banget, kata-katanya amburadul… penulisan tanda baca yang ngaco, penggunaan subyek, obyek, predikat yang nggak bener… pokona… nggak ada bagusnya deh… eh, ada ketang… kalo ada fotoku pasti bagus :mrgreen:
Tapi yaa… tapi, meski nggak penting… ternyata ada juga lo orang yang mau copy paste tulisan-tulisan aku yang nggak penting ini.

Ini contohnya, baca tulisan yang tentang Bandung yang ini. Ternyata ada blog, taglinenya berbagi ilmu pengetahuan, namanya desiran. Mungkin, dia juga mengetahui fakta yang sama tentang Bandung seperti aku *tsaaah* lalu menuangkannya ke dalam blognya yang berbagi ilmu pengetahuan itu… tapiiiii…. kok ada kesalahan pengetikan dan kata-kata yang sama persis dengan postinganku ya? Aduuuh… udah copy-paste… tapi teteuup… banyak salah… tolong kalau mau copy-paste tulisan aku, di edit dulu yaaa…. biar enakeun bacanya. Eeeh… selain dipasang di blog, ingpormasi tentang Bandung ini juga masuk ke infogue looh… dan bukan atas namaku tapi atas nama desiran.blogspot.com, lihat deh disini.
Selain di blog desiran ini, pada hari yang sama (18/06/2008) di forum kaskus seorang member dengan nick name givenrox, posting tentang hal yang sama, lagi-lagi sama persis dengan postinganku dan dengan kesalahan ketik yang sama. Entah pemilih desiran.blospot.com yang YM idnya ilyas_m85 ini sama dengan si givenrox atau nggak, tapi yang jelas dua-duanya meng-copy tulisanku dan mepublikasikannya lagi tanpa ijin, whuhuhuhu…. berani bilang meng-copy karenaaa…. sama persis aje itu tulisan… dan apa ilyas & givenrox juga buruh paberik tekstil? kok juga sama-sama kepikiran mau bikin acara textile, from past 2 future? Dan apa mereka kecanduan Bebek Van Java juga?! *nyengir jahil*

Yaah… memang mungkin kreatifitas itu nggak bisa didapat sama semua orang deh. Masih ingat komen di posting Rumah Makan Raja Melayu, yang bilang kalau ending tulisanku mirip dengan blog lain yang juga me-review tentang rumah makan yang sama?
Ketika aku lihat ke multiply itu, ternyata memang mirip bo… yaoloooh…. bahasa penulis blog itu, yang atas yang tadinya serius serta baik dan benar, kok tiba-tiba berubah jadi bahasa yang nggak penting serta tidak baik dan tidak benar ala aku ya? Hm… mungkin, beliau sekedar terinspirasi…

Dan aku, jadi gr, blog gak penting bisa juga menginspirasi dan dibajak sama orang… hm… sekarang belum kasus serius, tapi NGGANGGU *nah looo… tulisannya salah apa bener nih?*

Hiyyaaaa… posting kali ini topiknya lumayan penting, tapi lagi-lagi… aku nggak penting banget nulisnya…

Intinya, hargailah hasil karya orang lain, sebisa mungkin yaaa…. cantumkan creditnya…. Aduuh… ini memang cuma dunia maya yang belum jelas hukumnya soal bajak-membajak *yakiin?!* tapi… sebagai manusia yang baik dan benar, yang punya etika dan gengsi, malu dooong menampilkan tulisan orang lain tanpa minta ijin trus kepergok sama yang bikin tulisan…
Sutralah… sejelek apapun tulisan kamu, segaring apapun, kalau kamu memang suka nge-blog ya sutra… hajar aja… tiap orang, punya kelebihannya masing-masing… sama dengan tiap blog punya keasyikannya masing-masing. Apa? Apa asyiknya blog ini? Nggak penting! :mrgreen:

Tapi serius nih…. lain kali, kalau ada yang nyontek lagi, aku kepret beneran dan aku mendukung nih, buat blogger lain yang hasil karyanya dibajak untuk mengkepret pembajaknya.

PS. urusan bajak membajak ini, jangan dikaitkan sama dvd bajakan ya…. aku nontonnya selalu di bioskop kok, kecuali pelemnya emang gak masuk ke Indonesia *alesan & inpo gak penting*

i love you but i love ME more*

*Samantha Jones – Sex & The City Serial & Movie

Ini cerita udah lama siih…. kepikiran terus dari sejak nonton Sex And The City movie barengan sama anak-anak forum FD, nontonnya sendiri sih udin lamaaa…. Saat itu, meski sempet nangis terharu, tapi aku sudah menyangka endingnya bakal jadi seperti itu. Bukan berarti aku nggak suka sama filmnya, justru sebaliknya… SUKA BANGEEET!!!! Filmnya, menurutku lo yaaa…. cewek banget! Ceritanya memang cheesy *halah opo sih?* menye-menye… melulu soal cinta… ya iyalah… apalagi dalam hidup ini kalo nggak soal finding your love *tsaaah* baju, sepatu, tas, make up, hair do… semuanya menyenangkan untuk dilihat… yaoloooh… seneng banget liat warna-warni indah di pelem ini, apalagi waktu lihat adegan Carrie dipoto untuk Vogue… maaak!!!! Sumprita… aku nahan napas…
Emh… posting ini bukan review film *perlu diinpormasikan di awal*
Ini soal Samantha. Waduuh… :mrgreen: ni cewek beneran deh… jadi kaporit gw…. Dia cewek yang punya hormon esterogen sama banyak dengan laki-laki *halah*. Kamsudnya, si Samantha ini nggak pernah menutupi bahwa dia punya gairah yang sama seperti laki-laki, kalau laki-laki bisa melakukan dengan banyak perempuan dan seenaknya, kenapa perempuan juga nggak bisa melakukan hal yang sama? Gitulah kira-kira.
Murahan? Terlalu bebas? Gatel?
Hmm… mungkin, tapi aku teteup suka sama Samantha. Bukan saja karena semangat ‘girl power’nya itu… hehehehe ‘girl power’ ini makna ganda ya…. hehehehehe. Aku suka kejujuran Samantha, yang mengakui bahwa… perempuan juga punya gairah, punya nafsu, sekaligus punya hak yang sama soal sapa yang ngajak sapa duluan ke atas tempat tidur. Terlebih, Samantha punya quote yang ngena banget: “I love you, but I love ME more”. Haiyaaaah!!! Egois banget ya…. tapi ya cinta kan memang egois…. hah apa? Nggak setujuh? Ya nggak pa-pa… wong itu kan cuma menurutku…. Cinta itu memang egois… banyak orang yang maksa buat jadian, “aku nggak peduli kamu suka atau nggak, yang jelas aku cinta sama kamu, aku yakin bisa bikin kamu bahagia…” errr….. jadi inget sapa yaaa….. lalu ada lagi yang bilang, “aku rela aku begini, asal kamu bahagia, karena aku cinta kamu” errrr….. sinetron banget.
Mungkin, bisa jadi bahwa ‘I love you but I love me more’-nya Samantha ini adalah indikasi bahwa dese terlalu egois untuk bisa hidup bersama sang kekasih hingga akhir hayat? Dese lebih mementingkan diri sendiri? Bisa jadi begitu dan apa salahnya?
Menurut teori nggak pentingku, nggak ada yang salah dengan berpikir, lebih baik mengakhiri hubungan cinta karena lebih mencintai diri sendiri daripada pasangan. Egois di satu sisi tapi jujur dan efek ke depannya akan jauuuuh lebih baik daripada memaksakan diri.
Tapi, nggak ada yang salah juga dengan memaksakan diri untuk bertahan di satu hubungan meski hubungan itu mengalami ‘I love you but I love me more’, siapa tau besok-besok berubah jadi ‘I love you, I love me but I love us more’ hiahahahahaha aku tau… ini nggak banget.
Dan… nggak ada yang salah juga kalau punya cinta yang inginnya selalu memberi bukan menerima.
Toh semuanya itu masuk dalam kategori egois?! Naah yaa… aku jadi penasaran sama arti kata egois dalam kamus besar Bahasa Indonesia… nanti aku lihat aah….

Intinya?

Nggak jelas juga sih…. ini cuma sudah berputar-putar seperti kentut hansip aje di kepalaku….
Hah apa? Kenapa kentut hansip? Yaa… lihat saja seragam pak Hansip, ikat pinggangnya kenceng banget, lalu pake sepatu boot yang kenceng banget sedangkan celananya menggembung, kalau pak hansip kentut, pasti kentutnya berputar-putar saja di celana… naah.. pas pak hansip buka celana baru deh… hawa kentutnya keluar…. Sama seperti pemikiranku sekarang… mbulet di otak, harus dikeluarkan hawanya… hihihihi
Jadi, posting ini, bau seperti kentut? Halaaah!!!! Dari galamornya SATC kok jadi ke hansip kampung… maap atuuh…. udinlah… tante kerja lagi….

collector’s edition

Sudah pernah baca majalah Shape Indonesia? Semoga sudah dan malah sudah berlangganan. Untuk edisi July 2008, hukumnya… wajib beli majalah ini, covernya seperti ini lo:-

Kenapa mesti beli majalah ini? Karena ada akuuuu!!!!

Hahahahahaha….. sebagai banci tampil sejati, puas banget aku liat muke aku di majalah, gede pulak, satu halaman aje… penuh!!! Padahal artikelnya juga artikel make over… ketauan, sehari-harinya ancur banget makanya perlu make over…. hahahahaha nggak deng….
Pokonya seneng aje….
Oh ya… ada Mrs. Pradono juga di edisi ini, halaman 31.

Yooo!!! Hidup banci tampil!!!

percakapan antara mak & anak

Siang-siang pas jamnya ngantuk.. abis makan siang kekenyangan, tiba-tiba ada Mak yang drama queen nelpon, mau ngecek, anak perempuannya yg paling ayu *ya iyalah… paling ayu, secara anaknya cuma sebiji, nggak ada saingan 😆 * ada di mana.
Mak (logat Jawa lekoh bangeet): “Lagi ada dimana nduuk?”
Anak: “Di kantor Mah”
M: “Kantor Jakarta atau Bandung?”
A: “Jakarta”
M: “Ya sudah… baik-baik saja tho? Mamah mau pergi buwuh ini” – buwuh = ke kondangan bawa amplop isi duit… hehehehe
A: “Waduuh… wis musim buwuh tah?” – wis musim buwuh tah? = sudah musim kawinkah? :mrgreen:
M: “Ya nggak… kamu kapan rabi nduk? Biar aku nerima buwuhan juga? Biar Mamah punya cucu juga…” – rabi = kawin, beranak pinak
A: “Ntar Mah, nyari pacar dulu yang mau kawin ama aku”
M: “Iya!! Cepetan nyari, dari dulu… nyariiiiiii terus… cepetan”
A: “Udah Mamah aja yang nyariin pacar”
M: “Nggak mau ah… ntar nggak cocok, gak tau selera kamu”
A: “Lhoh… kok gak tau? Pokonya yang banyak duit mak…”
M: “Nah itulah yang susah… Mamah gak pernah ketemu cowok yang banyak duitnya…”
A: “Wah… Mamah cerdas!!” ngakak
M: ” Nah kan.. lagipula… gimana mulainya, kalau liat cowok rada lumayan, nanti Mamah nanya dia banyak duit apa nggak gitu?! Trus sekali waktu, ketemu cowok yang memang punya banyak duit tapi kakinya pengkor trus giginya mrongos, emang kamu beneran mau?” – gigi mrongos = gigi boneng / tonggos
A (makin ngakak): “Orang kaya gak mrongos kali Mah… punya duit buat pasang kawat gigi!!”

Percakapan antara mak & anak yang aneh.

What Should I Do to Marry a Rich Guy?

“Apparently this is a true story coz I read about it in Fortune Magazine. A young and pretty lady posted this on a popular forum.”

Here’s the question from the girl:

I’m going to be honest of what I’m going to say here. I’m 25 this year. I’m very pretty, have style and good taste.
I wish to marry a guy with $500k annual salary or above. You might say that I’m greedy, but an annual salary of $1M is considered only as middle class in New York. My requirement is not high.
Is there anyone in this forum who has an income of $500k annual salary? Are you all married? I wanted to ask: what should I do to marry rich persons like you?

Among those I’ve dated, the richest is $250k annual income, and it seems that this is my upper limit. If someone is going to move into high cost residential area on the west of New York City Garden, $250k annual income is not enough.

I’m here humbly to ask a few questions:
(1) Where do most rich bachelors hang out? (Please list down the names and addresses of bars, restaurant, gym)
(2) Which age group should I target?
(3) Why most wives of the riches is only average-looking? I’ve met a few girls who doesn’t have looks and are not interesting, but they are able to marry rich guys.
(4) How do you decide who can be your wife, and who can only be your girlfriend? (my target now is to get married)

Ms. Pretty

And here’s a reply from a Wall Street Financial guy:

Dear Ms. Pretty,

I have read your post with great interest.
Guess there are lots of girls out there who have similar questions like yours.
Please allow me to analyze your situation as a professional investor.
My annual income is more than $500k, which meets your requirement, so I hope everyone believes that I’m not wasting time here.

From the standpoint of a business person, it is a bad decision to marry you.
The answer is very simple, so let me explain. Put the details aside, what you’re trying to do is an exchange of “beauty” and “money”:

Person A provides beauty, and Person B pays for it, fair and square. However, there’s a deadly problem here: your beauty will fade, but my money will not be gone without any good reason. The fact is, my income might increase from year to year, but you can’t be prettier year after year. Hence from the viewpoint of economics, I am an appreciation asset, and you are a depreciation asset. It’s not just normal depreciation, but exponential depreciation. If that is your only asset, your value will be much worried 10 years later.

By the terms we use in Wall Street, every trading has a position, dating with you is also a “trading position”. If the trade value dropped we will sell it and it is not a good idea to keep it for long term same goes with the marriage that you wanted.
It might be cruel to say this, but in order to make a wiser decision any assets with great depreciation value will be sold or “leased”.

Anyone with over $500k annual income is not a fool; we would only date you, but will not marry you. I would advice that you forget looking for any clues to marry a rich guy. And by the way, you could make yourself to become a rich person with $500k annual income. This has better chance than finding a rich fool.

Hope this reply helps. If you are interested in “leasing” services, do contact me.


—————————————————————————————————————————–

Above is a forwarded e-mail that my friend sent to me, dunno where she got it, so I can’t put the credit, forgive me….

I find it hilarious and make sense for me.
What a life’s drama.
From day to day, am trying to find a true love but actually am only trying to find a true financing partner! :mrgreen: One of my friend asking me about a potential guy, and I replied her that am no more interest with him, I just want to have some fun not a serious dating, I’ll get bored quickly if I decided to tied up with him, and she asked, “why you’ll get bored? Or you just trying to find a reason? I think, your doubt is only because he is financially not stable”… umh…. glek. She pointed correctly.

Anyway, currently… am on my right track as am eagerly to pursuing my own ‘$500K annual salary’. My career, even it still looks like a joke *gosh!* is a better option rather than chasing a guy, who still in my imagination. For me, my happy-love-life is yet to come, it will come when it comes… right?! Errrr… well, of course it would be much more better if while pursuing ‘$500K annual salary’ *hope above than that* I have a ‘leasing services’ agreement with a guy of $500K.

Cheer up!!!
Life is to short to take everything seriously, we need a humor, but I tell you, this is not just a humor, I meant it :mrgreen:

dualisme

Lihatlah kedua tes gak penting ini:

1. boyish girl… dulu sih udin pernah ngisis kuisnya juga, hasilnya disindang.


You Are 70% Boyish and 30% Girlish


You are pretty evenly split down the middle – a total eunuch.
Okay, kidding about the eunuch part. But you do get along with both sexes.
You reject traditional gender roles. However, you don’t actively fight them.
You’re just you. You don’t try to be what people expect you to be.

2. persentasi male & female… dulu juga pernah ngisi kuisnya.


Your Brain is 73% Female, 27% Male


Your brain leans female
You think with your heart, not your head
Sweet and considerate, you are a giver
But you’re tough enough not to let anyone take advantage of you!

Tauuu… tauuuuu…. nggak penting neh… cuma seru aja… aku ini rupanya, menurut kuis-kuis itu, cowok banget tapi juga cewek banget… hehehehe gimandang sih? Kalau dipikir-pikir, secara penampilan… nggak tuh, aku gak cowok banget… cewek banget malah, soalnya full lenongan… eh, tapi kadang jadi mirip banci…

Sutralah….

Eh, kalian cobain deh… kuisnya ada banyak dan macem-macem… jelas nggak penting, tapi seru aja.

hebat kan?!

10 tahun di Bandung, 4 kali pindah kos. Bandingkan dengan: 8 bulan di Jakarta, 3 kali pindah kos.
Hebat yaaa….
Ada yang mau bantuin aku pindahan?
*ketawa ironi* hebat banget ya Jakarta, bisa merubah aku yang pemalas ini menjadi rajin packing setiap tiga bulan, demi rupiah yang bisa dihemat.
Damn!!!
Hidup makin mahal aja… kalau gini terus ceritanya, kapan aku kawin dan beranak pinak?

….
G: “Gw kan pengen punya anak cepet-cepet Miu”
A: “Haiiyaaah… yakin lo bisa ngasih makan anak bini lo? Hari gini apa-apa mahal gini… gw juga mau punya anak, tapi ngeri kalau disuruh cepet-cepet, gak deh… gw bikinnya aje”
G: “Sebutin sepuluh alasan, elo males punya anak cepet-cepet”
A: “Pertama, mahhhal! Kedua, mahalll! Ketiga, mahaalll! Keempat, mahhaaalll!!! Kelima, maaaahhhaal! Keenam, gw masih pengen seneng-seneng, selanjutnya… gw mikir dulu deh”
G: “Gile loooo!!! Alesan looo….”
A: “Masuk akal kan?”
G: “Iya juga ya Miu, sekolahnya… makannya…”
A: “Haaa… nyadar lo, belom lagi kalo maknya tukang lenong, itung tuh lenongan maknya…”
G: “Gile looo!!! Dasar tukang lenong… banci!!”
……

Nah, bener aje kan… akan tiba masanya dimana upah sehari adalah secupak gandum. I believe that…
Tapi aku kan juga pengen beranak pinak, pengen juga seneng-seneng dan macem-macem, jangan dulu doooong… kamsudnya, jangan tiba dulu masa itu… hehehehehe nawar….

Memaaaang… memang…. Hidup ini tak melulu soal materi, soal duit… tapi kalo ada duit… setidaknya… tante kan gak perlu pindahan sampe tiga kali bejini…. *hiperbola sih emang*

Aaah… sutralah, ini kan sebenernya cuma ngomel soal pindahan kos aja.

Have a nice weekend saja eperibodeh… tante hari ini pindahan kos… angkat-angkat barang… ada yang mau bantuin? (dalam doa)

bulan back to mantan

Aku sama Manusia Laut balikan? hmm… biarlah itu tetap menjadi misteri *halah*
Bejini, masih ingat cerita gak penting ini? Iya… sampai sekarang pun aku masih belum tau apa fungsi dan gunanya aku di dunia ini selain menyampah… *sutralah hai* singkatnya, si mahluk dari Indonesia timur (kita singkat mdit yaah) sana ituh, sudah menikah seminggu yang lalu, padahal… padahal… baru saja keukeuh sumekeuh belum ada dua bulan, terakhir kali kontak mungkin sebulan yang lalu, ketika si mdit ituh ada di kampung halaman kami dan bertemu si mamah. Kemarin, aku ketemuan sama dese & istrinya. Cantiiik neek… cemburu? Nggak, beneran nggak… I’m happy for him, he was my best friend dan aku ikut bersyukur dia menikah sama cewek baik-baik, cantik juga bisa nyari duit, kalem pulak… almost perfect…
Cuma aku teteup kepikiran, lebih kepikiran ke arah konyol sih, aku dulu pernah cerita kan, kalau aku ini seperti penarik magnet *err… tepatnya punya wajah putus asa, seperti ngomong: pacari aku :mrgreen:* buat orang-orang yang mau menikah… Tapi mungkin nggak juga, sebab si mdit cerita, kalau sebenarnya baru bertemu lagi sama si istri ini, yang sebenarnya adalah mantan pacar pas SMA. Kemudian dalam waktu empat hari, mereka memutuskan melakukan ijab kabul, ya terkabul sudah doanya temanku untuk segera punya istri. Eeeeh…. bentar… bentar… kok tiba-tiba otakku nyambung sama kejadian yang ini ya? Ada yang jadian dalam waktu empat hari… lalu, setelah itu ada yang melamar kurang dari seminggu dan sekarang si mahluk yang pernah melamar dalam waktu kurang dalam seminggu itu menikah dalam waktu kurang dari empat hari. Haiyaah… ada apa dengan empat hari?

Well, drama banget ya hidup ini.

Teruuusss… sinetronnya nggak tamat sampai situ, setelah terima telpon dari mdit dan mendapat kabar pernikahannya yang baru berumur seminggu, si ginko telpon, dan cerita soal kencannya sama mantan pacar lalu sepertinya, mereka melakukan rekonsiliasi hubungan lagi. Sumprita, sampai situ aku sudah nggak tahan untuk nggak ketawa ngakak penuh ironi *halah* “boo…. jadi judulnya… bulan ini bulan back to mantan ya neek?”
g: “??!?”
a: “Ya iyalah…. inget temenku si anu… yang bla… bla… bla…? Dia kawin sama mantannya pas SMA, tau nggak lo.. bla…bla.. blaa… ” *ratu gosip mode on*
g: ngakak abis… “kok pas banget ya nek? Bener juga lo… bulan back to mantan… tapi klo gw bilang, elo sih pelopornya”
a: “kamsud lo?”
g: “manusia laut”
a: “naaa…. nggak, nah elo sendiri, kapan lo nentuin tanggal baik?”
g: “kamsud looh?”
a: “kata gw, temen gw bener… klo balik sama mantan, ngapain pacaran lagi, udah tua neek… ngabis-ngabisin waktu, udah pernah pacaran… mending langsung aja, tentuin tanggal baik dan pesen gedung”
g: “gile looh! Nggak gitu kalee.. tau ah Miu… lo ndiri, ama manusia laut?”
a: “nggak balikan! Kan gw dah bilang, manusia laut udah confirm dia nggak mau nikah ama gw… jadi buat apa gw balikan?”
g: *nyanyi sambil ketawa* cinta ini… membunuuhkuuuuuu
a: “anjrit!”
Aaaaaaah… mungkin ini memang bulan back to mantan, tapi buat orang lain bukan buat aku.
Nah, yang balikan sama mantan, udah… buruan, tentuin tanggal baik, keburu tanggal yang lain nggak baik… *piiiss aaah*

cintanya lebih besar daripada cintaku

Emmm… emang judulnya dangdut banget… malahan, ini aku sambil minum bir dan nyanyi-nyanyi kaulah yang sejatiiii… berjuang dengan hatiiii…..

Tadi subuh, ketika aku belum sepenuhnya bangun dari tidur, agak samar-samar gitu… tiba-tiba di otakku seperti terbentuk kalimat: cintanya lebih besar daripada cintaku :mrgren: dan entah kenapa, itu langsung nyambung dengan percakapan di YM dengan seorang teman, sebut saja A, beberapa minggu yang lalu. Dia bilang, “tjep, kan lebih baik dicintai daripada mencintai, dengan arti nggak cinta, tapi bagusnya, lebih bagus porsi dia yang mencintai lebih besar daripada elo”. Aku sih setuju saja, sebab memang lebih bagus begitu, kalau dia yang cinta, pasti dia ngikut aja apa mau kita… *wanita tak tau diri… plaaak*. Namun ada juga seorang teman, sebut saja B, yang pernah berkata, bahwa dia memilih untuk mencintai, jika sudah sampai pada masa pernikahan akan hampa rasanya hidup ini jika tak hidup bersama dengan orang yang kita cintai, meskipun si dia mencintai kita dengan sepenuh hati, kita pasti akan merasa tersiksa karena tidak mencintai dia. Temanku, si B ini kurang lebihnya tidak setujuh dengan si A. Mereka berseberangan pendapat tentang porsi cinta, jikalau tidak bertemu dengan cinta yang ideal.

Cinta yang ideal? Hmm… percintaan yang ideal, mungkin lebih tepatnya seperti itu. Percintaan yang ideal, menurutku, adalah cinta yang saling berbalaslah, tak terukur, siapa yang mencintai siapa, mana yang lebih banyak dan mana yang lebih sedikit. Cinta itu seperti percakapan, resiprokal *halah*. Dia memberi, kita menerima. Kita memberi dan dia menerima. Itu idealnya kaan… tapi kenyatan hidup, seringkali tidak memberikan kesempatan untuk mendapatkan apa yang kita anggap ideal itu.

Hm… aku sendiri, jika tak mendapat cinta yang ideal (menurut versi ngawurku itu), akan memilih opsi pertama, yang dibilang oleh temanku si A. Aku lebih memilih untuk dicintai. Seperti kataku tadi, kalau dia yang cinta, akan lebih mudah bagiku untuk ‘menindasnya’ 😆 . Nggak deeng… aku memilih opsi pertama, karena menurutku, mudah sekali meluluhkan hati wanita daripada hati seorang pria *halah*. Meeemang… bakal ada yang menyanggah, tergantung wanitanya seperti apa dan prianya seperti apa… Ya, wanitanya yang seperti aku, yang gampang sekali termehe-mehe liat cowok ganteng dan bergigi rapih… trus prianya yang seperti Keanu Reeves, mas Ken yang ganteng…. *plaaaak*
Kalau Vega, lain lagi, dia memilih unutk mencintai sampai mati *tsaah* cintanya begitu posesif sehingga membuat Ken ketakutan dan harus lari, tapi cinta itu sekaligus membebaskan.

Dari percintaan yang ideal, mari kita *kita? elo aja kaleee* menelusuri cinta itu sendiri. Apa sih cinta? Cinta itu sayang.
Nah… sekarang, mana yang benar: cintai aku, sayang… atau sayangi aku, cinta… atau mungkin… sayang sekali kau cinta padaku? *haiiiyaaah!*

Aduuh… lagi berputar-putar di kata-kata cinta euy….

Sutralah… tante tidur lagi aja… siapa tau, mimpi nanti malam meneruskan apa yang sudah dimulai tadi subuh… :mrgreen: *kerja dulu neeek*

baterai kebanyakan daya

Hahahaha… judulnya emang gue banget!! :mrgreen:

Weekend kemaren, aku ke Bandung. Emh, kamsudnya, beneran jalan-jalan di Bandung, memang sih minggu kemaren aja udah beberapa kali pp Jakarta -Bandung, tapi kan nggak ke kota, cuma sampe pabrik doang 😦 nah, sabtu-minggu kemaren aku pergi sama temen-temen dari forum FD, kebayang dong serunya…. meski aku sendiri berangkatnya agak riweuh, karena urusan kerjaan yang bikin gak puguh, tapi weekend kemarin aku bener-bener di re-charge. Puas keketawaan, puas ngerumpi, puas makan dan belanja *emh… nggak sih, masih kurang kalo dua yg terakhir ituh*.

Daan…. aku ketemu lagi sama si ganteng yang ini. Meski aku salah nyatet nomer telpon dia, untungnya aku nggak salah ngasih nomer telpon dia! dan kami sudah beberapa saat ini, keep in contact *halah*… emang sih, ada alasannya, tapi alasannya menguntungkan kedua belah pihak mah gak pa-pa… aku untung secara moril dan materiil malah…. 😆 aduuh siapa sih yang bisa menolak untuk berbisnis haram sama cowok ganteng? hiahahahahaha… apa bisnis kami? Hm… biarlah itu menjadi misteri… hahahahaha

Oleh-olehnya dari Bandung? Ini aja deh….

hahahahaha…. sebenernya… ini nggak mabuk kok, cuma gaya doang… *in denial* serius… nggak mabuk, cuma sedikit pusing… 😆 nggak deng, ini cuma gaya biar dipoto dan mejeng, sebagai banci tampil, yang paling penting adalah eksistensi, nggak peduli tampil bagus atau tampil jelek, betul tidak?


Ini sebenernya tes foto gak sengaja… *apa sih tjeep?*. Ini ekspresi seneng banget neeek…. 😆

gambar-gambar ini, diabadikan oleh Sartje, yang weekend kmaren puas banget nyepet aku… 😆 ati-ati naksir lo… hiiaaahahahahahaha….

Aduuh…. gw nyengir lagi ngebayangin weekend kmaren… seneng banget deh….
Linda, Sartje, Ijoli, Dhyta, Ayu, Lena, Juleha, Bebe d’Amour, Iyank…. terimakasih yaaa teman-teman… I really had so much fun… seneng banget daah!!!! dan batere gw, udah full lageee…. *padahal dari kmaren juga full terus*

perempuan & rasa sakit

Tiba-tiba, teringat sama buku ini, yang aku udah baca laaamaaaa banget, ada kali dua tahun…
Buku itu menceritakan tentang kehidupan Moi, yang berada di tengah-tengah sosialita Manhattan *hadooh…. New York… New York…. betapa inginnya aku mengunjungimu*. Emh… na… aku nggak akan menceritakan isi buku itu. Ini bukan review yang nggak penting… bosen ah…. Aku hanya tiba-tiba mengingat beberapa detail dari buku itu saja. Salah satunya, bikini wax. Hm… yang otaknya kotor, boleh nggak nerusin baca posting nggak penting ini, silahkan bacut sajah…
Tokoh Moi, mengatakan sangat kecanduan pada waxing. Aku agak lupa bagaimana kata-katanya, tapi si Moi bilang, dia sangat menyukai NY karena, dia mengenal bikini waxing di NY, mengapa peradaban London tidak mengenal bikini waxing? (si Moi ini berasal dari London) 😆 maapkeun aku kalau aku agak lupa mengutip, pokona… kitulah…
Di Jakarta, aku mulai mengenal waxing, yang dibilang si Moi merupakan peradaban manusia.
Uuugh… setiap kali aku bilang waxing, semua teman langsung bilang, “aaauw… kan sakit banget”. Embeeerrr… yang namanya juga waxing, ‘penganiayaan’ terhadap bulu, pencabutan paksa… mau dimanapun letaknya, pasti sakit… mau bulu ketek, bulu alis… bulu-bulu yang lainnya. Konon, Menakjingga, Raja Blambangan yang jatuh cinta pada Ratu Kencana Wungu, mempunyai kelemahan, yaitu bulu-bulu halus yang ada di jempol kakinya, dia paling nggak tahan sakitnya kalau bulu-bulu itu dicabut.
Back to waxing.
Ada salon pencabutan bulu yang terkenal banget di antara aku dan teman-teman lenong, letaknya di Puloraya. Bisa waxing & threading… mulai dari alis, bulu-bulu alus yang tumbuh di wajah, bulu ketek, dll. Pokona kumplit banget. Seorang teman yang fanatik banget sama salon ini, pernah bilang kalau si ibu pemilik salon ini adalah tukang threading alis terbagus se-jakarta raya *tsaah*. Kalau aku bilang, murah meriah bahagia, jadi aku puas! Rela deh ngantri laaamaaa banget hanya buat ‘disiksa’. Pertama kali waxing, aku jejeritan… 😆 sumpe, sakit boo… sempet kepikir, nggak bakal lagi-lagi deh…. tapi pas udah kelar dan puas sama hasilnya… pendapat berubah, bulan depannya…. balik lagi, rela ngantri untuk disakiti, dan berulang terus, lagi dan lagi setiap bulan. Sekarang, menurut standar Moi, aku sudah beradab :mrgreen:
Dan, kadang sambil senyum sendiri *ember… aku kan emang suka senyum2 sendiri… sakit jiwa!* aku suka bilang, “betapa hidupku berubah, setelah mengenal waxing dan sebelum mengenal waxing, jangan-jangan… deep inside, aku seorang sado masokis” 😆

Hmm….

Perempuan, demen banget ya disakiti. Untuk disakiti rela ngantri *hey, it rhymes*. Daaan… untuk urusan hati juga begitu… wuaaduuh… iyaa.. tau… nggak ada orang yang mau disakiti, tapi seringkali, kejadian yang bikin sakit hati itu kita sendiri yang memulai. Nah looo….
Kamsudnya, kadang, kita sendiri yang nyari-nyari masalah… sudah tau dari awal bahwa kalau hubungan ini diteruskan, kemungkinan besar akan berdampak sakit hati di pihak perempuan, tapi teteup aja berlanjut. Hiyaaa…. hati selalu mengalahkan logika kuakui…. ku main hati… *nyanyi-nyanyi lagu Andra & The Backbone*. Apa? Berkaitan sama aku & ginko? Nggak kok, kami baik-baik aja, nggak ada perkembangan berarti dan nggak ada yang sakit-menyakiti sejauh ini. Ini cuma pemikiran sontoloyo saja.

Tapi, memang mungkin cetakannya perempuan seperti itu. Pernah suatu kali, si pak Bos, ngobrol sama aku, lupa apa topik awalnya, kami kemudian end up dengan pembicaraan soal relasi antara perempuan & laki-laki, katanya, ” Woman are like wire, looks weak but when someone trying to make them broke, they’re just bending not broken, different with man, they lok strong like steel, but when it got hit, they will broke”.
Mungkin, karena terlahir dengan cetakan yang lebih tahan terhadap sakit, gampang beradaptasi terhadap rasa sakit… maka perempuan, secara naluriah, mencari sumber kesakitannya… haiyaaah!!!!

Sutralah, kok makin ngaco…. minum kopi dulu aah…