Penting Untuk Berbahagia

Adakah cara lain untuk berbahagia selain dengan terus hidup, berjalan maju, melupakan dan merelakan?

Beberapa hari yang lalu, saya share posting dari linimasa di FB, sekalian pake enswei-swei… ya gitu deh, terus ngalor ngidul dan berujung pada, tolong dong doain saya supaya bahagia dalam segala hal.

Oh… well…

Seperti biasa, setelah berhari-hari… dipikir terus… diulang-ulang terus… saya jadi mikir, lama-lama kok saya jadi terobsesi sama kebahagiaan. Terobsesi menjadi bahagia. Apakah bahagia itu? Seperti apa manusia yang bahagia itu? Apakah saya berbahagia? Atau pura-pura bahagia?

Lagi-lagi ternyata… saya nggak tau apa-apa. Semua kata-kata seperti hilang makna, nggak ada artinya karena terlalu berlebihan dalam penggunaannya.

Photo 13-08-15 09.30.33Jika bahagia itu berwujud rasa syukur yang sederhana; seperti saat pagi hari menghirup udara segar dan sadar bahwa hari ini adalah hari baru, tambahan kesempatan untuk merengek pada Sang Hidup, nah…  maka saya berbahagia.

Jika bahagia itu adalah kumpulan rasa senang, dari hal-hal sepele yang tiap detik saya alami, maka saya berbahagia.

Jika bahagia juga mengandung sedih, marah, kecewa juga khawatir; rasa yang membuktikan bahwa saya merasa dan hidup, maka saya berbahagia.

Saya telah berbahagia. Sedang berbahagia. Akan berbahagia. Selalu.

Semoga semua mahluk di muka bumi ini selalu berbahagia. Selamat berakhir pekan.

Photo 14-08-15 07.13.51

Wine, Lisptick, Cigarette & the Girl


Gambar diambil weekend kemaren, tukang fotonya ya aku-laaah… Yang jadi focus sih maunya segelas Moscato D’Asti dessert & MAC Lipstick in Ruby Woo color. Tapi karena amatiran, jadi semuanya keambil sebagai focus 😛 tak apalah… yang penting pesannya nyampe.

Imej yang disampaikan, apakah hedonist? Terlalu urban? Pamer? Hura-hura gak penting? 😆 Boleh saja dianggap begitu, tak apalah… aku cuma sekedar bersenang-senang dengan obyek yang dikumpulkan secara spontan, untuk menunjukan bahwa, aku menikmati setiap waktuku.
Gambar bercerita banyak banyak tanpa perlu berkata-kata. Memicu banyak makna yang tersimpan dalam memori otak kita yang gak terlalu besar ini. Tapi, seringkali, kita memerlukan kata-kata yang lebih dari cukup untuk meluruskan makna yang kadung tersimpan salah di kepala. Aku jadi ingat Ken-nya Vega di The PatchWork, dia mengatakan pada Vega, bahwa kata-kata sebenarnya tanpa makna, kata-kata hanyalah pemicu makna yang sudah terimpan di otak. Hmmm… jadi gambar dengan banyak kata-kata sebenarnya juga tak perlu.
Tapi, bukankah kita, lebih tepatnya aku… suka menghabiskan waktuku dengan hal-hal yang tak perlu? 😆 Yaa… yaa…
Kami, aku dan beberapa teman cewe *hi girls, i’ve so much fun, let’s do it again sometime*, menghabiskan malam itu dengan keceriaan khas cewek, apalagi kalau bukan ngelenong rame-rame, mendengarkan musik, makan kudapan, menghirup ‘oksigen’ *aku cukup O2 saja 😆 *, foto-foto pakai kamera ‘beneran’ dan melengkapi kehebohan malam itu, tuan rumah menyajikan Moscato D’Asti sparkling wine yang terkategorikan dalam dessert wine. Hmmm… di otakku, kombinasi dari semua itu berputar-putar, memicu beberapa kata-kata kunci seperti: urban life, big girl in a big city, a girl without a boy, me and my lipstick. Intinya, aku agak-agak berubah jadi autis dalam berkomunikasi, karena sibuk untuk menelusuri simpul-simpul di otak tentang kata-kata dan makna. Bukan karena Moscatonya… aku cuma minum segelas lebih banyak kok, tidak ada apa-apanya dibandingkan kejadian waktu itu.

Hingga sekarang, ketika melihat foto ini lagi, aku merasa, ada simpul yang susah sekali aku buka, berkaitan dengan apa akupun masih gelisah untuk mencarinya. Ada yang bisa membantu dengan mengatakan padaku, beberapa kata kunci yang kalian ingat ketika melihat gambar ini?

Aduuuh, ini posting nggak penting lagi… dan kalian terjebak dalam teka-teki gak penting 😛 sebab, yang memberi teka-teki pun sebenarnya sedang bingung, apa yang mau ditanyakannya.

Sutralah… semoga menghibur *halah naon seeeh* eh, tapi beneran yaaa… kasih tau… apa sih?

PS. Ini mah, mumpung inget aja, semalem, ketika lagi ngobrol sama nyokapnya Ginko, lupa gimana asal muasalnya, aku mencetuskan kat-kata cemerlang: jaman memang sudah berubah, cewe jaman sekarang udah gak takut sama hantu lagi, dan gak takut juga sama cowok apalagi yang gak punya duit, tapi takut banget nggak punya duit. Ngerti kan kamsudku? Dan yang ada, orang-orang semeja makan bengong semua, si miu-miu ngoceh apa sih? 😆 ah… ini mah gak penting, cuma keinget aja sekalian ditulis. Hehehehehehe.