Tantangan Hidup

Kadang-kadang nih ya… saya suka merasa pinter, cemerlang penuh pencerahan gitu. Tapi ya kadang-kadang aja, seringnya sih sadar diri bahwa saya kurpin dan mampu berpikir seadanya saja, otak berjalan semestinya menggerakkan otot sadar dan tak sadar untuk bernafas dengan teratur agar tetap hidup. Hal-hal sepele yang nggak ada tantangannya.

Dan, ketika sampai pada topik tantangan inilah, tiba-tiba lampu di kepala saya nyala, maktring!!! Saya penuh pencerahan. Continue reading “Tantangan Hidup”

Ya Namanya Juga Cinta

Hari Sabtu kemarin, saya ketemu salah satu teman saya yang terabsurd, yang nggak tau kalau ketemu sebenernya kita ngomongin apa sih? Tapi saya selalu menunggu-nunggu pertemuan absurd semacam itu, yang seringkali mengingatkan saya pada hal-hal penting yang saya sudah lupa. Continue reading “Ya Namanya Juga Cinta”

Gambar Ilustrasi

Akhir-akhir ini saya kembali pada kegemaran lama, yaitu menggambar. Sama halnya dengan menulis untuk mengurai benang kusut di kepala, menggambar juga merupakan media saya untuk menuangkan kegelisahan yang tidak bisa saya ungkapkan dengan kata-kata. Kesedihan, bisa berupa warna-warni kembang. Rasa senang, dapat mewujud dalam gelora ombak di lautan luas. Menggambar, jadi bahasa yang baru, yang sangat personal. Continue reading “Gambar Ilustrasi”

Hal-Hal Besar

Akhir-akhir ini, pagi menjadi waktu yang penuh inspirasi buat saya… hahaha… biasanya, ide datang ketika tengah malam, saat menjelang tidur mengevaluasi apa yang terjadi hari itu dan berkhayal, besok akan seperti apa. Tetapi, beberapa waktu terakhir…waktu pasang alis pagi hari, saat saya melihat ke mata saya sendiri, entah mengapa, suara di kepala saya selalu membisikkan ide-ide yang ajaib. Tadi pagi, ia bertanya, “hal apa yang paling kamu inginkan saat ini, Ruth Wijaya?” Continue reading “Hal-Hal Besar”

Kritik Untumu!

Bahasa adalah rasa. Kata-kata tanpa arti, mereka hanya memanggil makna yang sudah tersimpan di dalam benak. Dan kita mempercayai apa yang kita ingin percayai.

Lalu selesailah semua perdebatan yang ada di kepala saya, segala omelan dan kekesalan mengenai kenyinyiran manusia. Tapi tunggu, sebelum menutup semua perdebatan (di kepala saya sendiri) saya mau ngomel dulu. Continue reading “Kritik Untumu!”

Dari Jendela Kereta

img_7400_zps0uu4yyiq

Dari dalam kereta melintasi desa-desa,

Memandang pohon-pohon berkelebatan,

Kejar – mengejar dengan tiang listrik yang berjajar di pinggir pematang,

Langit biru memanggil kenangan,

Oh, seketika rindu kembali pada ingatan.

Dari dalam kereta di tengah hiruk pikuk Jakarta,

Rumah-rumah berjejalan dengan jalan raya,

Dalam sekelebatan berganti dengan gedung-gedung yang menantang angkasa,

Mobil motor metromini kopaja,

Berjajar tak sabar menunggu kereta lewat,

Dengan klakson yang tak henti-henti memekakkan telinga,

Udara lebih berat dan pekat,

Hidup terasa sesak.

Namun, rindu tetap tinggal.

Menguping Rahasia

Ia menatap karibnya yang resah, lama sebelum akhirnya ia berkata, “jadi kamu masih rajin mengikuti perkembangan si anu?”

“Iya, “karibnya berkata lirih, agak malu-malu. Ada rasa bersalah, tapi juga sebersit pembenaran, apa salahnya?

“Katanya kamu sudah diblok dari semua sosial medianya?”

Kali ini dia benar-benar salah tingkah karena malu, “aku buat akun baru, anonim… aku mengikutinya akun dia dan pacar barunya.” Continue reading “Menguping Rahasia”

Peri Hutan

Pernahkah kuceritakan kepadamu mengenai kolam di Hutan? Kolam tempat Lotus, Lily dan seribu bunga lain tumbuh? Kolam tempat kami para jiwa, bergelayut terikat pada pohon kami masing-masing. Saat malam hari, kami akan memandangi air kolam yang seperti cermin memantulkan langit penuh bintang. Saat siang tiba, udara dingin naik dari permukaan kolam, menyejukan jiwa yang terikat makin erat pada pohon-pohon kami. Continue reading “Peri Hutan”