Menunggu Inspirasi

Seperti menanti Godot. Eh, nggak juga sih… sebenarnya ia datang, tapi kemudian lenyap begitu saja ketika hendak dituliskan. Kata-kata yang sudah ada di kepala, saat mak-triiiing itu tadi, tiba-tiba saja jadi garing dan nggak ada artinya, padahal perasaan nih ya… tadi tuh dalem banget…

Itulah sebabnya saya nggak update blog ini. Menggambar pun saya sedang tidak ada gairah. Menulis cerita soal makanan atau kopi? Paling banter di IG, dan tetap saja berasa garing. Entahlah. Continue reading “Menunggu Inspirasi”

Pak Dendy VS Intoleransi

Hari ini, eh tepatnya kemarin deng… timeline FB saya dipenuhi oleh posting video seorang perempuan yang dihujani uang! Huwow! Hidup Bu Dendy! Mungkin ada yang belum tahu soal cerita ini, baiklah… secara singkat akan saya ceritakan kembali.

Konon, perempuan yang dihujani uang tersebut adalah orang ketiga dalam rumah tangga Pak Dendy dan Bu Dendy. Dia, entah bagaimana, atau mungkin dipanggil oleh Bu Dendy untuk datang ke rumah untuk dimaki-maki dan dihujani duit, sementara seluruh proses ini direkam dan tersebar di jagat FB. Itu duitnya bauanyaaaaak banget! Caci maki Bu Dendy ini menggunakan Bahasa Jawa, dan sebenernya agak kocak sih kalau diterjemahkan… kurleb gini, “maumu apa sama Pak Dendy? Kamu maunya apa? Uang?! Nih!” lalu Bu Dendy lempar duit, “kurang? Nih! Makan uangnya! Nih! Cukup buat kamu bikin rumah! Pak Dendy itu kasih uang kamu yang dipake uangku! Hasil kerjaku! Kamu mau uang? Nih makan ni uang!” setiap kata nih, duit berhamburan saudara-saudaraaa…. di akhir video, kita mandi uang… aselik, saya pengen mungutin tuh uang, takrapihin lalu takkarungin buat beli rumah. Nyoh! Continue reading “Pak Dendy VS Intoleransi”