Pria Baja Berhati Busa

Man of Steel, si pria baja ini adalah film terbaru dari adaptasi komik Superman yang menceritakan asal muasal Clark Kent, sang superhuman.

Salah satu penulis cerita film ini adalah Christopher Nolan, yang terkenal dengan menyoroti superhero yang manusiawi, bahwa superhero juga punya kelemahan, sebagaimana manusia yang lain. Seperti yang dia lakukan pada trilogy terakhir Batman.

Lalu apa yang dia lakukan pada Superman? Apakah Kal-El yang bukan mahluk bumi ini tetap akan dimanusiakan?

Antara ya dan tidak.

Kekuatan Kal-El sebagai mahluk Kryptonian yang super malah menjadi kelemahannya. Bagaimana ia kesakitan dan kebingungan saat kecil. Ia menjadi lebih berguna ketika ia bisa mengendalikan kekuatannya, baru deh dia bisa jadi superhuman. Lalu karena ia dibesarkan oleh manusia, ya mau nggak mau ia jadi seperti manusia yang membesarkannya. Mempunyai welas asih pada lingkungan yang mengadopsinya.

Lho kok bisa, apakah mahluk Krypton juga memiliki rasa seperti manusia bumi? Nggak tau. Tapi Kal-El ini berbeda dengan mahluk Krypton lain, yang selama berabad-abad lahir dari hasil pembiakan genetis, sudah diprogram sejak awal akan prajurit-kah, ilmuwan kah…bayi-bayi itu tidak memiliki pilihan, kelahirannya sudah ditentukan. Berbeda dengan Kal-El yang diceritakan lahir secara alami, dan bahkan ia dikirim ke bumi oleh orang tuanya, agar mempunyai pilihan.

Cerdas sekali latar belakangnya. Bahkan sampai membuat saya jadi bersimpati pada Jenderal Zod yang jahara nggak ketulungan. Tapi dia nggak salah, nggak jahat kalau dikaitkan dengan tujuan awal mengapa ia dilahirkan. Ia memang dibenihkan untuk jadi seperti itu. Ia tak punya pilihan.

Saya suka film ini. Soundtracknya juga mantab, terutama bagian saat Jenderal Zod melakukan terraform. Aje gile… serem bok… seolah-olah atmosfir di ruangan bioskop ikut tersedot lalu dihempaskan oleh bunyi itu.

Ada beberapa goof juga sih di film itu, tapi sutralah ya neik.

Saya toh sudah memaafkan rambut superman yang gak bergerak sedikit pun, meski udah babak belur dilempar & ditendang Faora, udah sekarat saat menghancurkan mesin terraform, gpp dah… saya maafkan, karena Kal-El ganteng! 😆

Dengan kekecean film ini, mungkin akan ada sekuel selanjutnya. Meri kita nantiken.