Dua Puluh Dua Satu

Halo! Saya masih hidup! Sehat, waras dan berbahagia. Sungguh.

Memang, saya mengalami pasang surut perasaan dalam beberapa bulan terakhir ini. Penyebabnya banyak, memang kehilangan pekerjaan menjadi pukulan terbesar dan banyak hal yang akhirnya tersangkut paut. Kenapa nggak cari kerja lagi secepatnya? Atau memulai usaha secepatnya… jangan hanya mengomel dan menyesali diri saja. Oh… percayalah, saya punya seribu teori dan motivasi untuk menggerakkan mood saya, tapi ya begitulah.

Continue reading “Dua Puluh Dua Satu”

Menggoda Tuhan

Dua hari yang lalu, saya terkikik geli sendiri ketika saya berdoa, Tuhan… ayolah… Tuhan kasih aku yang ini atau yang itu, pokoknya salah satu dari dua itu… Tuhan udah nggak mengabulkan permintaanku yang kemarin, nah yang sekarang satu ini dong… salah satu, please…

Eh elu siapa Joniiiii?! Dan Tuhan yang mana yang sedang kau ancam?

Continue reading “Menggoda Tuhan”

A Sigh

What’s better to do if you cannot sleep at midnight? Correct. Write a blog post. Well, I’m trying to keep the promise (to myself) that I will write regularly and to add the challenge, let’s do it in English.

I don’t know what I’m doing, for sure, but life is like that. Challenges meant that we are alive. Our existence depends on how we survive the challenge. Not necessarily win it, as no one will ever win and get out alive from this life.

Continue reading “A Sigh”

Pokoknya, Minta Sama Tuhan Aja!

Iman dan hal-hal yang kita inginkan.

Ya kalau lagi bokek terutama, saya selalu bilang dalam hati, ya Tuhaaaan…. mbokyao tolong aku ini dikasih rejeki, uang banyak jadi mau ngapa-ngapain gampang! Tolong ya Tuhan, kasih hambaMu ini rejeki… trus ngarepnya, ujug-ujug pas buka tas, terdapat bergepok-gepok seratusan ribu gitu. Kan namanya aja ngayal.

Continue reading “Pokoknya, Minta Sama Tuhan Aja!”

Menunggu Inspirasi

Seperti menanti Godot. Eh, nggak juga sih… sebenarnya ia datang, tapi kemudian lenyap begitu saja ketika hendak dituliskan. Kata-kata yang sudah ada di kepala, saat mak-triiiing itu tadi, tiba-tiba saja jadi garing dan nggak ada artinya, padahal perasaan nih ya… tadi tuh dalem banget…

Itulah sebabnya saya nggak update blog ini. Menggambar pun saya sedang tidak ada gairah. Menulis cerita soal makanan atau kopi? Paling banter di IG, dan tetap saja berasa garing. Entahlah. Continue reading “Menunggu Inspirasi”

Pak Dendy VS Intoleransi

Hari ini, eh tepatnya kemarin deng… timeline FB saya dipenuhi oleh posting video seorang perempuan yang dihujani uang! Huwow! Hidup Bu Dendy! Mungkin ada yang belum tahu soal cerita ini, baiklah… secara singkat akan saya ceritakan kembali.

Konon, perempuan yang dihujani uang tersebut adalah orang ketiga dalam rumah tangga Pak Dendy dan Bu Dendy. Dia, entah bagaimana, atau mungkin dipanggil oleh Bu Dendy untuk datang ke rumah untuk dimaki-maki dan dihujani duit, sementara seluruh proses ini direkam dan tersebar di jagat FB. Itu duitnya bauanyaaaaak banget! Caci maki Bu Dendy ini menggunakan Bahasa Jawa, dan sebenernya agak kocak sih kalau diterjemahkan… kurleb gini, “maumu apa sama Pak Dendy? Kamu maunya apa? Uang?! Nih!” lalu Bu Dendy lempar duit, “kurang? Nih! Makan uangnya! Nih! Cukup buat kamu bikin rumah! Pak Dendy itu kasih uang kamu yang dipake uangku! Hasil kerjaku! Kamu mau uang? Nih makan ni uang!” setiap kata nih, duit berhamburan saudara-saudaraaa…. di akhir video, kita mandi uang… aselik, saya pengen mungutin tuh uang, takrapihin lalu takkarungin buat beli rumah. Nyoh! Continue reading “Pak Dendy VS Intoleransi”