Kehilangan Ken

Cinta itu bahagia dan sedih. Bahagia karena aku bertemu kamu, sedih karena kamu meninggalkan aku. Cinta, memberikan harapan namun sekaligus membuatku tak ingin mengakhiri hari, ingin waktu berhenti, sementara harapan sebenarnya adalah ketika matahari terbit untuk menyinari hari baru. Cinta dan kamu, menaburkan kata-kata, menumbuhkan inspirasi sekaligus membuatku tak ingin berkata-kata lagi, karena ini terlalu… Continue reading Kehilangan Ken

Cinta

Bagi Aimee, cinta itu seperti kunang-kunang yang hidup cima semalam. Bagi Vega, cinta seperti manisan yang diawetkan dalam botol. Buatku, cinta seperti permen, ada manis juga asam, semuanya untuk dinikmati. Tapi ada juga, permen yang nggak enak, pilihannya, segera muntahkan atau ya menikmati ketidakenakan sampai habis. Sama betul dengan cinta. Tapi yaaaa….aku kan cuma pandai… Continue reading Cinta

Kami, tak perlu kata-kata

Hanya saja, manusia tak pernah puas, terutama aku dan Vega, kami menginginkan lebih, kata-kata tidak mengandung makna yang sebenarnya dari kerinduan kami. Kata-kata hanyalah pemicu, dan makna sebenarnya adalah jika kami bertemu. Kombinasi keberuntungan dan ambisinya mempertemukan kami. Gadis itu, masih membawa gairah yang sama, ia masih bola api yang sama. Masih suka berkata-kata tanpa… Continue reading Kami, tak perlu kata-kata

Déjà Vu Asmara

“Aku takut sekali jika ini cuma mimpi, tidak nyata” “Apakah itu kenyataan? Hanya sekedar visualisasi dari sel-sel kelabu otak kita? Dan jika itu kenyataan, seperti apakah mimpi?” Tidak ada beda ini kenyataan atau mimpi bagiku. Aku terombang-ambing antara masa lalu, sakit hati sekaligus rasa cinta, penantian yang berujung pada pertanyaan yang masih belum terjawab. Aku… Continue reading Déjà Vu Asmara

Ketakutan

“Pernikahan itu adalah penyatuan ketakutan. Seperti resep kuno, racun tambah racun jadi obat; takut tambah takut jadi berani. Dua orang yang takut hidup sendiri, menikah supaya berani hidup” The Patchwork – Vega & Ken

bebas dari kutukan

L’homme est condamné à être libre – manusia dihukum untuk menjadi bebas, tetapi dalam kasusku, aku dibebaskan untuk dihukum lebih berat lagi. Aku tidak bisa meminta lebih, hanya ini yang kami punya, obsesinya terhadapku dan obsesiku melarikan diri darinya. Ken – The Patchwork

menunjukkan iman

“Aku tidak percaya agama” “Kenapa?” “Tidak yakin saja” “Keluargamu?” “Ibu dan kakakku ke gereja, mereka percaya pada Tuhan dan agama, Bapakku tidak percaya keduanya, sedangkan aku tidak percaya hanya pada salah satunya” “Kamu percaya Tuhan?” “Selalu akan percaya” “Kenapa?” “Apanya?” “Percaya Tuhan, tapi tak percaya agama” “Entah, mungkin suatu saat aku baru bisa menjelaskannya padamu.… Continue reading menunjukkan iman

sekedar harapan

Lagi-lagi aku berharap, bahwa waktu akan berhenti saat ini, di saat aku berada dalam pelukannya, di saat ia menciumku. Aku selalu berharap, ah, bisakah kau hentikan harapanku Ken? Ken, dalam laki-laki ini kulihat aku. Kulihat diriku yang ragu-ragu, kulihat diriku yang gelisah, kulihat aku dalam dia. Dan aku ingin begitu selamanya atau waktu yang berhenti… Continue reading sekedar harapan

Impoten atau Selibat?

Mereka mengambil kesimpulan yang paling mudah, yaitu aku hidup selibat atau aku impoten. Keduanya benar, kataku. Aku hidup selibat karena Vega masih mengikatku. Aku impoten juga benar, karena selalu ada Vega yang menghantuiku. Untuk memuaskan rasa penasaran teman-temanku, kubilang, ini kutukan, bahwa aku harus hidup selibat dan impoten. Aku memang payah. Ken – The Patchwork

Obyek dan Subyek

“Indahnya Paris kalau kita bisa selalu begini” “Aku yang merasa indah kalau kamu selalu begini” “Kamu suka sekali bermain kata-kata ya?” Kata-kata yang suka kalau kumainkan” “Apa bedanya” “Obyek dan subyek” “Siapa obyek dan siapa subyek?” “Siapa aku dan siapa kamu?” Vega & Ken – The Patchwork

Iri Hati

Vega itu, keren. Nggak peduli dunia runtuh, dia tetep cinta sama Ken, dia menciptakan dunianya sendiri. Kalau Aimee, yaah…dia cantik, sumpah!! Cantik banget! Jadi, ya dia juga memiliki dunia. Aku? Cuma cewek gak penting yang jadi teman mereka berdua. Duit cekak, karir biasa aja…gak jelek-jelek amat, tapiii…gak bisa dibilang cantik. Gak punya pacar! Oh, tepatnya,… Continue reading Iri Hati