Menelan Rindu

Bisakah kita menelan rindu dan kemudian melupakannya? Seperti menelan obat pahit, rasa yang ingin kau lupakan. Rasa pahit yang membuatmu ingin segera lupa pada demam asmara yang membuat panas dingin. Makan tak enak, tidur tak nyenyak… dalam mimpi pun merasakan sakit yang sama. Bisakah kita menelan rindu seperti menelan obat pahit yang membuat sakit segera… Continue reading Menelan Rindu

Biasa Rindu

“Sepertinya, bagimu rindu adalah kebiasaan,” kata temanku suatu kali. Aku tertawa, “bagaimana bisa?” “Oh, atau kamu membiasakan rindu? Rindu yang dipelihara lalu jadi kebiasaan? Biasa merindukan?” ia menggelengkan kepala, “ah… aku jadi bingung sendiri dengan bahasaku, ya maksudku seperti itu… kamu terlalu biasa merindukan, jadi si rindu ini menjadi kebiasaan untukmu” Aku makin terbahak, “aku… Continue reading Biasa Rindu

FF [Fiction on Friday]: Tarian Rindu

Menjadi dewasa, kehilangan banyak hal tetapi juga mendapat banyak hal. Jika pernyataannya dibalik; mendapatkan banyak hal dan juga kehilangan banyak hal,  maka itulah menjadi dewasa. Anda boleh setuju, boleh juga tidak. Apalagi ukuran menjadi dewasa? Entah. Umur boleh makin bertambah. Keriput boleh makin nyata dan rambut juga berubah kelabu. Pun tak menjamin kedewasaan seseorang. Saya… Continue reading FF [Fiction on Friday]: Tarian Rindu

Sepuluh: Rindu yang Bergemerisik

Hai, Aku tidak bisa menyampaikannya langsung ke kamu, aku tidak berani, juga terlalu gengsi untuk bilang, aku rindu. Makin kutekan rinduku, ia makin mengembang, memenuhi ruang hati dengan ingatan akan kamu. Makin tak ingin kuingat kamu, rinduku makin bergemuruh, berdebur-debur seperti ombak menghantam karam.Mana aku bisa tahan?Tapi aku tahan untuk tidak mengatakannya padamu. Tapi, rindu… Continue reading Sepuluh: Rindu yang Bergemerisik

Bunga Rindu

Pada masanya, rindu yang berbunga akan menjadi buah alpa, sayang. Kini daun pada pohon cintaku telah meranggas, ia bisa saja mati atau bertahan hidup. Kalau ia mati, maka tak akan tiba masa rindu yang berbunga. Tapi kalau ia bertahan hingga musim mendatang, ia akan lebat oleh bunga rindu. Dan saat itulah sayang, kamu harus segera… Continue reading Bunga Rindu

Pencuri rindu

Simpan baik-baik rindumu untukku. Sebab, jika aku bisa mencuri ingatanmu, aku ingin mencuri rindumu padaku. Aku ingin menikmati rasa rindu yang berkembang di saraf kelabu otakmu. Pohon Rindu (Pohon-Pohon) -inspired by Inception-

rindu [8]

Menajamkan ingatan tentangnya. Senyumnya yang terkembang indah, saat terakhir kami bersama. Membawa kenangan dalam mimpi menjelang pagi. Kenangan yang menyejukkan, seperti embun pagi yang sejuk membasahi kelopak daun rinduku. Sungguh, aku tidak bisa berpikir yang lain selain kamu. Pohon Rindu (Pohon-Pohon)

rindu [8]

Berbuah sepi, yang menggoda untuk dinikmati. Setiap gigitan, memberi rasa yang berbeda, manisnya senyuman ketika mengucap janji akan bertemu lagi, juga pahit kenyataan bahwa kami sedang terpisah dan lama kan bertemu lagi. Kekasih, segeralah pulang. Pohon Rindu (Pohon-Pohon)

rindu [6]

Melambatkan waktu, mempercepat kebersamaan. Aku ingin segera bertemu denganmu dan tidak ingin itu segera berakhir. Rinduku telah berbunga dengan lebatnya, cepatlah datang dan petiklah setiap kuntumnya. Pohon Rindu (Pohon-Pohon)