Tuhan & Selera HumorNya

Saya pernah ngetwit begini: karena Tuhan adalah Sang Maha Segala, maka Ia juga Maha Humoris. Lalu twit saya disambar oleh rang orang tak dikenal yang marah-marah karena saya dianggap menyamakan Tuhan dengan Sule. Egimana sih ini?! Kaaan… Tuhan Maha Humoris pan?! Bisa aja lho, Dia mempertemukan saya sama rang-orang random macam gitu.

Sungguh, seringkali saya berpikir… Tuhan ini pastilah kurang kerjaan dan kurang hiburan saat menciptakan manusia. Kan Dia tahu, manusia ini bakal sedrama apa, bakal merepotkan sekali… Lho kok ya tetap diciptakan. Ya kali ya, lagi liat malaikat beberes surga, ada yang nyanyi memuji-muji Dia… Ada juga yang lagi motongin rumput di Taman Eden, trus pada penurut… Kok ya lama-lama ngebosenin? Disuruh stand up comedy ya bakal garing ketawanya karena Dia sendiri yang nulis script. Malaikat-malaikat kan penurut semuanya… Ya kecuali ada satu sih… Tapi itu pun masih ada takut-takutnya sama Tuhan.

Trus, maktriiiing… Marilah Kita ciptakan mahluk yang punya kehendak bebas, kasih sejumput akal dan seember drama. Lalu, sepanjang hayat Tuhan menikmati hiburan yang disuguhkan oleh umat manusia.

Apa coba namanya kalau nggak kurang hiburan? Gunanya manusia ini apa sih? Ngerusak dunia aja bisanya kan… Dari Adam Hawa diciptakan aja, dramanya udah banyak. Salah-salahan laki bini. Abis gitu pembunuhan karena cemburu iri hati. Sampai hari ini, kayaknya kok ya malah bikin capek doang. Tiap detik, ada berapa juta milyar doa dilayangkan ke kuping Tuhan? Semuanya minta dikabulkan.

Sungguh tiada guna. Ya ada sih manusia berguna, tapi kebanyakan manusia, emang nggak ada gunanya sih. Contohnya, saya. Aselik… Saya ini selalu berpikir, fungsi hidup saya ini apa tho, Tuhan? Bikin seneng orang? Bikin seneng mak saya? Atau tujuan hidup paling ambisius, menjadikan dunia ini aman dan damai tanpa perang bergejolak?! Yang bener Tuhan, apa tujuan hidup saya?

Trus, lagi galau dengan tujuan penciptaan yang gak jelas, Tuhan berbisik, kamu diciptakan untuk menjadi hiburanku. Ternyata, Tuhan lagi tergeli-geli sama drama hidup yang saya ciptakan. I am just a big joke; my life just a joke.

Ya kali buat Tuhan, dengerin jutaan manusia ngeluh tiap detik itu sebanding dengan hiburan yang bikin Tuhan tergeli-geli… Ketawa bisa lepas kalau liat manusia, sementara ama malaikat, agak garing ketawanya.

Tuhan dan selera humorNya, yang menaruh sejumput akal pada manusia, menjadikan mereka badut-badutNya. Oalah Gusti… Jebulane Panjenengan meniko kurang hiburan… Lalu proteslah manusia, ih kok Tuhan gitu? Kita cuma jadi bahan ketawaan… Gak boleh gitu doooong! Dan dengan santainya Tuhan akan menjawab, ya suka-suka Gue dong ah… Kan Gue yang jadi Tuhan.

Matek kon… Kapokmu kapan?!

Ah Tuhan, kalau begitu ya gak pa-pa… Terserah aja saya mah… Gini aja, mbok yao saya ini dikasih kemampuan juga untuk memiliki selera humor yang mumpuni, sehingga saya juga bisa menertawakan hidup ini, bukan menangisinya.

Gitu aja, kan jadi Maha Adil. Ya thooo…

(Semoga abis ini nggak dikirim petir sama Tuhan. Untung Tuhan gak Maha Baperan)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s