Menunggu Inspirasi

Seperti menanti Godot. Eh, nggak juga sih… sebenarnya ia datang, tapi kemudian lenyap begitu saja ketika hendak dituliskan. Kata-kata yang sudah ada di kepala, saat mak-triiiing itu tadi, tiba-tiba saja jadi garing dan nggak ada artinya, padahal perasaan nih ya… tadi tuh dalem banget…

Itulah sebabnya saya nggak update blog ini. Menggambar pun saya sedang tidak ada gairah. Menulis cerita soal makanan atau kopi? Paling banter di IG, dan tetap saja berasa garing. Entahlah.

Rasanya, sumber inspirasi saya juga nggak kurang. Membaca, saya tak pernah absen. Menonton, rajin. Piknik, banyak. Kerja, baik-baik saja. Asmara, tetap begitu saja. Tidak ada perubahan drastis dalam hidup saya.

Memang, saya harus belajar mengelola mood dan fokus. Supaya menulis lancar, menggambar lancar… trus kalau keduanya lancar, apa faedahnya? Toh tanpa keduanya, saat ini hidup juga baik-baik saja… Hmm… iya ya… mungkin karena tanpa keduanya saya baik-baik saja makanya saya juga gak punya keinginan untuk bergerak, memperbaiki manajemen hati ini. Karena saya ini kan model kepepet dulu baru cari jalan, mungkin saya harus mengobrak-abrik hati agar bisa berkarya? Hahaha… jangan dong… Lalu karya ini buat apa? Sampah dunia aja? Blog garing, gambar gitu aja… cuma eksistensi dan kepuasan diri sendiri saja.

Menghasilkan uang dari menulis, sudah lama tidak menjadi andalan saya. Dulu beberapa kali saya pernah paid-posting, tapi udah lama banget nggak… ya gimana, orang juga males kali placement di blog sepi begini… Menghasilkan uang dari menggambar, beberapa kali saya menjual benda-benda yang ada print out karya saya, tapi itu juga nggak komersial banget, karena saya hanya menghitung ongkos produksi, bukan ongkos berkarya. Saya nggak tau juga berapa ongkos saya berkarya, karena buat saya, menggambar itu supaya nggak gila aja. Makanya agak susah juga kalau ada yang minta digambarin, apalagi dengan embel-embel, “nanti gue bayar kok… tenang aja” Duuh… malah jiper, kalau orang bayar kan ekspetasi tinggi ye… sementara sini belum tentu bisa memenuhi harapan yang bersangkutan.

Sungguh, cuma eksistensi. Tanpa keinginan likes atau komen juga. Sama sekali nggak ada target.

Ah, urusan inspirasi kok bisa jadi ke mana-mana? Hahaha… Saya mungkin tak hanya perlu belajar manajemen emosi & fokus, namun juga meningkatkan kerajinan… Hahaha…

Semoga lah ya dalam waktu dekat, rajin saya bisa ditingkatkan. Amin.

 

 

Advertisements

2 thoughts on “Menunggu Inspirasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s