Bercerita Soal Mati

Baru sadar, blogposting saya selama beberapa bulan terakhir isinya tentang mati, perpisahan dan patah hati. Dalam kehidupan sehari-hari, saya nggak se-mendung itu kok.

Tapi memang betul, saya seringkali membayangkan soal mati. Siapa yang nggak sih? Misteri yang belum pernah terjawab, ya seru aja kalau dipikirin.

Sementara soal perpisahan dan patah hati, yaaa… rasa itu kan silih berganti ya… dan semua rasa itu memberi inspirasi untuk bercerita. Dalam hal saya, ternyata kesedihan menghamburkan lebih banyak kata daripada saat sedang senang. Manusia memang berubah, dulu saya merasa saya selalu punya kata-kata, sekarang… duh, sudah diperas berjam-jam, tak satu pun sari kata keluar dari otak saya. Rasa sedih, menolong saya menemukan cerita. Mungkin itu sebabnya saya memelihara rasa sedih. Mungkin lho ya… atau memang sebenarnya nggak becus aja berkata-kata.

Soal mati ini sendiri, saya sih baru sampai pada kesimpulan bahwa saya belum siap mati… hahaha ya iyalah… Bolak-balik saya juga nanya sama diri sendiri, sebenarnya, selain karena nggak tau di balik dunia kematian, apa sih yang paling saya takuti dari mati?

Saya takut nggak sempat pamit pada orang-orang yang saya sayangi.

Saya takut, saya hilang begitu saja.

Selamat hari Jum’at, mari kita kembali merenung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s