Jatuh Cinta

Pulang mudik kemarin, seperti biasa, pertanyaan yang paling sering mampir adalah, “kapan kawin?

Nggak saudara, teman atau tetangga, semua menanyakan hal yang sama. Ah ya… mereka belum bosan untuk bertanya hal itu, dan saya juga belum bosan untuk ngajakin bercanda yang nanya. Ya kalau lagi manis sih, kalau lagi males ya paling cuma ngeliat dengan enggan.

Kapan kawin?

Entahlah kapan. Urusan ini sungguh di luar kuasa saya.

Jodoh dicari, jangan nanti kelupaan

Bagaimana bisa lupa kalau diingetin dengan pertanyaan yang sama dari waktu ke waktu? Aseli, saya nggak lupa. Beneran. Lalu, ke mana sebaiknya saya mencari jodoh? Seandainya ada aplikasi Jodoh Go, gitu install langsung GPS menyala trus langsung bisa disamperin.

Kamu jual mahal sih, orang jual 25 dapet 3 kamu jual 100 dapat 1

Sungguh, ada lho yang komentar gini. Saya langsung ketawa bingung. Eh gimana, tante… gimana?

Kamu pemilih sih, apa lagi yang dicari?

Ah, saya hanya mencari cinta. Itu saja cukup sepertinya. Saya memilih cinta yang bikin saya akan bertahan dengan pasangan saya sampai nanti kami berdua keriput. Cinta yang selalu mengingatkan kami untuk berkomitmen satu dengan yang lain. Itu aja.

Saya menunggu jatuh cinta. Itu aja. Tolong sekalian didoakan. Makasih, lho.

9 thoughts on “Jatuh Cinta

    1. kayaknya gitu…. aku gak main pokemon juga sih… hidup udah berat nyari-nyari jodoh, jangan disuruh kurilingan ngejar pokemon deh… *lho eh, gimana?*😀😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s