#FF [Food on Friday]: Memori Rasa, Chronicle – Coffee & Cocktail

Mau nggak mau, saya harus mengakui bahwa saya ini lebay dan kadang suka romantis berlebihan. Mau segimana pun menjadi orang yang cuek aja, kayaknya nggak bisa, terutama jika berkaitan dengan makanan atau minuman. Kalau ada rasa yang enak, yang nempel banget di kepala, rasanya saya akan keinget sepanjang waktu.

Yang terbaru, saya kesambit sama cappuccino di warung anyar yang ada di deket kantor saya. Namanya Chronicle. Tiap pagi mau ke kantor saya selalu lewat tempat ini, penasaran juga, kok kayanya lucu… lagipula beberapa teman yang saya kenal, sudah posting foto yang cakep, saya jadi penasaran. Trus akhirnya Selasa tanggal 25 Nov. akhirnya saya punya kesempatan mampir. Dan hari itulah, saya mencicipi cappuccino terbaik dalam hidup saya, sejauh ini sih. Ya ampun, baru kali itu saya bisa merasakan tiap elemen kopi dalam secangkir cappuccino dengan sejelas dan sebaik itu. Saya bisa merasakan coklat, caramel, bau roasting kopi yang harum, berry, citrus, dan sedikit sentakan arang di belakang (percayalah, ada rasa ini) dan semua itu dibungkus dengan rasa susu yang creamy, tekstur yang lembut seperti sutra membelai lidah. Semua itu ada di secangkir cappuccino. Kopi pencerahan banget kan yaa…

Saya sampai nggak bisa tidur saking antusiasnya, saya lebay menceritakan pengalaman saya itu ke salah satu teman yang penyuka kopi, saya bilang, “this is even better than your first kiss!”

Seperti kena tenung, esok siangnya saya kembali ke Chronicle dan memesan kopi yang sama, tapi dibuat oleh barista yang berbeda, rasanya beda. Tapi masih bisa dikategorikan cappuccino yang enak. Ya gak pa-pa…

Esoknya, saya kembali lagi, dibuatkan cappuccino oleh barista yang lain lagi, dan dengan baiknya dia sampai 3x membuat cappuccino sampai kami cukup puas dengan rasanya. Tapi tetap, saya menginginkan rasa cappuccino hari Selasa. Kunjungan berikutnya, cangkir yang ketiga juga yang baru memuaskan kami. Saya tentu saja senang, barista-barista di Chronicle dengan baik dan sabar berusaha memuaskan lidah kami, jadi meskipun saya tidak merasakan lagi cappuccino hari Selasa, saya tetap puas.

Jangan salah, cappuccinonya tetap nikmat, hanya saja… cappuccino hari Selasa itu luar biasa.

Tak hanya kopi-nya yang menjadikan Chronicle layak dikunjungi, ngomong-ngomong, kopi di Chronicle ini sama dengan di Common Grounds karena sama pemilik, mereka blend kopi Eithopia Sidamo, Toraja Sulotco dan Aceh Gayo. Saya belum pernah ke Common Grounds sih, iyaa… iya… saya bukan hipster😀

Balik lagi ke Chronicle, makanan berat di warung ini pun boleh banget dicoba. Beberapa kali ke Chronicle, saya hanya sempat mencoba yang sweet potato + sosis, Belitung Noodle, Grilled Chicken with Honey Sauce. Masing-masing rasanya bener, sweet potato dan sosisnya amanlah… apa yang bisa salah dari ubi manis dipanggang dengan tambahan sosis juga telor?

Belitung Noodle

Belitung Noodle yang unik, mie Belitung aselinya menggunakan mie telor yang gendut tapi di Chronicle diganti dengan spaghetti, meskipun demikian, tone rasa yang manis gurih dari kaldu udangnya masih otentik. Kata teman saya yang orang Belitung, approved. Saya suka menambahkan banyak jeruk dan sambal, sehingga rasanya kental manis, pedas dan asam, semua nonjok. Ugh, saya menelan ludah dengan menuliskan ini, kebayang ya… lagi musim hujan gini… makan mie Belitung yang modern ditutup dengan cappuccino hari Selasa. Hidup ini indah.

Grilled Chickennya, cakep. Ayam dipanggang coklat keemasan, dicocol dengan saus madu dan banyak bawang putih, disajikan dengan salad. Ah, ayam panggang nggak pernah salah. Yang saya kurang suka dari sajian ini cuma cara penyajiannya di atas baki kayu. Menurut saya agak kurang higienis yah, soalnya si baki kayu kan dipelitur, emangnya peliturannya food grade? Kan klo makan yang pakai pisau gini, kemungkinan papannya ikut kepotong kan gede bok… Okay, saya memang riwil buat hal-hal kayak gini, tapi ini karena saya suka lho sama Chronicle… sungguh, lain kali datang saya mau kok pesan ayam ini lagi…tapi mau pake piring aja…

Selain makanan dan kopi, rupanya Chronicle juga menyajikan cocktail dengan base kopi dan wine, tapi saya belum sempat nyoba… cuma kayanya sih seru lah… soalnya tempatnya di Chronicle ini asyik, bisa buat ngobras agak lamaan dikit.

Jadi, dari skala 1 sampai 5, berapa kali koprol? 4 kali koprol!  Kopi sedap, pelayanan memuaskan, makanan oke, harga juga masuk akal dan lokasinya deket banget, depan-depanan pun sama kantor saya… sedep banget kan ya… asal orang-orang di Chronicle nggak bosan aja sama saya😀

Kesimpulannya sih, I shall return as I am thirsty for more… *halah*

Holding a hug in a cup. Have a nice weekend! #cappucino #Coffee

A photo posted by Ruth Wijaya (@ruthwijaya) on

Chronicle

Jl. Wijaya 2 No. 73, Jakarta Selatan

Telp. +6282188881538

12 thoughts on “#FF [Food on Friday]: Memori Rasa, Chronicle – Coffee & Cocktail

  1. Penasaran loh sama Honey Glazed Grilled Chicken nya. Penampilan sih cantik ya kalo di kayu gitu, tapi bener, lebih aman kalo di piring aja deh

    1. klo kata gue sih terlalu coklat semua, Cin… boring😀 maklum, ekke kan demen warna2 kontras…hihihi
      Rasanya oke kok, ayamnya moist, gak kering, bumbunya pun merasuk dengan baik… aman pula buat diet ekke…hahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s