Dunia Yang Lebih Baik

Beberapa tahun yang lalu, saat kaki saya belum pulih sepenuhnya dari patah tulang, ke mana-mana saya pergi selalu pakai kruk untuk membantu saya berjalan. Dan ke mana pun saya pergi, banyak orang-orang baik yang menolong saya, entah itu sekedar membukakan pintu atau memberikan kursinya untuk saya duduk. Dunia indah dan penuh harapan.

Tapi, tak selalu dunia ini indah… sering juga saya bertemu orang-orang yang cuek saja membiarkan saya berdiri semntara dia duduk ongkang-ongkang kaki atau sibuk mepetin kalau saya jalan pelan. Untungnya, saya sih agak eling kalau dunia ini memang tak selalu indah. Dalam kasus saya tak diberi tempat duduk, ya kalau saya memang nggak kesakitan atau capek, saya biarkan saja orang itu… toh hak kami sama, kursi itu kan untuk umum, siapa saja boleh duduk di situ. Tapi kalau kaki saya sedang terasa sakit atau lelah, ya saya akan menghampiri dia dan minta baik-baik, boleh tidak saya bergantian menggunakan kursi itu barang sejenak. Kalau sudah begitu, biasanya saya langsung dikasih tempat duduk. Selesai sudah permasalahan. Dunia kembali indah, karena yang cacat dapat tempat duduk, yang sehat berdiri.

Selain berada di pihak yang cacat, saya juga pernah berada di pihak yang dianggap tak tahu diri karena tidak memberi tempat duduk pada seorang ibu hamil. Saat itu saya di kereta comuter ke Bogor, ketika ada penumpang di depan saya turun, otomatis saya bergantian duduk dong ya… tanpa saya tahu bahwa di belakang saya, ada ibu hamil, kami saling membelakangi sih, setelah saya lihat ibu tersebut, dengan sukarela saya memberikan tempat duduk saya. Yang ngeselin, si ibu tersebut ngomel ke temennya, katanya orang-orang nggak punya hati karena membiarkannya berdiri. Eh, cong… situ kan emang gendut yee… orang gak sadar kali situ hamil dikira perutnya emang gede… kalau memang mau tempat duduk ya ngomong aja… toh saya juga langsung memberikan tempat duduk saya, itu pun karena saya yang tanya, “ibu hamil? Mau duduk?” ya kan juga banyak kejadian dikasih tempat duduk malah tersinggung yeee… ujung-ujungnya…saya malah negor ibu… saya bilang, kalau mau apa-apa bilang aja, minta tolong juga nggak usah gengsi… gimana sih… situ menganggap orang gak punya sopan santun, tapi situ punya sopan santun juga nggak untuk meminta baik-baik kalau memang perlu?

Bagus sih si ibu itu ngomel sama temennya di depan saya, jadi bisa langsung saya tegur juga. Kalau si Ibu motret saya atau curhat di socmednya dia menurut versinya dia biar dipukpuk orang, gimana coba?! Emang curhat di socmed situ langsung bisa dapet tempat duduk? Kalau punya keberatan, ya sampaikan di situ cyiiiin… Lha ketimbang lapor real time di dunia maya, mbok yao selesaikan permasalahannya di dunia nyata.

Trus ntar ada yang bilang, “ya iya Cep…elo berani…kan elo tukang berantem, klo gue males ah, capek berantem.”
Nah… masalahnya, menegur atau meminta atau berbeda pendapat kan tidak selalu berantem. Menyampaikan keberatan bukan selalu bermusuhan. Paradigma kalau menegur itu ngajak berantem, mesti mulai dirubah deh…dari kita-kita ini…yang katanya kaum terpelajar.
Capek?! Ya memang capek cyin ngajarin orang… tapi kalau mau dunia lebih baik, ya mau gak mau harus capek… harus siap dengan konsekuensi menegur / mengingatkan orang untuk beretika selayaknya.

Gitu…
Jadi, saya posting ini juga bukan ngajak berantem si Dinda lho ya… *eh?!*

4 thoughts on “Dunia Yang Lebih Baik

  1. Tapi bener loh.. mendingan bilang daripada sensi.. masalahnya kan gak semua orang punya jiwa cenayang hahaha..
    Tapi kalo pas di pihak yang sehat juga mesti asah empati juga yah.. kalo sama-sama toleransi pastii dunia indah!

    Mbok yaaaa nulis yang rajin gituloh kan enak ada bacaan hahaha

    1. idealnya sih memang udah gak perlu diingetin ya etika dasar gitu ya… tapi ya dunia ini memang nggak ideal…kita gak boleh capek nginget2in deh ya…

      aaaah… aku jadi ge er klo ada yg nungguin blogposting *kedipkedip*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s