Kawin Muda

Salah satu yang bikin gelisah saat saya ke Nias beberapa minggu yang lalu adalah, ibu-ibu di Nias itu pas menikah masih muda-muda banget. Saya nggak anti kawin muda sih, juga nggak pengen nyinyirin orang yang kawin muda. Bebaslah pokoknya. Ini saya menulis posting berdasarkan pengamatan saya yang singkat kemarin itu.

Jadi ya, banyak sekali anak-anak di Nias yang kurang gizi itu, salah satu penyebabnya adalah karena tidak terurus.

Bayangkan, ibu-ibu muda ini melahirkan anak-anak pertamanya saat usia mereka masih belasan tahun, belum selesai kagoknya mengurus anak pertama yang masih bayi piyik, mereka hamil anak kedua. Rata-rata, jarak usia anak itu hanya setahun – dua tahun. Belum lagi mereka juga harus bekerja.

Selesai hamil anak kedua, eeeh… mbrojol lagi, langsung hamil anak ketiga. Jadi nggak heran, ketika mereka baru memasuki usia duapuluhan, anaknya sudah 2 – 3 dan sedang hamil lagi. Kayak pabrik anak bener deh.

Alhasil, mereka jadi keteteran deh. Mengurus anak jadi seadanya, bahkan anak pertama yang masih piyik sudah harus bertanggung jawab bantu ngurusin adik-adiknya karena orang tuanya bekerja.

Pada saat acara hari ke-2 kami di Nias, kami bertemu dengan ibu-ibu yang anaknya mengikuti program PMT (Pemberian Makanan Tambahan), dari pertemuan singkat itu, saya lihat, ibu-ibu ini malah lebih antusias bermain ketimbang anak-anaknya. Terlihat, mereka benernya juga belum puas main dan jajan, udah mesti ngasuh anak. Waktu hal ini saya konfirmasi dengan Mbak Fasty, yang banyak berinteraksi dengan ibu-ibu ini, beliau bilang, ”memang iya mbak, waktu di PMT, seringkali kami harus ingatkan, bu anaknya disuapin dulu sampai habis ya, ayo yang telaten suapin anaknya. Soalnya kalau nggak gitu, anaknya nggak doyan makan ya ibunya cuek aja, mereka makan aja. Camilan sehat juga gitu, ibu-ibunya makan sendiri, anaknya dibiarin aja nggak dibujuk”

Geli sih waktu dengar Mbak Fasty cerita, tapi di saat yang sama juga mesake.

Lalu, solusinya apa?

Belum tahu. Saya sih hanya berpikir, mungkin menunjukan dunia pada mereka bisa membuat mereka menunda perkawinan hingga mereka cukup matang untuk mengambil tanggung jawab sebagai orang tua, maksudnya supaya mereka juga ingin melihat dunia gitu… mereka membaca buku, ingin ke sini, ingin ke situ, ingin berbuat apa dulu lah… Intinya, ya ’memanas-manasi’ mereka untuk bekerja, bersenang-senang menikmati masa muda, supaya ketika menjadi orang tua, ya mereka benar-benar jadi orang tua, bukan nyemilin camilan anaknya…hahahaha

Tapi, ini kan teori di atas kertas ya… pernikahan di usia muda ini kan latar belakangnya banyak, bisa jadi alasan ekonomi, belum lagi alasan adat, dan alasan-alasan lain yang saya nggak ngerti.

Untuk alasan ekonomi sih, saya pikir akan lebih mudah diatasi. Apalagi dengan adanya desa adopsi Tango yang pernah saya ceritakan itu. Ya kan, tiap kepala keluarga diberi modal dan didampingi untuk berusaha. Sejauh ini sih, program ini berjalan cukup baik. Peningkatan kesejahteraan keluarga terlihat kok waktu kami kemarin ke sana. Semoga program yang baik ini terus berjalan ya.

Sementara untuk alasan adat, mungkin lho, ada aturan adat yang mematok batasan umur untuk pernikahan… yaaa…sekarang tetua adat kan juga bisa diberi pengarahan ya. Mungkin akan ada hal-hal yang bisa dikompromikanlah untuk kemajuan dan kebaikan bersama.

Sementara, untuk alasan-alasan lain… ya berdoa saja, semoga segera ada jalan keluar ya  :mrgreen:

3 thoughts on “Kawin Muda

  1. Setuju banget.. dan umumnya stigma dimasyarakat kan klo udah 19 blom kawin jelas dibilang perawan tua.. memang betul deh aku rasa, mengedukasi masyarakat pedalaman lewat tetua dan jg galakkan penyuluhan kb kayak jaman dulu yaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s