FF [Food on Friday]: Bro, Bebek Bro…

Bebek selalu menjadi primadona. Uhuy banget nggak sih… meskipun sama-sama unggas, memasak bebek lebih tricky dibandingkan memasak ayam. Tekstur daging yang lebih alot, kulit yang tebal berminyak dan bau yang lebih anyir, membuat bebek menjadi lebih sulit untuk diolah. Perlu kesabaran dan racikan bumbu yang tepat untuk mengakali dua hal paling mengganggu tersebut. Daging bebek yang berhasil diolah akan membuat hati tertambat selamanya, jika tidak…bau anyir akan menghantui sepanjang masa😆 suka lebay emang kita.

Dan setelah tergila-gila modelan bebek goreng kering yang kemudian disajikan dengan sambel bawang atau sambel pencit, datanglah masanya, saya berburu bebek Madura yang disiram bumbu hitam yang pedas dan berminyak. Bumbu hitam ini diracik dari bawang putih, bawang merah, sereh, jahe, ketumbar, laos, dan bumbu rahasia lainnya yang dihaluskan dan diungkep bersama bebek. Setelah bumbu meresap ke dalam daging bebek dan minyaknya keluar, bumbu ini diolah lagi menjadi sambal. Uuuh… jangan bayangkan kalori atau kolesterolnya, datanglah dengan hati yang bersih dan mengharapkan kenikmatan dalam sepiring lemak berdosa *tsaah… tsaaah banget*

Baiklah malaikat kolesterol, mari kita mulai saja pencatatan kelemahan iman ini. Btw, postingnya  panjang bok… ini pan rapelan ya, saya nulisnya pun lamaaaaaaa banget😆

NASI BEBEK MADURA MAK ISA

Sudah sejak lama saya kepingin nyobain Nasi Bebek Madura a la Mak Isa ini, sayang tempatnya nun jauh di Klender sana. Makanya saya langsung mengiyakan ketika Ichil & Febi mengajak beberapa teman untuk berburu bebek di wilayah Jakarta Timur.

Nasi Bebek Madura Mak Isa ini memiliki beberapa warung, yang paling besar dan merupakan head warung *halah* adalah yang di Cipinang, kemudian ada 2 atau 3 lagi cabang yang dikelola oleh saudara Mak Isa, meskipun bebeknya dikirim dari warung pusat.

Karena clueless soal wilayah timur dan guide yang semula akan mengantar kami berkeliling sedang ke luar kota, kami agak pesimis akan bertemu dengan Bebek Madura Mak Isa. Namun berkat jasa mbak-mbak penjaga 7/11 *harus disebut*, kami dengan sukses mendarat di cabang Klender.

Perjumpaan pertama, begitu membaui aroma bumbu pedasnya, saya langsung kemecer. Menjanjikan betul.

Kami memesan bebek & ati ampela. Daging bebeknya yang kering sedikit melawan saat kami sobek namun cukup empuk tetapi ati ampelanya yang juga diungkep sampai kering agak susah buat digigit. Tapi tak apa, kombinasi bebek, bumbu pedas, nasi putih yang dimasak agak pera’ cukup membuat saya langsung kepelet pada suapan pertama.

Kami mencoba membayangkan, bagaimana jika daging bebeknya lebih lembut lagi dan nasinya dimasak lebih pulen dan lembut, tapi segera saya tepis bayangan manis itu. Itu nanti nggak jadi Madura! Inilah Madura yang saya kenal, kasar – pedas – sederhana apa adanya, cenderung untuk semaunya sendiri…

Kesimpulan, saya puas. Berapa kali koprol? Emh… tiga setengah pakai salto di udara. Cuma satu keberatan saya sama bebek Mak Isa ini, jauh bro.

Nasi Bebek Madura Mak Isa

Jalan Bekasi Timur,Km 17,

Klender, Jakarta Timur

Buka dari siang sampai malam / habis

NASI BEBEK MADURA CAK HOLIL

Setelah perjumpaan pertama dengan Bebek Madura Mak Isa yang berkesan, saya ngeng-ngeng pengen balik mulu ke sana… seolah-olah tuyulnya memanggil-manggil. Saya kangen nasi pera dengan bumbu yang pedas berminyak. Oooh… cabe dan minyak memang tak pernah salah, karena capsicum makin mateng dan bertahan di minyak, lalu bertemu karbohidrat. Cleguk.

Lalu Febi memberi tahu, ada warung Nasi Bebek Madura kaki lima di depan Kemang 88, sudah dicoba dan rasanya bisa diterima.

Mari kita coba.

Daging bebeknya sebelas dua belas dengan Bebek Madura Mak Isa, namun bumbu hitamnya kurang pedas menurut selera saya. Tapi saya tak keberatan karena tempatnya nggak jauh sih.

Berapa kali koprol? Dua kali koprol tapi nggak pake kayang.

Nasi Bebek Madura Cak Holil

Jl. Kemang Selatan

Warung kaki lima depan Kemang 88

 

 

NASI BEBEK MADURA SAKERA

Manusia tidak pernah puas. Begitulah. Beberapa minggu setelah bertemu Mak Isa & Cak Holil, kami kembali lagi ke wilayah Jakata Timur, untuk berburu Bebek Madura lagi. Wilayah ini memang banyak terdapat warung Nasi Bebek Madura, mungkin karena kebanyakan pendatang dari Madura bermukim di sini.

Ambisi kami, ketika kembali kami akan menikmati lagi Bebek Madura Mak Isa di cabang utama, plus beberapa warung bebek yang lain. Namun, malam itu kami hanya mendapat hadiah hiburan berupa sepiring Nasi Bebek Madura Sakera.

Daging bebeknya empuk, meskipun demikian masih ada selapis rasa anyir yang menyertai. Kulit bebeknya tebal pula. Bumbunya? Meskipun sama-sama hitam, tapi bumbu di Sakera sama sekali tidak pedas, bahkan manis. Penyajiannya ditaburi bawang goreng, jadi makin mirip semur deh. Untuk menambah rasa pedas, sepiring nasi Bebek disajikan dengan sambal ijo, tapi sayangnya sambalnya pun nggak pedes.

Bebek Madura Sakera ini bukan untuk selera saya. Tapi untuk yang ingin berpetualang mencicipi bebek dengan rasa manis, silahkan dicoba.

Berapa koprol? Males ah, nggak mau koprol-koprolan deh… jauh brooo…

Nasi Bebek Madura Sakera

Jl. Raden Inten, Jakarta Timur

 

NASI BEBEK MADURA H. MUNAWI

Konon katanya enak. Berhubung enak itu relatif menurut selera, kita tak bisa langsung percaya dengan rumor-rumor yang demikian *tsaah*. Untung saja, lokasi warung Nasi Bebek Madura H. Munawi ini dekat dengan area saya, yaitu di Jl. Ampera, sebelum Total Buah.

Kedatangan rombongan kami disambut dengan meriah plus agak kocak, karena begitu datang, langsung sibuk foto makanan di gerobak, daripada nambah pertanyaan dari pengunjung reguler yang ikutan excited kami foto-foto, kami bilang aja si Umay adalah turis Jepang, belum pernah lihat bebek😆

Sama halnya dengan Nasi Bebek Mak Isa, begitu datang…aroma bumbu hitamnya sudah menjanjikan. Di atas nasi, ditaburi serundeng kelapa agak manis, saya yang nggak terlalu suka manis langsung berpikir, ah nggak mau ah… tapi ketika saya coba makan sesuap nasi dengan setowel daging bebek plus bumbu hitam… alamak, cocok!

Gurih, empuk, hangat nasi, plus manis serundeng adalah perpaduan yang tidak bisa ditolak. Tekstur serundeng yang kering gurih manis juga membuat sepiring Nasi Bebek ini menjadi lebih unik. Bumbu hitamnya juga penuh kejutan, di awal tak terlalu pedas, tapi tunggu 2 atau 3 detik kemudian, carok di dalam mulut! Pedas bro! Daging bebeknya datang dengan dua ukuran, besar & kecil. Kedua pilihan ukuran potongan ini punya kulit yang tipis, karena diolah dari bebek jantan yang masih muda.

Ideal untuk yang menyukai pedas. Tidak ideal untuk yang lagi pedekate trus mamam bareng di meri, banjir keringet plus bibir jontor udah gitu bumbunya bikin kita pengen nambah nasi lagi, jangan mblo… jangan bawa kecengan ke mari yak.

Jika Mak Isa adalah cinta pertama kepada Nasi Bebek Madura, maka H. Munawi adalah cinta yang baru ditemukan. Doremaaaaa ta iye….

Berapa koprol? Saya rela koprol empat kali ditambah jalan bebek untuk melipir lagi ke warung Nasi Bebek H. Munawi ini. Dekat pula.

Nasi Bebek Madura H. Munawi

Jl. Ampera Raya
Sebelum Total Buah

Demikianlah empat piring dosa terbaru. Kwek kwek kwek kwek…

17 thoughts on “FF [Food on Friday]: Bro, Bebek Bro…

  1. Salam kenal.
    Ini ada satu penggemar mak isa nih *tunjuk tangan*
    Walaupun (dulu) antrinya ga jelas, dan musti pasrah dikasih bagian apapun sama penjualnya, tapi gw tetap cinta dan rindu hehe.
    Catet ah begor di ampera🙂

  2. Auuuuuwwwww enaak!!!
    Libur lebaran kemaren juga ngumpul sama ipar rame2 buka kamar di sheraton terus berpetualang nyari nasbek seputaran sana sampe tugu pahlawan..
    klo nasbek yg pake bumbu kuning kaya kuah-minyak itu suka gak?

    1. Selamat lebaran!
      Oh, bebek ht kayanya pake bumbu kuning ya? Suka aja sih, itu sambelnya bawang gitu kan? Ayo Bun, tulis ‘the battle of Bebek Suroboyo’ hits banget pasti…wong pusate…

    1. Whehehehe…barusan saya baru nyoba bebek h.munawi. menurut saya rasany lumayan enak, kurang pedes malah bagi saya, hahahaha😀. Sayang gak ada tambahancabe ulek. Tp gpp demi kangen sama akan bebek madura. Biasany beli di daerah bekasi, belakangny bekasi cyber park. Berhubung dah pindah rumah jadiny kejauhan deh ;((

  3. ahh baru baca postingan ini, setelah td komen di postingan anak2 dunia.. jd ngubek2 blog mbak ruth *salim* Aku dlu kuliah di UNJ rawamangun yg otomatis deket sama Bebek Mak Isa.. dan emang itu endeus banget meski pedesnya ampun2an. Dlu pas masih ngekos biasanya beli dibungkus trs dibawa ke kosan jadi bisa nambah nasi seenak udel tanpa harus bayar lagi krn masak nasi di kosan *mahasiswa kere* duh jadi ngeces2 bayangin bebek mak isa!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s