#HandInHand Untuk Anak-Anak Ini

Jadi ya gini, semalem saya pergi buka biasa barengan temen-temen Female Daily (FD). Biasalah, klo ada acara FD, sini demen-demen aja ikutan soalnya berharap ketemu teman-teman sesama bencong di FD, dijamin ketemu teman-teman ini pasti bakal terhibur dengan banyak ketawa, pecah.

Buka puasa kali ini, FD bersama Wafer Tango mengajak teman-teman yang datang untuk berpartisipasi di program #HandInHand. Semua peserta bukber, diminta untuk membawa mainan yang masih layak pakai atau buku yang masih layak baca untuk disumbangkan ke desa adopsi Wafer Tango di Nias. Untuk lebih jelasnya desa adopsi ini, monggo dibaca artikel Cerita Tentang Gizi di Nias.

Di acara tersebut juga diputar video mengenai Balai Pemulihan Gizi di Nias, bagaimana ada anak Nias yang sudah berumur 7 tahun tapi berat badannya cuma 3 kilo… ya ampun!

Kalo udah urusan kayak gini, bawaan pengen marah mulu deh ama pemerintah… sungguh, pemerintah kita, baik eksekutif & legislatif itu NGAPAIN AJA SIH? Udah lah, gak usah muluk-muluk menjadikan negara ini superpower dah… itu anak-anak urusin dooooong ah! Jangan jauh-jauh sekolah gratis, untuk makan aja nggak ada yang bener, padahal kan katanya kita hidup di salah satu daerah yang tersubur di dunia… masa bisa kekurangan gizi sih? Salah ini! Pasti ada yang salah!

Oke, oke… saya akan kembali fokus, maklum cyin, sumbu pendek untuk urusan ginian…

Nah, balik lagi ke soal gizi buruk; penyebabnya apa? Salah satu yang terbesar adalah salah pola asuh. Ya gimana nggak salah pola asuh, salah satu jurnalis yang ikut kunjungan ke Nias, kemarin cerita, bahwa umur 13 tahun sudah menikah, masih belasan anaknya sudah dua! Bok, gue udah jadi nenek-nenek kalo di Nias. Ya gimana anak umur belasan itu bisa ngasuh anaknya?!

Ya, saya paham lah, nggak gampang juga buat pemerintah buat membereskan masalah ini. Udah kadung kompleks. Pendidikan yang tidak merata menyebabkan kurangnya pengetahuan yang bikin jadi salah pola asuh, lalu jadi gizi buruk, kemudian otak nggak dapat supply yang baik lalu kebodohan melingkar terus, rauwis-uwis pokona mah. Tapi, gerak dong pemerintah… ini malah makin buta, tuli, bisu! Maap ye, sekalian sini curcol.

Back to desa adopsi, seperti cerita di Mommiesdaily, Tango mengadopsi satu desa bekerja sama dengan Yayasan Obor Indonesia untuk mendampingi desa tersebut memperbaiki gizi anak-anak di sana. Orang tua diberikan modal kerja juga pendidikan agar bisa mengasuh anak-anaknya dengan baik, jadi asupan gizinya bisa meningkatlah.

Kita juga bisa berpartisipasi nih… nggak usah muluk-muluk, kita bisa mengirimkan benda-benda bekas layak pakai, baik itu mainan, buku ataupun pakaian. Nggak punya yang bekas?! Ya bagus lagi…bisa nyumbang yang baru cyiin…

Program #HandInHand yang dimulai kmaren ini akan berakhir tanggal 30 Agustus 2013, jadi yang mau berpartisipasi mengirim mainan, buku dan pakaian  bisa kirim ke kantor OT di Cengkareng atau ke kantor Female Daily di Jl. Kemang Raya no. 2, Jakarta Selatan.

Eniwei, baca deh cerita Merindukan yang Terlupakan ini. Ya sepele sih yang bisa kita lakukan, tapi gak ada salahnya kan kita membuat anak-anak ini tersenyum senang karena mendapat mainan baru (meski tidak baru).

Selain mainan, saya menyarankan teman-teman juga mengirim banyak buku bacaan untuk anak-anak ini, mau komik kek, buku petualangan atau ensiklopedia… apapun lah, yang mungkin bisa membangkitkan minat anak-anak ini untuk melihat dunia, jadi nggak buru-buru kawin. Kesian bok, masa udah tahun 2013 kok masih ada aja yang kawin umur 13 tahun…

Ya taulah #HandInHand ini nggak serta merta menyelesaikan masalah ya, wong cuman kirim mainan, buku gitu aja… tapi setidaknya, semoga ini bisa ikut menceriakan anak-anak di sana ya, ikut mewarnai masa kanak-kanak mereka.

Sekarang Nias, semoga di masa mendatang kita bisa ikut berpartisipasi di tempat lain.

Gitu deh, jangan lupa ya, ditunggu kiriman mainan, buku dan pakaian layak pakai sampai tanggal 30 Augustus 2013.

Baca juga:

Lihat Sekitar Kita dengan Tango Peduli Gizi

It Takes a Village…

3 thoughts on “#HandInHand Untuk Anak-Anak Ini

  1. hai mbak, salam kenal…sebelumnya saya silent reader😛
    mau nanya kalau mau ikutan nyumbang mainan/buku boleh dikirim via kurir kan ya? kalau boleh, ditujukan ke siapa PIC-nya? terima kasih sebelumnya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s