1001 Alasan

Yang belum saya ceritakan waktu pulang kampung kemarin adalah, saya disuruh kawin. Yaolooo…😆 masih perlu diceritain?! Sepertinya masih perlu, karena saya sebenarnya terhibur lho.

Si mamah, makin banyak alasan untuk nyuruh kawin, dan ini sangat menghibur. Tau kan ya, gimana dramanya emak saya.

Suatu pagi, saat sarapan seperti biasa obrolan kami sangat absurd. Dan sampailah pada topik: nanti kalau mati enaknya yang hidup gimana. Maksudnya, mau nangisnya gimana, perlu bayar orang nggak supaya nangisin… hahaha kemudian, si mamah langsung nyerempetin masalah ini ke nyuruh saya kawin. Dia bilang, ”nduk, kamu cepet kawin dong… supaya kalau aku mati, arwahku nggak penasaran”

Mau ngakak, ya gimana… takut kualat. Nggak ngakak, telat… terlanjur ngakak tapi ya ditahan. Keselek deh.

Lalu saya menjawab, ”ya nanti jadi film komedi judulnya ’Arwah Mamah Penasaran’”

Lain waktu, saya mainan kipas batik lucu yang bisa diuntel-untel, lalu saya minta si mamah beli lagi beberapa untuk dibagi-bagi, trus dengan sok iye si mamah menjawab,” aku juga sudah kepikiran mau pesen 1000 buah kok, buat souvenir kawinanmu”

Eyaolo…😆

Orang tua, akan menemukan 1001 alasan untuk nyuruh anaknya kawin. Dan si anak, juga akan menemukan 1001 cara ngeles agar terhindar dari obrolan kawin.

Dari semua alasan ngeles yang bisa diajukan lajang jalang macam saya alasan sebenarnya, ya emang belum ketemu aja… belum waktunya. Mau alasan apa lagi sih? Mau disuruh macam bagaimana juga nggak terwujud kalau memang belum waktunya. Mau ngeng-ngeng macam bagaimana pun… ya gak terwujud kalau belum saatnya.

Ah, nyuruh kawin itu memang hak istimewa jadi orang tua, tante, om, sodara…. dan ngeles dengan sepenuh hati, itu hak istimewa menungsa macam ekke.

Ya nggak? Iya dooong… masak iya ah… bayi kan dibedong, bukan dibelah… *krik krik krik*

2 thoughts on “1001 Alasan

  1. Hihihi…
    Tante nanti aku bantuin bungkusin yah kipasnya.. Betul, itu bener2 hak istimewa sesepuh, klo yang nanya orang lain…. Tampol!

    1. hahahaha… dibungkusin trus dipitain😆
      dulu sih ditanyain semua org, gue jutek lho…gak peduli bude atau om tante gitu… skr mau temen juga yg nanya, gue bisa ketawa, gue jawab aja, “ya menurut lo, kenapa gue belum kawin?” bingung kan mereka jawabnya😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s