Skyfall & Endorfin Yang Mendidih

Baiklah harus diakui, saya memang lebayatun. Biarkan saja. Dan demi meredakan hormon yang sedang mendidih, saya harus cerita di blog ini. Harus ya boook…

Dan sebagai peringatan, karena sedang dikontrol oleh endorfin dan entah hormon apalagi yang menyertainya, saya tidak bisa menjamin posting ini bebas spoiler. Jadi yang males sama spoiler, jangan dilanjutkan baca yaaa…

Pertama-tama, baiklah kita mengucap syukur, bahwa ada orang-orang yang sangat kreatif yang mampu membikin film seperti ini… Selanjutnya, mari kita bersiap untuk ngiler ngacai selama film berlangsung, kombinasi antara mupeng sama aktornya dan gemes penasaran tapi juga dalam hati mikir, ini nanti pasti begini deh… begitu deh…

Film dibuka dengan adegan aksi Bond di Turki, sepuluh menit pembuka yang cukup tegang. Berantem di kereta, gebuk-gebukan trus jleger! Bond ketembak rekannya sendiri, trus nyemplung di kali, lalu M menulis obituari, trus nampak jasad Bond tenggelam trus lagu soundtrack Skyfall, yang dinyanyikan dengan luar biasa oleh Adele diputar. Lagu ini menurut saya soundtrack film Bond yang paling apik; soundtrack film action yang paling apik! British rules deh…

Biasanya, lagu soundtrack yang ada penyanyinya itu kan munculnya di belakang ya… etapi ini nggak lho… di awal! Nambah-nambahin deg-degan aja…
Film ini menunjukkan kerjasama yang baik antara cerita, tampilan visual, dan audio, dalam hal ini maksud saya music score-nya. Wis tho… cucok tenan. Semoga original soundtracknya nanti menang di Oscar *ih, apaan sih tjep?*

Saya lalu bertanya-tanya, apakah jalan cerita film Skyfall ini akan mundur? Kok Bond mati? Saya tahu, nggak mungkin Bond mati, lha wong lakon… maksud saya, apakah di film nanti ceritanya soal latar belakang Bond kok bisa berantem di atas kereta?! Trus mana katanya Bond galau memutuskan, harus mempercayai M atau tidak? Kan kata sinopsisnya, Bond di persimpangan tuh…karena masa lalu M.

Ternyata oh ternyata, saya salah… lha tapi Bond mati? Bagaimana mungkin?! Nanti hidupnya lagi gimana? Pakai amnesia dulu nggak, kaya telenovela gitu?

Tentu tidak.

Hanya sutradara, penulis cerita, dan Tuhan yang tahu, kenapa Bond harus tiba-tiba muncul di gubuk jelek di pinggir pantai embuh-di-mana bareng cewek cakep. Itu pantatnya Daniel Craig yaaa…. coba yaaaa…. *elus layar bioskop*

Kang Danil, aku mau looo diajak naik mobil berduaan aja ke meri

Kemudian, saya menunggu Javier Bardem, kapan si penjahit indang muncul.

Adegan di mana dia masuk, sungguh membuat saya langsung jatuh cinta pada penjahit ini pada kata pertama yang dia ucapkan. Suaranya itu boook…. penampakannya saya nggak terlalu jelas, entah emang kamera sengaja blur atau memang minus saya nambah jadi nampak blur, pokonya sebelum di-close up, saya nggak tahu, gimana modelannya si Raul Silva ini. Yang jelas, suaranya membikin jatuh cinta.

Penjahat yang mempesona.

Penjahat paling berbahaya, karena dia sangat mempesona, persuasif, namun juga gila! GILA.

Kalau bukan orang gila, nggak akan mungkin dia sabar membuat rencana seperti itu untuk memburu M. Rapih, jenius, dan GILA! *iya… iya tjep, dese gila, gak usah diulang-ulang lagi*

Ini adalah penjahit yang paling edun di film Bond. Oke, prestasi saya nonton Bond dengan tekun cuma waktu Daniel Craig aja ya, jadi acuannya ya baru 3 film:mrgreen: entah di film-film lama penjahatnya gimana, tapi rasanya penjahat di film Bond era Pierce Brosnan pun nggak ada yang se-mempesona Raul Silva.

Saya tidak bisa membenci penjahat ini. Javier Bardem, aku padamu.

Film Bond kali ini tidak banyak pesta pora teknologi. Peralatannya biasa aja, bener-bener ngandelin kecerdasan Bond dan ketangguhan fisiknya. Ceweknya juga cuma dikit. Pokoknya si Bond versi Craig ini nggak tebar pesona, seks macem cuma buat ngabisin tenaga aja gitu, selingan daripada bosnia cyiiin… etapi teuing juga sih. Yang jelas nggak lenje aja. Bond yang gagah (dan berpantat bagus).

Ada kejutan-kejutan kecil dan kejutan besar di film ini, yang mana itu sangat menghibur. Sebagai penonton, saya puas. Film ini sungguh menstimulasi otak saya hingga memproduksi endorfin dengan sangat melimpah, sehingga saya jatuh cinta pada tokoh-tokoh dalam film ini.

Jatuh cinta; kagum pada kecemerlangan para pelakon dan pembuat film Skyfall. Terutama jatuh cinta pada Raul Silva, dan makin cinta sama Daniel Craig.

Haduh, mereka berdua itu nggak ganteng guling-gulingan ya… tapi bener deh… mereka sudah sukses membetot-betot hati saya, membuat hormon mendidih. Oh.

Aaaaaaaaaaaaaaa…..

*trus lemes abis endorphin-rush* *halah, emang ada?!*

Udahlah, nonton aja giiih….

2 thoughts on “Skyfall & Endorfin Yang Mendidih

  1. smoga mereka tidak membuat hormon saya bergejolak kalo pas nonton, karena saya masih normal #halagh

    itu itu gadis bond-nya kok ndak dibahas, obaiklah ntar itu bagian saya kalo pas nonton deh😆

    1. 😆
      gadis Bond-nya ya gitu deh… selalu mati abis bobok ama Bond.. hahaha. Mungkin karena Bond yg ini nggak menye-menye tebar pesona, saya jadi nggak perhatian sama cewek2nya loh… beda sama Bond jaman Pierce Brosnan, kayanya heboh bener cewe2nya, yg ini biasa aja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s