Tembang Kenangan

Salah satu grup / duo yang saya sesali kenapa mereka bubar adalah Savage Garden. Aduuuh…. rasanya eman-eman banget, trus sekarang ilang gitu aja. Eh, ilang atau emang saya gak ngikutin kabarnya yak… terakhir Darren Hayes solo pun gak bagus-bagus amat sih lagunya.

Saya pertama kali denger Savage Garden ini dalam perjalanan dari Bandung – Majalengka – Bandung, bersama teman-teman kuliah, kami berkelana mencari pete bakar… hahahaha kagak deng *ih ngapain sih dibahas*. Begitu denger langsung suka, kalo gak salah di album pertamanya itu yang jadi hits Truly Madly Deeply ye… wis pastilah, ekke menghapalkan lagu itu juga dengan sepenuh hati kemudian ikut menyanyi dengan penuh ekspresi. Hampir semua lagu di album itu jadi kaporit, meskipun hati saya seperti dibetot-betot ketika mendengarkan lagu Santa Monica. Ih cinta banget sama lagu itu. Dalam perjalanan itu, kaset yang diputer ya cuma albumnya si SG ini. Sampai temen saya yang punya kasetnya agak sebel, takut pita kaset kusut atuh…😆

Nah, di album kedua mereka, Affirmation; Savage Garden menggila menurut saya. Edyan… 12 lagu dalam satu album gak satu pun yang gak enakeun didengerinnya. Belum lagi lirik-liriknya yang kayanya mewakili semua fase hidup saya hingga beberapa tahun kemudian *tsaaah* *ahey*

Lagu I knew I Loved You yang jadi andalan kali ini, jadi wakil suara hati *halah* saat ketemu Manusia Laut pertama kali… hahahaha nyucok-nyucokin gitu. Trus lagu Hold Me, cucok pas saya lagi berantem sama Manusia Laut (lagi). Two Beds and A Coffee Machine jadi lagu favorit dong tentyu… trus bayang-bayangin diri sendiri yang menderita, merana, dan teraniaya gitu. Trus di lagu I Don’t Know You Anymore, suka ngebayangin lagi naik kereta ke Jakarta buat ketemu Manusia Laut, trus bayangin yang nggak-nggak… Gong-nya adalah lagu The Lover After Me, wuidih bisa nangis berderai air mata tuh pas lagi jalan di Siliwangi, teringat akan Manusia Laut yang sudah memutuskan ikatan tali kasihnya dan entah telah pergi ke mana. Berasa itu batu-batu yang gede-gede jadi tembok di jalanan beneran mengenal Manusia Laut, persis kayak di lagu dah.

Ya emang, norak… hahahaha

Tapi maklumilah, itu kan saya waktu masih mudaaa… masih mudah terbawa suasana *untumu*

Mendengarkan lagi lagu-lagu Savage Garden di masa sekarang, membuat saya cekikikan sendiri teringat kenangan di masa lampau. Padahal, saat mengalami semua itu saya ya lagi nangis-nangis.

Betul memang apa yang orang bilang, tangisan hari ini akan menjadi tawa di kemudian hari. Nggak pernah ada yang abadi. Tangis hari ini jadi tawa di kemudian hari, tentu apa yang kita tertawakan hari ini bisa jadi akan saya sesali juga nanti. Jadi, ya sutralah… urip mung mampir ngombe arak 

Mari kita nikmati saja hari ini, yeuuuk..

PS. Monggo yang mau dengerin lagu-lagu Savage Garden, album AFFIRMATION

3 thoughts on “Tembang Kenangan

  1. sama!!!!
    sini juga ngepens sm savage garden, toss pake dada jupe dong😀. lagu paporit itu yg i knew i loved you sama crush and burn,
    …when you feel all alone and the world has turned back on you, give me a moment please to tame your wild-wild heart… #horemasihapal.
    patah hati dong sini pas si darren digosipkan homo😀. pdahal kalo dia ga homo juga, emang mau dia sama akik😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s