Seutas Harapan

Beberapa hari ini, perasaan saya teu pararuguh, galau tak menentu.

Betapa rapuhnya kehidupan ini. Betapa dalam helaan nafas, kita bisa kehilangan orang-orang yang kita sayangi. Mereka yang direbut paksa dari kita.

Meskipun saya dibesarkan dalam keluarga yang menganut paham bahwa mati adalah kebebasan dari rasa sakit bagi yang mati, namun kesakitan baru bagi hidup, karenanya kematian bukanlah kesedihan; tetap saja saya diserang oleh duka yang membuat lubang besar di hati ketika bau kematian merebak, mengambang di sekitar kami.

Ah, hidup ini adalah seutas harapan yang tipis, pun rapuh.

Dalam kenangan kepada semua kawan yang telah mendahului kami, lepas dari rasa sakit, dan duka karena kehilangan.

Posted in NOL.

2 thoughts on “Seutas Harapan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s