Semangkuk Sop Dari Surga

Yak! Kecintaan saya pada Sop Buntut dari Dapur Dahapati di Bandung ini memang sudah bukan rahasia lagi. Kalau ditanya, di manakah dijual sop buntut terenak di dunia? Pasti saya jawab ya sop buntut inilah yang terenak di dunia (untuk saat ini).

Apa sih yang bikin sop buntut ini enak?

Pertama, saya mesti cerita saat saya masih mahasiwi yang setiap pergi-pulang selalu naik angkot dari depan tempat makan ini. Saking tiap hari lewat, jadi kepengeeeeen banget nyobain, yang awalnya menarik adalah tulisan: ayam goreng -nya; tapi…kan masih belum punya duit sendiri yak, jadi dipendam aja keinginan ini. Yasudlah, bertahun-tahun kemudian pas udah kerja baru deh kesampaian makan di sini. Hihihi… kesian yaa… Saya takut nanti pas udah makan gak bisa bayar :p eh ternyata, (waktu itu) sop buntutnya juga gak mahal lo, sekitar 20-25 ribu gitu deh, wong ayam goreng & nasi timbelnya aja cuma 8rb apa… lupa lah, yang jelas masih kejangkau banget sebenernya buat kantong mahasiwi, kenapa juga gue nunggu sampe kerja dulu yak….

Kebayang dong, nikmatnya makan di tempat makan yang udah dikepengenin dari lama… hahahaha senangnya itu loh…

Sop buntut inilah yang selalu mengembalikan selera makan saat saya sakit, mulai sakit flu sampai sakit hati akibat putus cinta #eh… hahahaha

Kedua, saya belum pernah punya pengalaman makan sop buntut di tempat lain #penting, jadi ya ini adalah kenangan saya yang paling murni terhadap rasa sop buntut. Setelah Dahapati, baru saya berkelana ke Kafe Halaman di Siliwangi, yang kemudian saya tergila-gila pada sop buntut goreng mereka. Setelah itu baru mencoba BMC yang saya pikir nggak terlalu istimewa dan barulah kemudian saya mencicipi the infamous sop buntut di Hotel Borobudur.

First love never dies lah pokona mah. Ternyata, saya tetap cinta sama sop buntut di Dapur Dahapati.

Ketiga, secara teknis *halah* sop buntut ini terdiri dari: daging buntut yang mrutul empuk plus pas banget lemaknya, kuah yang lekoh kaldunya tapi masih terasa bersih di lidah; tidak berlemak gitu, dan sayurnya yang masih crunchy; wortel yang masih kerasa manis dan kriuks, kentang yang pas matengnya dan kerasa kentang. Semua bagian-bagiannya jujur dan tidak menutupi satu dengan yang lain, kompak deh mereka semua.

Semua ini disantap di Bandung; udara yang adem, pepohonan yang rindang plus harga yang sangat bersahabat, terakhir saya ke sana 2 minggu yang lalu harga semangkuk sop buntut sekitar 42rb rupiah saja. Porsinya besar loh, bisa untuk berdua. Tapi saya tak yakin saya mau berbagi semangkuk sop buntut ini dengan orang lain *medit*. Bahkan, saya pikir, Esau pun akan rela menukar hak sulungnya demi semangkuk sop buntut ini *lebay*.

Dan menurut selera saya, lebih enak sop buntut yang biasa daripada sop buntut gorengnya.

Tiga alasan saja cukup untuk menjadikan sop buntut ini sebagai sop buntut terenak di dunia (untuk saat ini) menurut versi saya.

Aaaaaah…. saya jadi kangen sop buntut ini….. *untung masih punya garang asem di kulkas* *lho kok?!*:mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s