Revolusi Posting ke-600

Ini pas posting ke-600 dan dua hari lagi, tahun 2011 berlalu dan 2012 menjelang. Towewew wew wew weng! Akika makin tua…. ah, kalian juga makin tua:mrgreen: Nggak kerasa yah, tiba-tiba tahun 2012. Kerasa sih sebenernya tapi ya nggak kerasa… *ih apa sih ini kamsudnya?* Ya gitu deh… kadang yah, hari berlalu cepat banget, tapi kadang…lambaaaatnyaaaaa….

Akhir tahun ini saya nggak pulang, belum ada acara juga mau ke mana, ngapain. Sepertinya, saya akan menikmati libur akhir tahun dengan ndeloso di rumah saja. Udah paling manteb deh.

Truuuusss… rencana tahun 2012? Belum ada… Resolusi? Target? Hadeuuuh…..

Si mamah sih dari beberapa tahun lalu, ucapan tahun barunya selalu, “selamat tahun baru ya nak, semoga tahun ini kamu menikah. Mama punya feeling, kamu menikah tahun ini” Yaah…. feeling tinggalah feeling ya maak… maafkan ananda yang tidak se-feeling denganmu….hihihi

Mau dijadiin target buat kawin aja gitu tahun 2012? Aih gile… ame sape, cong? Hahahaha… Belumlah… Urusan kawin ntar panjang dah… itu ntar-ntar aja…

Lalu, apa dong target 2012? Emh…. entah. Saya bener-bener nggak punya target, resolusi atau apalah itu. Mungkin karena memang niat nggak pernah kuat dan nggak pernah ada ambisi untuk melakukan apa yang direncanakan *ambil napas, lanjut* sehingga rencana tinggalah jadi rencana, janji tak pernah ditepati. Tsaaaah.

Dulu, waktu saya lebih muda *halah* seorang teman kerja, selalu bertanya soal resolusi saya di tahun baru, dan jawaban saya selalu sama, “kalau gue mah ceu, maunya bisa lebih pasrah jeung bersyukur we… pokona eta”. Tiap tahun, nggak pernah berubah. Emang gak kreatip.

Setiap awal tahun, rasanya saya bekerja keras untuk menemukan target tahun itu. Rasanya, kalau tidak punya…saya menjadi orang yang paling nggak banget, paling tidak terencana dan kurang dewasa. Padahal mah itu rasaan diri sendiri aja…nggak ada juga hukumnya kalo nggak punya resolusi tahun baru:mrgreen: toh dari tahun ke tahun, doa saya pun selalu sama, saya ingin selalu bisa pasrah juga bersyukur untuk apapun yang saya jalani sehingga saya selalu bahagia. Amin.

Saya ingin bahagia di tahun 2011. Dan tercapai. Saya bahagia, saya menikmati hidup saya. Pasang surutnya saya nikmati, saya telah menjadi orang yang berbahagia di tahun 2011 lebih daripada saya di tahun 2010. Saya ingin bahagia di 2012, melebihi saya yang bahagia di tahun 2011. Daaaaan… akan selalu begitu sampai saya menutup usia nanti.

Target hidup saya adalah, bahagia. Dari tahun ke tahun, semua teori semua rencana saya, semua ujungnya bahagia. Ah, happiness is overrated, it is  only a state of mind. Mungkin memang seperti itu. Tetapi, mempunyai target untuk bahagia, sangat membantu saya menjalani hidup. Ada banyak kekecewaan karena keinginan yang tidak terpenuhi, ketika berhadapan dengan itu, saya kemudian mengingatkan diri sendiri, untuk apa menyesali hal yang sudah berlalu dan meratapi hasilnya karena itu malah menjauhkan saya dari rasa bahagia. Begitulah, lalu saya berhenti meratap dan kembali berjuang untuk kebahagiaan yang lain. Selalu begitu.

Target hidup yang sewajarnya. Sama halnya dengan milyaran manusia lainnya di muka bumi ini, jatuh bangun mengejar kebahagiaan. Yang jadi pe er, bagaimana tetap memelihara rasa bahagia ketika jatuh sehingga punya energi untuk bangkit lagi. Ya kan?

Ah, jadi lieur. Soal apa ini tadi? Resolusi? Revolusi? Pokonya begitulah.

Selamat tahun baru 2012.

Bonus:

Resolusi melulu

Janji Jomblo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s