Rumah Kaca

Sebagai tante-tante kepo, saya dulu pernah bela-belain follow tweet-nya penulis komedi yang hits di kalangan ABG itu dan seorang penyanyi anak-anak yang sudah remaja pas jamannya mereka baru mau pacaran, rajin ngintipin blognya… semangat deh buat ngikutin perkembangan kisah asmara yang sedang berkembang tersebut *halah*. Seru! Bisa bikin senyum-senyum sendiri pas mereka saling mention gituh… Trus pas di blog, lihat foto-foto lucu mereka…ih anget-angetnya pacaran…unyu banget! Mereka udah jadian, udah lewat masa bulan madu, ya udah unfollow lagi.

Pas mereka putus, langsung mantengin lagi… berharap drama. Emang dasar, tante-tante kepo!

Ya gimana yah… lucu gitu, anak-anak mudaaa…. Yang gairahnya masih meledak-ledak, pantes banget gitu pamer kemesraan di muka umum. Kadang-kadang, saya juga suka cekikikan sendiri kalau pas di wall FB saya muncul status-status ABG keponakan atau anaknya kenalan saya.Adayang galau karena pacarnya gak perhatian, ada yang ucapin terima kasih karena ditemenin pacar atau sedang berbunga-bunga karena ditanggepin sama gebetan.

 Sayangnya, ketika pamer kemesraan ini dilakukan oleh golongan yang lebih tua dari usia dua puluh tiga tahun, saya jadi eneg. Apalagi kalo pasangan yang udah menikah, bales-balesan kemesraan di Twitter / FB / blog. Yaoloooh… gak pernah ngobrol di rumah?

Ya emang sih, twitter masing-masing ya konten masing-masing. Plus ada satu lagi yang mesti diingat, suka follow gak suka unfollow. Maklumlah, selain kepo tante kan emang demen komen😛 suka-suka akika juga dong kalau mau komenin apa aja… situ kalau gak mau dikomentarin ya jangan ngelempar topik yang bisa dikomentarin di muka umum… *ih gak ada habisnya*

Tapi bener nih, pamer kemesraan di muka umum buat pasangan yang sudah menikah memang gak salah, seterah merekalah… tapi kalau kemudian saking pamernya sampai kita tahu mereka berhubungan badan dua hari sekali?! Trus tau warna kolornya apa?! Euuuuw… too much, honey deer…too much. 

Eh, saya dulu pernah kesleo, menunjukkan status hubungan pribadi saya di FB. Status update tersebut langsung menuai banyak komentar yang saya pikir berlebihan, saya jadi sedikit sebal. Tapi sedetik kemudian saya tertampar oleh pemahaman bahwa saya yang eksibionis😆 itu kan yang nulis status saya! Saya yang menyediakan bahan untuk dikomentarin! FB saya memang private hanya untuk kontak saya, namun… kontak saya tidak semuanya kawan terdekat saya, tidak semuanya punya pemikiran yang sepaham dengan saya, jadi yaaah…sebenernya tetep aja gak ada privacy di FB. Saya yang harus membatasi konten yang bisa saya bagikan di FB / Twitter / Blog.

Beberapa tahun yang lalu, seorang teman saya karena tugas suaminya, mereka sekeluarga harus tinggal di rumah yang berada di lingkungan kantor, dia bilang, “ya seneng sih tinggal dapet fasilitas gitu, tapi bagai hidup di rumah kaca, apa-apa kelihatan sama orang kantor… sampe potong rambut pun bisa jadi  berita, privacy terbatas deh”

Iyaaak looo…. Yah, kalau sekarang mah banyak yang dengan suka hati tinggal di rumah kaca. Semua yang ada di dalam rumah, urusan ranjang, warna kolor, merek panci, jumlah sapu lidi… semuanya dipamerin di muka umum.

Ah… lagi-lagi saya mesti bilang, nggak ada salahnya juga memamerkan kehidupan rumah kaca… seterah dah… lagipula, dengan memamerkan warna kolornya,kansaya jadi punya bahan buat komentar *euw*

Tapi lagi-lagi saya mesti mengulangi pemahaman bahwa, jangan menuntut orang untuk menghargai privacy anda jika anda sendiri yang membagi cerita dengan dunia. Cerita kalau sudah terlempar di muka umum, ya sah buat dikomentarin oleh umum *jadi, siapa si umum ini?*

 Ya bijitulah… yeeeuk merrriiiii ah…. Kita mengamati dunia rumah kaca lagih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s