Hari Sabtu dan hujan

Meskipun sudah lupa rasanya kasmaran *halah* saya masih saja menyukai hal-hal romantis yang murahan, macam hari Sabtu dan hujan.

Sepanjang yang saya ingat, hari Sabtu selalu diasosiasikan dengan hari pacaran. Malam Minggu, saatnya bertemu kekasih. Sabtu, selalu romantis.

Hujan pun begitu. Terlebih jika memandangi hujan di balik jendela. Air yang jatuh. Bau tanah basah. Tempias air. Bunuh saja saya dengan semua romantisme kampungan ini.

Tetapi, saya tak pernah berhenti menyukai dua hal itu. Hari Sabtu dan hujan.

Hari Sabtu, saat saya bisa beristirahat dengan tenang karena esok saya masih memiliki satu hari lagi untuk bermalas-malasan.
Hujan, yang selalu memberi alasan pohon rindu bertumbuh.

Bagaimana jika keduanya dikombinasikan? Hujan di hari Sabtu. Aku tak datang padamu, sayang… *lhaaaa…dangdut!!* :))

Tapi sayangnya, malam ini, hari Sabtu malam; hujan tidak turun. Panas! *ngglele*

Trus, posting ini maksudnya?
Ya cuma mau ngasih tau aja, panas!
#fail :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s