Suatu ketika, aku jatuh cinta pada sebatang pohon. Cinta pada pandangan pertama.
Ia rindang; hijau dan kokoh. Entah berapa usianya, tak jadi soal. Ia selalu memberi keteduhan. Melindungi aku dari panas matahari; matahari yang terlalu mencintai bumi.
Cintaku tak berbalas. Pohon, seperti layaknya pohon, ia hanya mempedulikan dirinya sendiri. Yang menjadi prioritasnya hanya bagaimana menyerap air sebanyak-banyaknya dari perut bumi; bumi yang terlalu mencintai matahari.
Meskipun demikian, aku tetap mencintainya. Cintaku tetap sama meski gairahku telah padam.
Yang menjadi pertanyaanku, pengembara mimpi, kau bilang pohon-pohon mencintai kami, aku juga dia, tetapi mengapa pohonku tak begitu?
Pohon-Pohon
Leave a Reply