Di Balik Pintu yang Tertutup

Suatu kali, Vega bertanya pada Ken, apakah itu pernikahan. Ken tidak pernah menjawab pertanyaan dengan lugas, ia malah bertanya lagi ke Vega, "apakah itu pernikahan?"
Vega, gadis itu selalu reaktif, kemudian menjawab, "pernikahan adalah dua orang manusia yang takut hidup sendiri. Mereka menyatukan ketakutan mereka supaya mendapat keberanian mengarungi hidup bersama. Ini seperti resep menangkal racun di film silat, racun tambah racun jadi obat. Takut tambah takut jadi berani"
Ketika menulis bagian Vega dan Ken yang sedang bercakap-cakap mengenai pernikahan, sebenarnya saya sedang teringat pada petilan di buku Nh.Dini, Namaku Hiroko (novel) & Jepun Negerinya Hiroko (cerita kenangan). Di situ, Nh. Dini mengutip temannya yang menganggap, pernikahan adalah sebuah pintu ruangan di mana orang yang di luar ingin masuk ke dalam namun yang di dalam ingin keluar.

read more…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s