Duapuluh Delapan: Selalu Menunggu Ken

From: Vega Larasati
To: Ken Pratama
Sent: 02:08 AM
Subject: harapan yang mulai menjeratku

Mungkin ini suratku yang ke-200 atau mungkin yang ke-165…aku sudah tidak bisa menghitung banyaknya surat yang kukirimkan kepadamu.
Apakah kamu membacanya? Kau simpan atau kau hapus? Tapi kenapa tak kau balas satu pun?

Ada lubang di hati ini Ken, lubang yang muncul karena kamu pergi tiba-tiba. Dingin. Ngilu. Dan membuatku mimpi buruk.

Jawab sekali ini saja Ken, kenapa? Mengapa?
Aku hanya perlu jawaban kamu saja, satu alasan pun cukup. Setelah itu, aku berhenti untuk menulis surat untuk kamu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s