Duapuluh Enam: Zara Yang Banyak Mau

From: Zara Amalia
To: Chandra Wijaya
Sent: 07:10 PM
Subject: Kenapa Sih?

Chan,
Kamu kenapa sih? Rasanya kita nggak pernah ngobrol lagi. Ya emang nggak pernah. Kamu selalu sibuk. Kalau siang aku bbm atau sms, kamu pasti bilang, lagi nanggung, lagi sama konsulen, lagi ini- lagi itu… nanti ditelpon balik, tapi gak pernah ditelpon balik.
Ya aku sedih aja… Aku tahu kamu memang sibuk yang beneran sibuk, tapi aku juga pengen ngobrol juga… cuma nanya kamu udah makan apa belum, kan bisa jawab udah atau belum atau ntar atau gimana lah…asal bukan lagi nanggung ntar ditelpon balik.

Nulis e-mail ini juga agak berlebihan sih menurutku, kita kan suami istri, serumah pulak! Ya meskipun nggak tiap hari ketemu karena kamu lebih sering nginep di rumah sakit daripada tidur di rumah. Ya tapi tetep aneh ya, kalau aku nulis surat ini.

Aduuh Chan… nggak tau deh, aku mesti gimana. Aku berusaha memahami kesibukan kamu tapi ya gimana ya…makin lama aku makin nggak paham, agak-agak putus asa juga sih… kok perkawinan kita jadi gini ya? Menurut kamu?

Err… nggak tau deh…

Send…
Zara menahan jarinya, nanti jadi masalah. Ah. 
Draft Saved.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s