Duapuluhlima: Vega yang Selalu Berharap

From: Vega Larasati

To: Ken Pratama
Sent: 04:02 AM
Subject: Ken…

Aku tadi siang ke paviliun kamu. Lagi-lagi, hanya untuk melihat pohon itu. Sepertinya, masuk akal kalau aku makin cinta sama pohon itu. Yang selalu ada di situ, bahkan ketika kamu tak ada. Tadi aku juga bertemu Ibu kos kamu, ia mengira aku sudah gila. Selalu datang meskipun kamu tidak ada. Aku khawatir ia jadi takut, jadi kubilang padanya, aku cuma kangen saja sama suasana rumah kamu dan berjanji untuk tidak sering-sering datang, maaf kalau mengganggu. Ibu kos memandangi aku dengan kasihan, sambil menanyakan apakah aku sudah mendapat kabar dari kamu.
Aku tidak suka dikasihani, meski aku bisa memahami kenapa Ibu kos prihatin melihatku yang selalu datang dan memandangi pohon. Kubilang saja, aku sudah tidak peduli, akan bertemu kamu lagi atau tidak. Aku kangen pohonku itu. Itu saja. Tadi aku sempat mengambil gambar pohon itu, jadi mungkin aku tak akan datang lagi untuk jangka waktu yang sangat lama.

Kamu di mana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s