Duapuluhdua: Vega & surat ke-78

Subject: kamu 

Hour: 03:80 AM

From: Vega Larasati

To: Ken Pratama


Puluhan e-mail sudah aku kirimkan, tidak satu pun yang kamu balas. Apa yang terjadi Ken? Kenapa? Mengapa? Kamu di mana?

Apakah kamu membaca e-mail ini atau tidak? Kalau ya, dan kamu tidak membalasnya, kenapa? Kenapa? Aku harap suatu hari, kamu bisa menceritakannya kepadaku.

Aku sungguh berharap kamu membaca e-mail ini, tapi sekaligus ingin kamu tidak menerimanya. Aku takut sakit hati.

Kita telah sepakat, bahwa kita telah menemukan satu dengan yang lainnya, kita tidak perlu mencari yang lain tetapi sekarang kamu menghilang. Kamu membuatku mencari lagi. Kamu membuat aku gila.

Ken, kamu di mana?

Aku tadi ke paviliun kamu lagi. Memandangi pohon kita, pohonku lebih tepatnya. Apakah sebelum pergi kamu sempat berpamitan dengannya? Kenapa ia tak bilang apa-apa padaku? Kenapa daunnya hanya bergemerisik rindu, tanpa kepastian?

Ken, kita telah bercinta pada semesta, berjanji pada jiwa…berani-beraninya kamu pergi menghilang dariku… Ken… Di mana kamu?

Aku akan tetap menulis e-mail untukmu, juga menunggu. Meskipun tak setia.

Kamu tahu, kita sudah berjanji.

Ken diam menatap layar monitornya. Maaf Vega, dan mungkin kamu tidak akan pernah bertemu aku lagi, lebih baik, kita memang tidak bertemu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s