Sang Maha

Ia, katanya Maha Pengasih, tak ada yang lebih kasih dari diriNya, tetapi Ia juga Maha Pencemburu, tak ada yang posesif dari Dia.
Namun, Ia juga Maha Toleran, memberikan kebebasan, membuatkan pilihan untuk manusia.
Dan Ia pula yang dijadikan alasan untuk semua bencana; Ia yang menghukum manusia. Bukankah Ia Maha Pengasih lagi Penyayang?

Ah, aku tak mengerti.

Kenapa harus serumit ini memahami Ia yang juga Maha Mengerti.

Sudahlah, kusimpan dulu tanyaku; nanti, kalau bertemu denganNya, akan kutanyakan.

(Sepotong Vega)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s