rindu [4]

Berdentam-dentam, memenuhi ruang hati. Bergema sepanjang waktu. Membuat tuli telinga, membuat lidah tak merasa, hidung tak dapat membaui apapun selain jejak terakhir perjumpaan. Mata, baik saat terpejam maupun terbuka, selalu menampilkan sosok yang dirindukan saat terakhir tersenyum sebelum melambai pergi.
Ingatan, hanya menyimpan satu kata, “sampai jumpa.”

Pohon rinduku, tumbuh subur. Waktu menjadi pupuk terbaik untuknya.

Pohon Rindu (Pohon-Pohon)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s