pergi

Kaki ragu melangkah, nyali pun tak ada. Namun, nafsu membangkitkan keberanian untuk membujuk badan agar bergerak, “ayolah, kita pergi.”
Tarik-menarik antara keinginan pergi dan keinginan tinggal, tepat membagi himpunan keputusan menjadi irisan sama besar.
Kalau begini, mesti pergi atau mesti tinggal? Keputusan yang harus cepat dibuat karena waktu tak bisa menunggu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s