sekedar harapan

Lagi-lagi aku berharap, bahwa waktu akan berhenti saat ini, di saat aku berada dalam pelukannya, di saat ia menciumku. Aku selalu berharap, ah, bisakah kau hentikan harapanku Ken?
Ken, dalam laki-laki ini kulihat aku. Kulihat diriku yang ragu-ragu, kulihat diriku yang gelisah, kulihat aku dalam dia. Dan aku ingin begitu selamanya atau waktu yang berhenti saat ini, hingga momen ini abadi.
Namun waktu tidak bersahabat denganku, ia titik yang terbakar habis ketika aku melewatinya, dan aku tak bisa kembali untuk mengulangnya.
Aku tidak bisa mengulang momen ini, Ken bisa saja menciumku seribu kali lagi, tapi titik waktu yang kami lewati tidak sama.
“Aku mencintai kamu, sungguh”
Aku menginginkannya untukku.
Aku tetap menginginkannya meski aku pernah merasa sedih ketika kehilangan dia, pernah berada di frekwensi nol untuk waktu yang lama, hidup tapi juga mati, tertawa sekaligus menangis dan mimpi buruk dengan rasa dingin yang menyakitkan.
Jika waktu berulang, aku tetap ingin mengalami hal yang sama.

Vega – The Patchwork

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s