being anonymous

Soal anonim di ranah dunia maya ini, sudah beberapa saat selalu berputar-putar di kepala. Selain fenomena ‘buka-bukaan soal apa saja’ sekarang juga ada aturan-aturan yang bisa dijadikan dasar untuk menuntut seseorang ke meja hijau berkaitan dengan aktivitas yang dilakukannya di internet. Saya jadi selalu kepikiran.

Seperti yang pernah saya tulis di blog gak penting ini, sebenarnya, sejak kapan orang menjadi tidak anonim di dunia maya.

Sejak kapan, kita, memutuskan menjadi nyata di dunia maya.

Dan setelah kita *kita? lo aja kaleee* menjadi sangat nyata di dunia maya ini, apakah tidak ada kerinduan untuk kembali menjadi anonim?

Hmmm…. ya, saya rindu untuk jadi anonim, tapi hal itu tidak kemudian langsung membuat saya membuat new-anonymous-account,  karena bagian dari diri saya yang pengen eksis, ternyata lebih dominan:mrgreen:.

Saya hanya khawatir terhadap laju ke-tidak-anonim-an ini yang ternyata malah memicu ke-anonim-an yang lebih gila *kamsood lo?*.

Seorang teman, kemarin berbagi cerita, bahwa di friendlist FB dia, ada yang account yang mencurigakan, sangkaannya, ini adalah account khayalan seseorang. Account ini dibuat dengan info yang mengarang bebas tapi detail, termasuk status relationship yang sedang ‘engaged’ dengan seseorang yang (lagi-lagi) account khayalan. Gila. Tapi hebat juga, sampe kepikiran gitu…hahahaha.

Dan soal anonim-tak-anonim ini bikin saya selalu keinget lagu Savage Garden, Santa Monica.

In Santa Monica in the winter time
The lazy streets so undemanding
I walk into the crowd
In Santa Monica you get your coffee from
The coolest places on the promenade
Where people dress just so beauty so unavoidable everywhere you turn
It’s there I sit and wonder what am I doing here

But on the telephone line I am anyone
I am anything I want to be
I could be a super model or Norman mailer
And you wouldn’t know the difference
Or would you

In Santa Monica all the people got modern names
Like Jake or Mandy and modern bodies too

In Santa Monica on the boulevard
You’ll have to dodge those in line skaters
Or they’ll knock you down
I never felt so lonely never felt so out of place
I never wanted something more than this

But on the telephone line I am anyone
I am anything I want to be
I could be a super model or Norman mailer
And you wouldn’t know the difference
On the telephone line I am any height
I am any age I want to be
I could be a caped crusader or space invader
And you wouldn’t know the difference or would you

Seandainya dulu saya tahu, bahwa ketika saya memutuskan untuk tak anonim maka saya tak bisa kembali jadi anonim, kayanya… saya akan memilih untuk menjadi tak anonim dengan identitas yang lebih hits, macaaaam…. Mandy gituu?! *kamsud lo tjeeep?*

Ah, well… lagi-lagi, ocehan gak penting.

2 thoughts on “being anonymous

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s