atas nama keindahan

Termasuk dalam rangkaian acara hari pertama Jakarta Fashion Week 09/10 adalah peragaan busana yang bertema Indonesia – India Fashion Night: A Tale Of Two Cultures. Peragaan busana malam yang berlangsung bersamaan dengan acara Gala Dinner Amal untuk Sumatera Barat ini, sebenarnya tidak bisa saya saksikan karena diperlukan undangan untuk masuk ke dalam Fashion Tent.

Jauh sebelum JFW 09/10 berlangsung, ketika saya masih bekerja sebagai buruh pabrik tekstil, saya mendengar cerita, mengenai dua desainer Indonesia yang dikirim ke India, untuk memilih material koleksi mereka dan sudah ada dua desainer India yang datang ke Indonesia untuk memilih kain tradisional Indonesia, yang mana hasil dari ‘perburuan’ itu akan ditampilkan pada Jakarta Fashion Week 09/10. Informasi yang saya dapatkan berbulan-bulan ini memupuk rasa penasaran dan menjadikan saya nekad menunggu di sekitar Fashion Tent. Rupanya, asumsi nekad saya menjadi kenyataan, panitia menginformasikan, bagi yang tidak memiliki tiket, diperbolehkan masuk ke dalam lokasi setelah pukul 9 malam.

Adapun desainer-desainer yang menampilkan hasil karyanya malam itu adalah 2 desainer India, yaitu Malini Ramani dan Tarun Tahiliani. Juga 2 desainer Indonesia, yaitu Sebastian Gunawan dan Priyo Oktaviano.

Yang membuat saya tercengang adalah peragaan dari koleksi Priyo Oktaviano. Koleksi busana kali ini mengambil tema Eden & Earth. Terbagi menjadi 2 kelompok warna dominan, Eden dengan warna pastel, lembut dan tampilan yang innocent, sementara Earth dengan warna gelap dan tampilan gothic. Peralihan koleksi dari warna lembut Eden menjadi warna gelap Earth, disajikan dengan koreografi teatrikal yang mempesona. Pada akhir koleksi Eden, Sang Pengantin Eden, membawa sebuah apel yang masih utuh. Ah… dia tergoda untuk menggigitnya. Kemudian, kepergian Sang Pengantin ke belakang panggung digantikan oleh pasukan gothic cantik dari koleksi Earth, pada akhirnya… Pengantin Earth keluar membawa apel yang telah tergigit.

Eden

 

Earth

 

Oh! Koleksi busana yang cantik, dipresentasikan dengan apik!

Tidak hanya itu yang menjadi decak kagum saya. Sebagian besar busana yang ditampilkan dalam Eden & Earth, terdapat aksesoris berbentuk seekor burung utuh dengan sayap-sayap cantik. Entah, aksesoris ini hanya untuk keperluan peragaan busana atau tidak, yang jelas saya sempat sedikit ‘ngeri’ akan apa yang saya lihat.

Oooh… koleksi yang indah, luar biasa dan komplit. Kamsud saya komplit, Priyo Oktaviano sangat brillian dengan ide menempatkan aksesoris seekor burung pada busana-nya; aksesoris ini membuat saya tidak berhenti memikirkan koleksinya. Busana yang bagus saja, mungkin akan mudah dilupakan, namun pelengkap busana dan cara penyajian yang beda, akan menjadi pengingat tersendiri. Meskipun mungkin bulu burung yang dipakai adalah sintetis dan mungkin bulu ayam, ah… kalian tau kan story saya dengan ayam :mrgreen: dan rasanya, menggunakan bulu ayam, jauh lebih bisa dimaafkan disbanding memburu burung cendrawasih atau burung apalah untuk dimanfaatkan bulunya. Tetap saja saya membawa kegundahan saya setelah melihat koleksi busana Priyo, hingga hari ini.

Dan… bagaimana dengan penggunaan bulu binatang lain, semisal harimau untuk dijadikan mantel? Beruang? Anjing Dalmatian? Ah… kalau yang terakhir, saya kena racun film Hollywood 😆

Indah memang kulit dan bulu binatang-binatang itu, membuat Sang Manusia, binatang dengan akal budi dan pikiran menjadi iri hati dan malu, sehingga Manusia menginginkan kulit mereka menjadi kulitnya, menjadikan kehangatan kulit mereka menjadi pelindung kulitnya dan membuat keindahan kulit mereka menjadi penghias kulitnya.

Oh…

Malam itu, saya pulang dengan pikiran yang melompat-lompat. Jika, apel itu tak tergigit, mungkin, kulit para binatang itu tetap menjadi penghias kita di Eden sana… namun bedanya,tak perlu membunuh mereka karena pikiran membunuh belum ada ketika apel belum tergigit. Dan saya melompat lagi, tapi… bukankah memang ada tertulis, apa yang telah diciptakanNya, boleh digunakan untuk kepentingan manusia?

Salute untuk Priyo Oktaviano.

Credit Image: Jakarta Fashion Week 09/10 Gallery

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: