obrolan es campur

Beberapa hari yang lalu, lagi di es campur Kabita di depan TMP Kalibata. Ginko & aku, baru pulang dari ngiter-ngiterin Jakarta.
G (menelpon seorang teman dan nggak diangkat-angkat): “Adooh, kemana sih si Rei inih? kok gak diangkat-angkat, lagi pacaran apa ya?”
A: “Iyalah… jam segindang lo telpon, ya pacaran dese, lebih penting cewenya kali daripada ngangkat telpon lo… nggak penting”
G: “Berani-beraninya dia gak ngangkat telpon gw yaa…”
A: “Sini, gw telpon deh, bagi Rei, gw kan juga cukup penting, gak kayak lo…” mencoba menelpon, tapi gak ada respon juga, “ternyata, sekarang gw juga gak penting”
G (ngakak): “Aaah… Miu… Miu… lo bikin gw seneng terus ya… puas hidup gw ketawa mulu setiap ama lo”
A: “Nggak penting kalee bikin lo ketawa”
G: “Miu, setiap orang itu penting di mata Tuhan”
A (tersedak): “Ginko, lo keracunan es sirop?”
G: “Eh, gw serius neh miu, tulis di buku jelek lo tuh… setiap orang itu penting di mata Tuhan”
Jadi, aku tulis di buku jelekku: Kata Ginko, setiap orang itu penting di mata Tuhan. Kataku, nggak penting kalee (nulisnya)….

Malahan sekarang aku tulis di blog, menyampaikan petuah bijak yang diilhami oleh es sirop susu.

SETIAP ORANG PENTING DI MATA TUHAN.

Nah… bergembiralah wahai orang-orang… meski dianggap nggak penting tapi kalian tetap penting *halah, apa seeh*. Selamat hari Senin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s