Bandung Historical Walk – part 4

Dari Gereja Kathedral, kita lanjut kan ke Jl. Jawa… wah, mulai gak konsen neh disini, soale mulai ada kuis dan… jejeran pohon kenari😆 apa pula salah pohon kenari ini?! Gara-gara salah satu anggota kelompok, yaitu Tante Wiwik yang bilang, “ini kan pohon kenari, almod itu yang biasa dipake bikin kue” jadilah aku sibuk lingak-linguk liatin ada yang mateng ato gak… hehehe bukan salah si Tante sih sebenernya….

Di Jl. Jawa sendiri, ada beberapa gedung tua, salah satunya adalah bangunan Gereja Bala Keselamatan yang didesain oleh F.W. Brinkman antara tahun 1920-1925.

Lalu kita belok ke Jl. Sumatera, melewati gedung Kodam III Siliwangi, yang dulunya bernama gedung Sabau, konon katanya ini menunjukkan ukuran gedung yang panjangnya sabau (ngomong-ngomong, sabau teh sabaraha meter sih? Lupa kemaren nanyain…). Gedung ini dibangun pada tahun 1915 oleh C.P.W Schoemaker dan dulunya digunakan sebagai Paleis Van de Leger Commandant alias Pusat Administrasi Departemen Con Oorlog (DVO). Nah… ini artinya apa jangan tanya aku deh, klo yg ini nyontek dari brosur😛 udah dibilang kan… aku dah mulai gak konsen sejak di jl. Jawa… hehehe

Kami kemudian sampai ke Taman Lalu Lintas alias Taman Ade Irma Suryani. Dulunya taman ini bernama Insulinde Park yang dibangun pada tahun 1910 yang dipergunakan untuk upacara & keperluan militer.

Trus… nyengsol dikit lewat SMA 3… duh sekolah sapa sih ini? Si akang itu ya… hehehe sutralah… Ini merupakan sekolah menengah yang pertama di Bandung, dulunya bernama Hoogere Bruger School alias HBS.

Bablas lagi, nyampe ke Taman Maluku, yang dibangun tahun 1910 dan di taman yang dulunya bernama Molukken park ini terdapt patung Pendeta Militer Belanda. Dulu aku juga sering banget neh liat waria disini… tapi katanya udah digusur… pindah ceuna teh… nggak tau juga pindahnya kemana, jangan nanya aku, soalnya aku makin sibuk mungutin kenari😆 jadi nggak sempet nanya-nanya sama bu ketu rombongan.

Dan tibalah kita di titik selanjutnya yaitu Gedung Kondiklat TNI AD alias gedung kondangan😆 dulunya gedung ini bernama Jaarbeurs, dibangun pada tahun 1917 oleh C.P.W. Schoemake. Fungsi awalnya adalah tempat untuk pameran tahunan hasil perkebunan Bandung, nah dari dulu rupanya Bandung memang udah sering ada pameran-pameran gitu yah… kalo pamer paha termasuk juga tak yah?😛

Sudah mulai lelah, tapi perjalanan masih berlanjut, melintasi Lapangan Saparua yang dulunya dipake buat angkatanku ospek… hehehe pas ngelewat, sedang ada test sound Fugu, itu… yang LA Indi Fest… lhah kok aku tahu kalo yang lagi check sound itu Fugu? Ya iyalah… secara dia parlez francais gitu….

Terus… terus… lewat Jl. Banda, nah ya… apa lagi obyeknya kalo nggak FO dan FO dan batagor! Huehehehe ada batagor enak tuh, aku kan demen-demen aja tuh model batagor aci gitu, di deket FO Heritage tuh ada satu tukang batagor yang lumayan seh….

Akhirnya… sampai juga di Gedung Sate yang merupakan ending point dari petualanganku hari ini… wfuuh… leganya. Gedung yang dulunya bernama Geouvernemens Bedrijven ini dirancang oleh Gerber dan mulai dibangun pada tahun 1920. Gedung ini dipersiapkan untuk menjadi kantor pusat pemerintahan jika ibukota Batavia dipindahkan ke Bandung. Trus kenapa gedung ini kemudian bernama Gedung Sate? Ya karena banyak yang jualan sate di belakang gedung ini😛 hehehe serius, aku sering banget dulu sama Bapak Manusia Laut (ehm…) pagi-pagi ngantri beli sate disini. Eh, tapi bukan karena itu juga seh… karena penangkal petir yang berhiaskan 6 buah ornamen di puncak atap gedung inilah kata ‘sate’ berasal. Padahal ornamen ‘sate’ ini melambangkan banyaknya uang yang digunakan untuk membangun gedung ini, yaitu 6 juta gulden! wuuuaaah… berapa rupiah ya itu sekarang? Jika dikonversikan plus inflasi, deflasi dan macam-macam lainnya? Yang seru, aku juga sempat naik ke atas gedung sate loh… pemandangannya bagus bo… pas banget lurs itu ada Monumen Perjuangan Rakyat dengan taman yang simetris trus… juga berhadapan dengan Gunung Tangkuban Perahu, pas banget depan-depanan gituh… sayangnya lagi berkabut jadi, gak terlalu jelas.

Acara ini cukup seru… senang juga… pas sepuluh tahun di Bandung ditandai dengan acara kaya gitu, padahal sebenernya acara ini dibuat dalam rangka ulang tahun kota Bandung tanggal 25 September sih… hehehehe

Acara berikutnya adalah tanggal 11 November 2007 – tur pagi hari mengeksplorasi kawasan militer kota Bandung. Berminat?!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s