Paris, Je t’aime…

Aku takut terbang, naik pesawat terbang kamsudnya. Sejak dulu, aku selalu ketakutan naik pesawat.

Pertama kali naik pesawat kan dari Surabaya ke Jakarta tuh… wah udah jaman revolusi banget deh… takut sih tapi waktu itu nggak terlalu takut, soalnya, cuma bentar dan ada si mamah juga sodara yang lain, jadi berasa aman😀

Setelah itu, dari Jakarta ke Singapura, belum terlalu takut… soalnya cuma bentar juga… dan excited… ke luar negeri gitu loh… hehehehe

Mulai deg-degan, waktu pertama kali ke Paris dari Singapura, waduh… begitu liat schedule-nya… 12 jam bo! Aduh… mabuk gak yah? Perlu minum antimo gak yah? Begitu duduk, langsung sibuk nyari informasi pesawat apa yang digunakan, kira-kira umurnya berapa. Waktu itu, aku duduk di sebelah si boss, yang kemudian langsung menjelaskan tentang si pesawat, “… this is boeing megatop Ruth… ” begitu katanya. Dan otomatis aku langsung lihat di flyer SQ, “…first Boeing megatop bought on 1998, so… this one at least still 7 yo, less 20 yo… safe then…” kataku sambil nggremeng. Si boss langsung ngakak, “if this plane more than 20 yo, you want to stop the plane and jump out?” buat dia yang sudah termasuk goldmember, aku nih memang traveller yang norak… biarin… “no… but I will not falling to sleep, I should keep my eyes open and aware” Dan perjalanan pertamaku ke Paris pun berjalan dengan tenang, tapi aku sempat menghitung jarak ke emergency exit terdekat dari tempat dudukku. Buat jaga-jaga.

Kebiasaan menghitung jarak ke emergency exit ini, masih bertahan hingga sekarang😀 aku selalu ketakutan kalau mesti berpergian dengan pesawat terbang, dan ini adalah alasan terbesar kenapa aku nyantai-nyantai aja mesti bolak-balik lewat tol Cipularang daripada harus naik pesawat dari Husein ke Halim yang sebenernya bakal menghemat waktu, waduh… serem banget tuh… pesawatnya kecil, bandaranya kecil… whuaa… nggak deh…

Takut terbang inilah yang bikin aku sempat dijutekin sama beberapa penumpang Cathay Pasific dalam perjalanan ke Hong Kong akhir-akhir ini. Gara-garanya, ketika kami sudah boarding di atas pesaawat, logikanya, hp mesti sudah dimatikan… tapi mereka malah masih asyik mainan hp dan ada beberapa yang masih nelepon, dari gayanya, mereka ini, rombongan turis Cina gitu… lalu dengan jutek aku bilang, “excuse me, I think you should switching off your mobile phone right now, we are on board” eh… mereka malah ngeliatin aku dengan aneh, kayanya sih mereka nggak ngerti bahasa Inggris, okay, I can speak Chinese, “hei, your phone! Switch off-lah!!” sambil nunjuk hp mereka😀 Dan mereka langsung jutek ke aku, ngomong pake bahasa Cina gitu trus kayanya ngetawain aku. Hah! Aku nggak tau deh, hp nyala ato mati di atas pesawat tuh akan berakibat buruk atau nggak, tapi sebaiknya turutin sajalah peraturannya, nanti kalau ada apa-apa gara-gara hal itu gimana?! Lagipula, kalaupun hp nyala, emang ada sinyal? Apa susahnya matiin hp?

Mungkin, aku nggak berjodoh baik dengan Cathay, pulangnya aku mendapat pesawat dengan jenis yang berbeda dan lebih kecil, karena waktu itu aku memang mempercepat jam keberangkatan, mesti buru-buru nyampe Jakarta karena mesti meeting sama buyer. Aku duduk di pinggir, jendela dan di dekat sayap pesawat, begitu take off, itu kok sayapnya bunyi grebek-grebek gitu? Aku langsung panik dan tolah-toleh, nyari sapa gitu yang bisa ditanyain, aduuh… penumpang cukup sedikit waktu itu, cuma ada beberapa orang saja dan kulihat mereka asyik-asyik aja, nggak panik kayak aku. Okay, mungkin ini cuma perasaanku sajah, tapi… kok bunyinya makin kenceng yah? Perasaan, bunyi pesawat take off gak gitu-gitu amat deh… tapi untungnya, aku selamet tuh nyampe Jakarta😀 mungkin memang aku yang terlalu parno.

Biarpun begitu… aku seneng aja tuh kalau disuruh overseas trip😀 ngarep bahkan…

Sekarang… lagi ngarep Paris banget… hiks, ayo dong pak boss… udah lama nih tak ke Paris… nanti kita ke Le Bilbuquet deh… janji gak ditinggalin lagi. Trus kata bossku, kalo dikasih Paris Hilton aja gimana? Aduh…😀

3 thoughts on “Paris, Je t’aime…

  1. David Ogilvy juga takut terbang, tapi dia berani mengurusi klien bernama KLM, bahkan sampai pakai dasi KLM.😀

    Kalau cerita basi ini pernah dengar? Suatu hari seorang penerjun kawakan Paskhas TNI-AU tampak stres ketika duduk di pesawat jejer panglima TNI.

    “Kenapa kamu?”

    Setelah ditanya berulangkali barulah dia bisa jawab, “Siap, Jenderal! Baru kali ini saya naik pesawat dan harus ikut landing.”

    Garing kan?

    hehehehe
    blog ini memang garing Paman… jadi sesuai😀

  2. Eh, kalo ke Paris bilang-bilang yak… mana tau lagi bisa beli tas… hihihihi..:)

    hahaha dasar! Baik bu… gw sih ngarepnya September ini… wish me luck…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s