Surprise

Bagaimana jika tiba-tiba seseorang, yang boleh dibilang dulu sangat dekat, lalu setelah hampir sembilan tahun putus komunikasi, tiba-tiba dia menelpon di siang bolong.

Terkejut? Pasti!

Yang membuat aku lebih kaget lagi adalah, anaknya sudah dua! Dan di sudah berpisah dengan suaminya yang dulunya adalah teman kami juga. Aku tidak henti-hentinya menggeleng-gelengkan kepala, bukan, bukan geleng-geleng ala anak dugem vs anak metal πŸ˜€ tapi ‘takjub’ dengan hidup yang membawa kita sejauh ini.

Entah kenapa dulu kami putus komunikasi, mungkin ada kesalahpahaman atau entahlah, apa, aku tak ingat lagi dan mungkin jaman itu aku memang masih culun (emang, sekarang udah nggak mbak?) padahal si teman ini, dulu merupakan salah satu yang menjadi tempat curahan hati dan teman ngeceng. Dialah yang membawaku makan di Ampera terminal kebon kalapa untuk pertama kalinya. Dia juga yang menjadi ‘penegas’ bahwa aku ini suka asyik sendiri dan tebal muka πŸ˜› . Dan sekarang, setelah bertahun-tahun, ia kembali menjadi ‘penegasan’ bahwa, cinta saja tidak cukup untuk bertahan. Aku tahu, dia wanita perkasa dan dia pasti bisa melewati semua ini.

Whuah… panjang betul jalan yang sudah kami lalui yah… dan aku masih begini-begini saja, ampun deh… (halo Bapak Manusia Laut, ini satu lagi alasan supaya kita cepat-cepat menyusul, tinggal aku yang jalang!)

4 responses to “Surprise”

  1. masa depan itu tanah liat. mesti dibentuk dari hari ke hari. masa lalu itu batu padas. tak bisa diapa-apakan. πŸ˜€

    jadi, kita cuma punya hari ini ya Ndoro… πŸ˜›

  2. ada no hapenya ga?
    boleh tuh janda beranak dua. hehehhe…
    (maap kalau kasar)

    lhah… bener nih? memang sih paket hemat, beli satu dapat tiga… πŸ™‚
    eh, tapi serius nih? temenku ini menganut prinsip patah tumbuh hilang berganti lho… jadi… beneran?
    *semangatnyomblangin*

  3. saya mau matur kulonuwun aja..

    monggo… monggo… sekecakaken, pinarak…

  4. […] nggak menyesali atau malu dengan apa yang terjadi di masa lalu (seperti yang Ndoro Kakung bilang, masa lalu seperti batu padas yang tak bisa diapa-apakan, eh tapi bisa diukir gak Ndoro?) it was happen dan aku bersyukur sudah melewati fase itu dengan […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: