l.i.f.e

Aku harus mensyukuri hidupku. Setidaknya aku masih bisa merasakan kebahagiaan yang berimbang, maksudku, secara jasmani & rohani : ) .Aku punya pekerjaan yang menghasilkan uang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupku. Aku juga punya teman2 yang baik, kekasih yang selalu berusaha menyenangkan hatiku, ibu yang juga selalu menginginkan yang terbaik untukku. Intinya, aku sudah harus bersyukur dengan keadaanku ini.
Namun, hari ini, aku sedang diliputi rasa iri terhadap beberapa teman, yang mampu membeli gadget terbaru yang kutahu harganya sangat mahal. Aku berpikir, betapa beruntungnya mereka punya kebebasan finansial yang membuat mereka mampu membeli apapun yang mereka inginkan. Tapi seketika itu juga, sisi baik-ku yang selalu berpikir positif, mengingatkan bahwa aku juga selayaknya merasa beruntung dan bersyukur atas keberuntungan selama ini.Seperti yang sudah kubilang, akupun memiliki ‘segalanya’ dalam hidup.
Apalagi yang kuinginkan? Bukankah tujuanku selama ini menjadi dewasa dan memiliki kehidupan yang berkualitas? Apalagi?!Jadi, menurut-mu, apakah hidup berkualitas itu sekedar punya kebebasan finansial ataukah mempunyai kebahagiaan yang seimbang? Ups, aku tidak sedang berkata bahwa temanku yang punya kebebasan finansial itu tidak berbahagia, mereka berbahagia juga… tapi mungkin ia juga sedang mengamati hidupkku, dan melihat betapa beruntungnya aku.Ah, betapa mudahnya jika aku hanya hidup, tidak perlu mengamati dan diamati, tapi aku tidak hidup kalo tidak begitu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s