Sayang, aku masih menyimpan kunci di tempat biasa. Tidak pernah aku simpan di tempat lain selama tiga belas tahun terakhir. Kamu selalu terlupa membawa kunci. Bukan hanya sekali-dua kali kamu harus menungguku pulang sebelum bisa masuk rumah. Aku sering mengomelimu karena hal ini, “knapa sih kamu tidak mau membawa kunci sendiri? Kamu harus menungguku pulang, … Continue reading »
Filed under FIKSI BANGET …
Menjelang Pagi
Dia selalu menelpon, ketika pagi menjelang, membangunkan aku yang sedang berada pada fase tidur yang paling lelap. Ketika kutanya, mengapa selalu membangunkan jam segitu, ia menjawab ringan, “konon menjelang pagi, adalah saat roh ditiupkan ke tubuh, jiwa kembali dari pengembaraan, saat paling tepat untuk memompakan semangat, mengawali hari ini” Bagaimana aku tidak cinta pada laki-laki … Continue reading »
Sepiring Bakmi Dan Kekasih Yang Belum Pulang
Anindya Kekasih hati sedang tersesat menunggu fajar memberi petunjuk arah pulang di batas langit. Berharap kunang-kunang berbagi sedikit cahaya untuk memandunya Pengembara Mimpi, bisakah kau menjemputnya? Sebab, tak ada seekor pun kunang-kunang di atas tebing sana. Bawa ia pulang, untukku. Kubayangkan gelap dan dingin di sekitar Wisnu sekarang. Apakah ia terluka? Kesakitan? Lapar? Aku … Continue reading »
FF [Fiction on Friday]: Tarian Rindu
Menjadi dewasa, kehilangan banyak hal tetapi juga mendapat banyak hal. Jika pernyataannya dibalik; mendapatkan banyak hal dan juga kehilangan banyak hal, maka itulah menjadi dewasa. Anda boleh setuju, boleh juga tidak. Apalagi ukuran menjadi dewasa? Entah. Umur boleh makin bertambah. Keriput boleh makin nyata dan rambut juga berubah kelabu. Pun tak menjamin kedewasaan seseorang. Saya … Continue reading »
Menye-Menye
Lagi galau bin menye-menye, ini soal kisah cinta… *ahing!* Entah kenapa, tiba-tiba saya teringat seseorang di masa lampau, yang mana sebenernya kami nggak pernah jadian, cuma sekedar dekat. Namun saya selalu ingat sama orang ini.Baiknya, kita sebut dia si S. S dikenalkan ke saya oleh salah seorang teman satu kos, sekitar tahun 97an deh, saya … Continue reading »
Perjalanan
enswei-swei endesbrai sebrai: saya lagi beberes file di komputer, dan menemukan satu cerita yang belum selesai. Cerita ini dibuat berdasarkan gambar yang gambarnya dikirimkan oleh salah seorang teman, mungkin sekitar 1,5thn yang lalu deh. Dan selama itu, saya baru menulis sebagian. Saya ingin sharing di sini, semoga saya bisa menyelesaikannya di lain waktu Oh ya, … Continue reading »
Tiga puluh Lima: Nenggaya dari Dendongland
Di sebuah negeri yang bernama Dendongland, hiduplah seorang gadis keren nan hits yang bernama Nenggaya. Wajahnya cantik rupawan serta molek, tak hanya itu, Nenggaya memiliki intelejensia di atas 360⁰. Oh tak penting itu, apakah satuan intelejensianya benar atau salah. Negeri Dendongland adalah negeri yang absurd, semua diperbolehkan. Nenggaya paling suka berdandan sambil berdendang, kadang berdendang … Continue reading »
Monyet dan Monyet
Suatu hari, seekor monyet yang buta, mendadak mendapat mujizat, dia bisa melihat. Hal pertama yang dilihatnya adalah monyet lain yang berada di dekatnya, seketika itu juga, si monyet yang baru bisa melihat ini langsung tertawa terbahak-bahak sambil menunjuk temannya, "njrit! Lo jelek banget ya nyet".read more…
Tigapuluh Empat: Masih Soal Reuni
From: Zara Amalia To: Aimee Natasha , Vega Larasati Sent: 10:54 AM Subject: RE: RE: Reuni *halah* Mee, si Vega lagi sibuk banget katanya, tapi dia udah kasih tanggal kok, tadi aku juga udah forward itinerary dia ke kamu tadi. Aku siap2in semuanya ya, kalian semua harus nginep di rmh aku yaaa Gak sabar banget nungguin kalian datang. … Continue reading »
Tigapuluh Tiga: Kesalahan
Tapi justru karena kesalahan itu, aku jadi bertemu dengan Bram, yang membantuku keluar dari masalah. Pertemuan yang sepertinya adalah hal yang paling benar yang pernah terjadi dalam hidupku. Jadi bisakah kesalahan itu tetap kuanggap sebagai kesalahan? Mungkin. Karena ternyata Bram, dianggap kesalahan lain oleh keluargaku. Bedanya, kali ini aku tidak ingin mati saja, tapi aku … Continue reading »
Tigapuluh Dua: Kesalahan
Pernahkah kamu membuat kesalahan yang saking parahnya kesalahan itu sampai membuatmu ingin mati saja? Saking fatalnya akibat kesalahanmu, sampai kamu tidak tahu lagi bagaimana memperbaiki keaadan? Semua orang pernah membuat kesalahan. Dan salah satu yang kupelajari dari hidup adalah berani bertindak benar juga tidak menyesali diri ketika berbuat salah, sebab dengan berbuat salah, hidup akan … Continue reading »
Tigapuluh Satu: Reuni oh Reuni
From: Aimee Natasha To: Zara Amalia, Vega Larasati Sent: 10:54 AM Subject: RE: Reuni *halah* Gue ikut! Nathan gampanglah, dia bisa diasuh bapaknya. ABC & lakinya gampang dimintain tolong. Tinggal minta ijin laki gue, tapi rasanya dia juga bakal oke, gue kan kagak pernah jalan-jalan. Sekalian gue mau nengokin mami ah di Jogja, kalian ikut … Continue reading »
Tigapuluh: Maaf, Aku Sedang Sibuk
Kepada Penulis Cinta, Maaf Sayang, lama aku tak mampir, aku sedang sibuk. Dunia semakin tua, pohon-pohon semakin hilang esensinya, mereka merana. Kaummu, makin melupakan mereka. Kalian kehilangan semua mimpi, aku perlu bekerja lebih keras lagi. Yah…kau tahulah, meskipun aku selalu tertarik pada rasa penasaranmu akan pohon-pohon, aku tidak bisa hanya menemuimu. Sebab, aku ini pengembara. … Continue reading »
Duapuluh Sembilan: Matahari
Kau minta atau tidak, Matahari tetap terbit dari timur setiap pagi. Terbenam di ujung barat setiap senja.Kau inginkan atau tidak, Bumi tetap berputar mengelilingi Matahari, seluruh tahun berpusat padanya. Bumi mencintai Matahari, begitu juga sebaliknya, Matahari setia pada Bumi. Kehidupan terlahir karenanya.Kau rawat atau tidak, pohon cinta ini tetap tumbuh, akarnya menghujam Bumi, menyerap semua … Continue reading »
Duapuluh Delapan: Selalu Menunggu Ken
From: Vega LarasatiTo: Ken PratamaSent: 02:08 AMSubject: harapan yang mulai menjeratku Mungkin ini suratku yang ke-200 atau mungkin yang ke-165…aku sudah tidak bisa menghitung banyaknya surat yang kukirimkan kepadamu. Apakah kamu membacanya? Kau simpan atau kau hapus? Tapi kenapa tak kau balas satu pun? Ada lubang di hati ini Ken, lubang yang muncul karena kamu … Continue reading »
Duapuluh Tujuh: Sampai Jumfa
From: Zara Amalia To: Vega Larasati CC: Aimee Natasha Sent: 07:54 Subject: Reuni *halah* Ga, sorry tadi YM mati, suka gitu sih emang, tiba-tiba bapuk. Jadi kapan kamu ke Bandung? Berapa lama? Kamu nginep di rumahku ya… bener ya… Kangen banget! Aimee, kamu ikutan juga dong… biar kita seolah-olah reuni gitu? Nathan libur nggak? atau … Continue reading »
Duapuluh Enam: Zara Yang Banyak Mau
From: Zara Amalia To: Chandra Wijaya Sent: 07:10 PM Subject: Kenapa Sih? Chan, Kamu kenapa sih? Rasanya kita nggak pernah ngobrol lagi. Ya emang nggak pernah. Kamu selalu sibuk. Kalau siang aku bbm atau sms, kamu pasti bilang, lagi nanggung, lagi sama konsulen, lagi ini- lagi itu… nanti ditelpon balik, tapi gak pernah ditelpon balik. … Continue reading »
Duapuluhlima: Vega yang Selalu Berharap
From: Vega Larasati To: Ken Pratama Sent: 04:02 AM Subject: Ken… Aku tadi siang ke paviliun kamu. Lagi-lagi, hanya untuk melihat pohon itu. Sepertinya, masuk akal kalau aku makin cinta sama pohon itu. Yang selalu ada di situ, bahkan ketika kamu tak ada. Tadi aku juga bertemu Ibu kos kamu, ia mengira aku sudah gila. … Continue reading »