Filed under AGAK SERIUS

Rumah Sang Perantau

Rumah Sang Perantau

Saya berasal dari kota kecil di Jawa Timur, dari dulu saya belum bisa menganggap kampung halaman saya itu rumah saya. Rasanya saya  hanya numpang tumbuh dewasa saja *tsaah* dan saya akan memiliki rumah di tempat lain. Dari semua kota yang pernah saya tinggali, saya merasa, Bandung-lah rumah saya. Setiap kali ke kota itu, saya selalu … Continue reading »

Old File

Bapak dan ibu sekalian yang saya muliaken, ini adalah file lama… dari tempat saya pernah bekerja dulu. Iseng-iseng nyari eh ketemu websitenya sendiri sudah tutup buku, brand-nya juga sudah tutup buku (kayanya). Sutralah… Yang jelas, video ini bagus sih… menurut saya sih bukan saya yang bikin… saya cuma nemenin pas ke pabrik, nyatetin apa aja … Continue reading »

Batik oh Batik (bag. 3)

Lanjutan dari posting Batik oh Batik (bag. 2) Perbedaan paling mendasar dari Batik dan cetak mesin adalah: pada Batik berlaku cetak terbalik, sementara di mesin ya cetak apa adanya. Eh, ini istilah saya sendiri ya, supaya lebih gampang mengartikannya saja. Cetak terbalik itu gimana sih? Gini, salah satu ciri utama pada Batik adalah penggunaan lilin … Continue reading »

Batik oh Batik (bag. 2)

Ini lanjutan dari posting yang ini. Sejujurnya, secara kasat mata membedakan batik tulis, batik cap, kemudian kain biasa yang diprint motif batik itu sangatlah sulit. Hampir tidak bisa dikenali. Karena print pakai mesin itu bisa niruin efek batik tulis juga, termasuk efek noda kain akibat lilin yang beleber Tapi, mungkin dengan memahami teknis pembuatan batik, … Continue reading »

Batik oh Batik (bag. 1)

Sebagai buruh tekstil, saya selalu terbelah jika terjadi perdebatan mengenai batik yang memang batik dan motif batik yang dicetak secara masinal. Pertama, saya setuju bahwa batik adalah selembar kain tradisional yang digambar, dan diwarnai secara manual, dalam prosesnya melibatkan lilin sebagai color resistant. Secara teknis, pencetakan motif dilakukan secara langsung digambar di atas kain, dikenal … Continue reading »

Pesona Kain Nusantara: Warna-Warni Kain Pelangi

Palembang selain terkenal dengan kain songketnya juga terkenal dengan kain Pelangi yang terbuat dari sutra Cina tipis, yang biasa disebut kain Tussah. Kain pelangi ini dikenal pembuatannya di Nusantara, tidak hanya di Palembang saja, namun juga terdapat di beberapa wilayah lain seperti Jawa, Lombok dan Kalimantan. Namun, kain Pelangi dari Palembang mendapat perhatian lebih besar … Continue reading »

Pesona Kain Nusantara: Amazing Geringsing

Kain tradisional Bali, yang dibuat dengan teknik tenun ikat, dikenal banyak berasal dari Singaraja di Bali bagian utara, bahan yang digunakan adalah serat sutra. Namun pada beberapa wilayah, ditemukan penggunaan katun, salah satunya yang ditenun di wilayah Nusa Penida. Yang paling terkenal dari kain tenun Bali adalah kain Geringsing yang diproduksi di desa Bali Aga … Continue reading »

Pesona Kain Nusantara: Horas Ulos

Ulos dalam Bahasa Batak berarti Kain, dan secara garis besar pemakaian Ulos dibagi menjadi tiga cara yaitu siabithononton (dipakai), sihadanghononton (dililit di kepala atau ditenteng), sitalitalihononton (dililit di pinggang).  Namun untuk pemakaian detail dan motif Ulos, adalah berbeda-beda tiap suku-suku Batak. Misalnya pada suku Batak Simalungun biasanya mengenakan kain ulos bulang dengan motif gatip dan … Continue reading »

Pesona Kain Nusantara: Senandung Sarung Bugis

Kain tradisional Bugis yang berupa sarung ini memiliki corak garis-garis yang cantik, dan terbuat dari sutra yang diproduksi oleh masyarakat bugis sendiri. Masyarakat Bugis dari desa Tajuncu di Sulawesi Selatan sudah menggunakan cara modern dalam pengembangbiakan ulat sutra, untuk memenuhi kebutuhan benang para penenun di desa Sempange, Sengkang yang merupakan pusat pembuatan kain tenun di … Continue reading »

Pesona Kain Nusantara: Gaya Tenun Sumba

Wilayah timur Nusantara yang eksotis, selain terkenal dengan keindahan alam bawah laut dan hasil laut berupa mutiara yang elok, rupanya juga mempunyai kekayaan budaya berupa kain tradisional yang dibuat dengan cara menenun. Kain tenun Sumba, secara garis besar dibagi menjadi Hinggi yaitu kain untuk pria dan dan Lau Pahikung yaitu kain untuk wanita. Selain itu, … Continue reading »

Pesona Kain Nusantara: Lurik Cantik

Berbagai penemuan sejarah menunjukan bahwa kain tenun lurik telah ada di jawa sejak zaman pra sejarah. Ini terbukti pada Prasasti peninggalan kerajaan Mataram (851-882 M) yang menunjukkan adanya kain lurik pakan malang. Prasasti Raja Erlangga Jawa Timur tahun 1033 yang menyebutkan bahwa kain tuluh watu adalah salah atu nama kain lurik. Dan juga pemakaian selendang … Continue reading »