ruth wijaya

ocehan lebih dari 140 karakter

#FF [Food on Friday]: Blend it at Goni Coffee, Bond!

“Three measures of Gordon’s, one of vodka, half a measure of Kina Lillet. Shake it very well until it’s ice-cold, then add a large thin slice of lemon peel. Got … Continue reading

April 10, 2015 · 4 Comments

Puisi Perjalanan

Apa yang kamu lakukan jika sedang berada di kendaraan selama belasan jam? Kalau saya, kebanyakan melamun, karena saya kurang bisa membaca dengan fokus lebih dari setengah jam di kendaraan yang … Continue reading

April 7, 2015 · 5 Comments

#FF [Food on Friday]: Rancak Pecak Gurame H. Muhayar

Warung Betawi H. Muhayar, adalah warung Betawi pertama yang saya kunjungi beberapa tahun yang lalu ketika saya mulai resmi menjadi penduduk Jakarta. Terimakasih kepada Neng Chekka, Betawi kece yang memperkenalkan … Continue reading

March 27, 2015 · 4 Comments

Lupa Jatuh Cinta

Aku sudah lupa bagaimana rasanya kasmaran. Namun hari ini, ketika aku menunggu Ken, aku merasakannya lagi, getar yang menarik bibirku untuk tersenyum sekaligus merasa getir hanya dengan mengingat, bahwa aku … Continue reading

March 25, 2015 · Leave a comment

Pengen Kurus

Jadi tho, seperti yang sudah diketahui khalayak bahwasanya saya ini lagi gemar bersepeda. Sudah sejak Juni 2014, setiap hari saya rutin bersepeda ke kantor, pergi dan pulang. Hari-hari saya nggak … Continue reading

March 23, 2015 · 17 Comments

Kenangan Rasa

Mengapa ada kenangan yang hanya hidup di lidah atau hidungmu? Sementara yang lain memaksa untuk selalu tinggal dalam hatimu? Mengapa ada pula kenangan yang tak ingin kau simpan karena kau … Continue reading

March 20, 2015 · 2 Comments

#FF [Food on Friday]: Restoran Dapur Mamih Sateku

Saya dan beberapa teman, membuka tahun kambing ini dengan tekad menikmati sate kambing, setidaknya sebulan sekali. Sate kambing pertama yang kami datangi adalah Dapur Mamih di Melawai. Ternyata, setelah sampai … Continue reading

March 13, 2015 · 3 Comments

Melakukan Kesalahan

Hal yang paling menakutkan buat saya sejak dulu adalah, berbuat salah. Tapi ternyata, hidup ini pembelajarannya dari berbuat salah. Banyak penyesalan setelahnya, tapi setelah penyesalan lama berlalu, baru saya sadari… … Continue reading

March 2, 2015 · 3 Comments

Dia Masih Muda

Setiap kali mendengar berita sedih, entah itu tentang sakit atau kematian yang berkaitan dengan kerabat atau kenalan, otak saya langsung menghitung umur mereka, kemudian saya terjebak ke komentar nggak penting, … Continue reading

February 24, 2015 · 3 Comments

Pemalas

Betul, bahwasanya beragama itu seperti pakai celana dalam… ya elo pakai tapi nggak perlu lo kasih tau semua orang kalo lo pake celana dalam, simpanlah untuk diri sendiri. Perjalanan batin … Continue reading

February 18, 2015 · 4 Comments

Kambing Atau Monyet?

Saya tumbuh besar dengan kepercayaan bahwa saya ber-shio monyet, karena kata Mamah saya begitu. Sebagai orang yang nggak terlalu memperhatikan hal-hal astrologi atau shio-shio an, ya saya ikut saja apa … Continue reading

February 16, 2015 · 4 Comments

Tersesat (6)

Pada mulanya adalah kegelapan, begitu lelaki rempah-rempah mulai bercerita dengan suaranya yang licin serupa kulit ular mendesir, membuatku remang dalam waspada; kegelapan yang menelan semua kehidupan, katanya. Kemudian Sang Waktu … Continue reading

February 13, 2015 · Leave a comment

Tersesat (5)

Waktu mulai berjalan. Langit abu-abu berubah menjadi hitam dengan taburan bintang-bintang sehingga tak membuatnya kelam. “Aku menyukai malam, terlebih malam ini,” kata lelaki rempah-rempahku. ”Kenapa?” ”Aku selalu menyukai langit, dan … Continue reading

February 12, 2015 · 6 Comments

Monolog Jum’at

Saya kehilangan kemampuan untuk bercerita. Lho, emangnya pernah punya kemampuan? Ya nggak juga, tapi setidaknya bisa bercerita lebih baik daripada saat ini sih… menurut saya lho… Jadi, apa yang terjadi … Continue reading

February 6, 2015 · 1 Comment

Tersesat (4)

Waktu berhenti sesaat saat kami berbagi nafas. Aroma kayu manis dan cendana memabukkanku. “Kamu harum kayu manis dan cendana, siapa namamu?” “Kamu berbau segar seperti embun terkena sinar Matahari pagi, … Continue reading

January 29, 2015 · 5 Comments

Hidup & Mati

Sabtu yang lalu, saya nambah umur satu tahun lagi. Ada yang bilang, umur bukan bertambah tapi berkurang. Halah. Mana-mana suka deh. Yang jelas, sebenarnya saya nggak gitu suka ulang tahun … Continue reading

January 27, 2015 · 7 Comments

Dunia Yang Tak Adil

Waktu masih kecil, saya meyakini bahwa di dunia ini ada tiga golongan perempuan yang dilahirkan di dunia ini yang bisa sukses. Yang pertama, cantik dan pintar. Kedua, cantik tidak pintar. … Continue reading

January 13, 2015 · 1 Comment

Langit Abu-Abu 2014

Sudah tanggal 30 Desember 2014… Rasanya, baru kemarin deh tanggal 1 Januari 2014. Ih, ngapain aja saya setahun ini yak? Ngeblog doang… itu pun jarang :lol: Okay, serius… pencapaian terbesar … Continue reading

December 30, 2014 · 4 Comments

tweets

Instagram

seumpama bunga
kami adalah bunga yang tak 
kau kehendaki tumbuh
engkau lebih suka membangun rumah dan merampas tanah

seumpama bunga 
kami adalah bunga yang tak kau kehendaki adanya
engkau lebih suka membangun 
jalan raya dan pagar besi

seumpama bunga
kami adalah bunga yang dirontokkan di bumi kami sendiri

jika kami bunga
engkau adalah tembok
tapi di tubuh tembok itu telah kami sebar biji-biji
suatu saat kami akan tumbuh bersama dengan keyakinan: engkau harus hancur!

dalam keyakinan kami
di mana pun -tirani harus tumbang.

Bunga & Tembok, Wiji Thukul #RembangMelawan

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 2,190 other followers

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,190 other followers